Terbit: 13 November 2017 | Diperbarui: 21 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Secara sederhana, ketika tremor yang menjadi satu-satunya tanda dan berlangsung lebih dari beberapa bulan atau mengganggu fungsi sehari-hari lAnda harus mendapat konsultasi medis. Bila tremor dikaitkan dengan tanda klinis lainnya, maka pasien membutuhkan konsultasi medis. Mengingat berbagai penyebab yang bisa berakibat tremor, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu adalah dokter umum. Kemudian, dokter umum atau dokter layanan primer akan memutuskan apakah tremor tersebut perlu dirujuk ke spesialis.

Tremor – Gangguan Metabolik dan Perawatan Medis

Ada beberapa kondisi medis yang menyebabkan tremor menjadi pertanda penting. Yang paling umum adalah:

  • Hipertiroidisme.
  • Hiperparatiroidisme.
  • Hipokalsemia.
  • Hiponatremia.
  • Hipomagnesemia.
  • Hipoglikemia.
  • Penyakit ginjal lanjut dengan ensefalopati.
  • Penyakit hati lanjut dengan ensefalopati.

Pengobatan tremor-tremor yang disebutkan di atas terkait dengan kondisi primer, yaitu terkait dengan penyakit awal yang mendasari kenapa tumor tersebut terjadi.

Tremor Spesifik Posisi

Ini adalah tremor yang hanya terlihat atau hampir secara eksklusif terkait dengan tugas tertentu. Selama pasien tidak melakukan tugas itu, tidak ada gejala, dan anggota badan dapat digunakan secara normal. Contoh yang paling umum adalah tremor ketika menulis.

Pemeriksaan Tremor

Dokter akan mengevaluasi tremor dengan pemeriksaan klinis dan tes diagnostik. Beberapa dari tes ini sebagai berikut:

  • Pemeriksaan darah lengkap.
  • Tes fungsi hati.
  • Tes fungsi ginjal.
  • Skrining metabolik termasuk kadar elektrolit, glukosa, urea, dan nitrogen dalam darah.
  • Kadar kalsium dan magnesium darah.
  • Skrining toksik.
  • Mengukur kadar obat di darah.
  • Mengukur kadar seruloplasmin, serum dan kadar tembaga di urine.
  • Kadar hormon tiroid.
  • Kadar hormon kortisol dan paratiroid.
  • Pemeriksaan neuroradiologi: CT Scan, MRI, PET dan SPECT.

Beberapa tes, seperti elektromiogram dan alat perekam mekanis, dapat membantu menentukan ritme, amplitudo, dan frekuensi tremor serta hubungan antara tremor dan gerakan. Ini tidak banyak digunakan dalam praktik medis. Sementara tes lainnya berguna untuk mendiagnosis penyakit yang mungkin terkait dengan tremor. Dalam banyak kasus, pemeriksaan klinis mungkin lebih dari cukup untuk menegakkan diagnosis, dan tes lainnya tidak diperlukan.

Tremor – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi