Terbit: 22 Juli 2020 | Diperbarui: 27 Juli 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Gangguan pendengaran adalah masalah umum di mana salah satu atau kedua sistem pendengaran tidak berfungsi dengan baik. Ketahui deteksi gangguan pendengaran dan cara mengatasinya.

Gangguan Pendengaran: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Gangguan Pendengaran?

Gangguan pendengaran adalah kerusakan pada saraf pendengaran di satu atau kedua telinga mulai dari gejala ringan hingga parah. Masalah pendengaran ini dapat terjadi sementara atau permanen, serta terjadi secara tiba-tiba.

Telinga terdiri dari tiga bagian utama, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Gelombang suara dari luar akan masuk melalui telinga bagian luar, lalu bergerak ke telinga bagian dalam melewati tiga tulang kecil.

Getaran suara akan melewati siput telinga di bagian dalam (koklea), lalu melalui saraf-saraf untuk diubah menjadi sinyal listrik. Sinyal tersebut ditransmisikan ke otak untuk menjadi suara. Kerusakan pada salah satu organ tersebut dapat menyebabkan masalah pendengaran.

Umumnya, pendengaran akan terganggu akibat faktor usia (lansia di atas usia 60 tahun), penumpukan kotoran telinga, hingga paparan suara volume tinggi jangka panjang. Gangguan telinga ringan dapat diatasi dengan obat tetes telinga, namun Anda disarankan untuk konsultasi ke dokter bila pendengaran Anda tidak kunjung pulih dalam beberapa waktu.

Gejala Gangguan Pendengaran

Gejala masalah pendengaran pada setiap orang berbeda-beda tergantung pada jenis dan tingkat kerusakan pada saraf telinga. Pada lansia, gangguan pendengaran umumnya lebih parah hingga sulit mendengar.

Berikut ini gejala gangguan pendengaran secara umum:

  • Kesulitan mendengar suara walaupun dari jarak dekat.
  • Kesulitan memahami percakapan orang lain.
  • Merasa harus mengencangkan volume TV, radio, atau ponsel karena tidak mendengar suaranya dengan jelas.
  • Telinga berdering, dengung, atau ada bunyi internal yang asing (tinnitus).
  • Meminta orang lain untuk mengulangi ucapannya karena Anda kesulitan mendengar.
  • Keliru mendengar sesuatu.
  • Menghindari keramaian, suara bising, atau situasi sosial lainnya.
  • Kelelahan saat mendengarkan orang lain karena Anda sulit memahaminya.

Masalah pada pendengaran juga menyebabkan:

  • Pusing
  • Vertigo
  • Nyeri pada salah satu atau kedua telinga
  • Tekanan pada telinga

Gejala tersebut mungkin terjadi tiba-tiba dan sementara bila gangguannya ringan, namun dapat terjadi secara permanen lebih intens tergantung pada tingkat kerusakan sistem pendengaran.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter bila Anda mengalami masalah pendengaran yang mengganggu kehidupan sehari-hari Anda. Terutama, bila masalah terjadi pada satu bagian telinga saja. Masalah pendengaran ini mungkin akan terjadi secara bertahap.

Penyebab Gangguan Pendengaran

Masalah pendengaran terjadi akibat beberapa penyebab, termasuk:

  • Kerusakan Telinga Bagian Dalam: Faktor usia dan paparan suara keras dapat merusak sel saraf koklea yang mengirim sinyal suara ke otak.
  • Kebisingan: Suara bising jangka panjang yang tidak bisa dihindari dapat menyebabkan masalah pendengaran.
  • Penumpukan Kotoran Telinga: Kotoran telinga dapat menyumbat gelombang suara, jadi harap bersihkan telinga secara rutin.
  • Infeksi Telinga: Infeksi pada telinga bagian luar atau tengah dapat mengganggu kerja sistem telinga.
  • Gendang Telinga Pecah: Suara tinggi atau ledakan tiba-tiba dapat memecah gendang telinga.

Masalah pendengaran juga mungkin terjadi akibat:

  • Infeksi telinga akibat komplikasi penyakit Ménière.
  • Infeksi telinga akibat efek samping obat-obatan tertentu.
  • Pertumbuhan tulang telinga (otosklerosis) atau penumpukan sel-sel kulit (kolesteatoma).

Anda tidak dapat deteksi gangguan pendengaran sendiri. Apabila memiliki beberapa gejala tersebut, sebaiknya konsultasi dengan dokter.

Faktor Risiko Gangguan Pendengaran

Beberapa faktor yang membuat Anda rentan mengalami gangguan pendengaran, seperti:

  • Penuaan
  • Suara bising
  • Faktor keturunan
  • Pekerja yang memiliki lingkungan kerja bising seperti pabrik, konstruksi, atau teknisi suara
  • Suara tertentu seperti letupan senjata api, mesin jet, ledakan, dll
  • Paparan suara lainnya seperti mendengarkan musik terlalu keras dengan earphone 
  • Efek samping obat
  • Infeksi atau komplikasi penyakit

Faktor penuaan adalah penyebab paling umum, namun masalah pendengaran juga sering terjadi pada anak muda karena kebiasaan mendengarkan musik keras-keras.

Deteksi Gangguan Pendengaran

Anda dapat menggunakan tes pendengaran normal yang bernama audiogram. Tes ini akan menunjukan kualitas pendengaran Anda berdasarkan kisaran desibel (tingkat kenyaringan) sesuai standar, yaitu:

  • Pendengaran normal adalah 0-20 desibel. Sebagai indikator, suara napas Anda berukuran sekitar 10 desibel.
  • Anda mengalami masalah pendengaran ringan bila pendengaran berkisar 21-40 desibel.
  • Anda mengalami masalah pendengaran sedang bila pendengaran berkisar 41-55 desibel.
  • Anda mengalami masalah pendengaran parah, berkisar 71-90 desibel.
  • Lebih dari 90 desibel berarti Anda menderita masalah pendengaran sangat parah.

Diagnosis Gangguan Pendengaran

Dokter akan melakukan diagnosis dengan beberapa pemeriksaan, termasuk:

  • Pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa telinga Anda apabila ada radang atau penumpukan kotoran telinga.
  • Tes skrining umum, pemeriksaan dengan cara membisikan kata atau mengucapkan sesuatu lalu meminta Anda mengulanginya.
  • Tuning fork tests, menggunakan instrumen logam yang berbentuk seperti garpu dengan dua cabang. Tes ini untuk mengevaluasi kerusakan telinga.
  • Tes audiometri, membantu evaluasi kerusakan telinga berdasarkan ukuran desibel normal pendengaran manusia.

Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lain untuk menentukan diagnosis penyakit Anda.

Jenis Gangguan Pendengaran

Ada 3 jenis gangguan pendengaran, yaitu:

1. Gangguan Pendengaran Konduktif

Masalah pendengaran konduktif terjadi akibat kerusakan pada telinga bagian tengah atau gendang telinga. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi telinga, cairan atau penumpukan kotoran telinga, serta tumor telinga.

2. Gangguan Pendengaran Sensorineural

Kondisi ini terjadi akibat kerusakan pada sel-sel telinga bagian dalam atau saraf pendengaran. Masalah pada telinga ini umumnya terjadi akibat faktor usia, efek samping dari kemoterapi, radiasi, genetik, atau paparan suara bising.

3. Gangguan Pendengaran Campuran

Penyebab masalah pendengaran mungkin campuran antara konduktif dan sensorineural. Telinga Anda mungkin mengalami kerusakan pada bagian luar dan dalam akibat infeksi atau genetik.

Baca Juga: Tetes Telinga: Jenis, Manfaat, Cara Pakai, Harga, dll

Pengobatan Gangguan Pendengaran

Cara mengobati gangguan telinga disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Dokter akan memberikan beberapa opsi pengobatan, seperti:

1. Membersihkan Telinga

Ada beberapa cara membersihkan telinga seperti menggunakan suction atau alat kecil dengan lingkaran di ujungnya. Dokter mungkin akan memberi resep tetes telinga yang membantu membersihkan atau mencairkan kotoran telinga.

2. Alat Bantu Dengar

Alat bantu dengar akan membantu peningkatan kemampuan pendengaran Anda. Alat ini digunakan bila kerusakan terjadi pada telinga bagian tengah. Dokter juga akan memberikan obat telinga lainnya.

3. Implan Koklea

Dokter mungkin akan menyarankan implan koklea bila masalah pada sistem pendengaran Anda lebih parah. Implan koklea akan membantu menguatkan suara dengan cara merangsang saraf pendengaran.

4. Operasi

Masalah telinga akibat kelainan gendang telinga atau kelainan tulang pendengaran (ossicles) dapat diatasi dengan operasi. Prosedur ini dapat mengembalikan fungsi gendang telinga dengan baik.

Cara Mencegah Gangguan Pendengaran

Anda dapat mengurangi risiko masalah pendengaran dengan beberapa cara, seperti:

  • Tidak memiliki kebiasaan mendengarkan TV, radio, atau musik terlalu keras terutama saat menggunakan earphone.
  • Gunakan pelindung telinga bila Anda bekerja di lingkungan yang bising seperti pabrik, kontruksi, atau menggunakan mesin dengan suara kencang.
  • Bagi anak-anak, jaga agar anak tidak memasukan benda asing ke telinga.

Itulah pembahasan lengkap tentang deteksi gangguan pendengaran dan cara mengatasinya. Gangguan telinga umum terjadi namun Anda dapat mencegahnya. Hubungi dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan untuk konsultasi lebih lanjut. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Mayo Clinic. 2019. Hearing loss. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hearing-loss/symptoms-causes/syc-20373072. (Diakses pada 22 Juli 2020).
  2. NHS. 2019. Hearing loss. https://www.nhs.uk/conditions/hearing-loss/. (Diakses pada 22 Juli 2020).
  3. Web. 2019. Causes and Symptoms of Severe Hearing Loss. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/hearing-loss-causes#1. (Diakses pada 22 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi