Terbit: 11 Maret 2020 | Diperbarui: 17 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Gangguan kepribadian histrionik adalah salah satu dari sekelompok kondisi gangguan kepribadian kategori ‘Cluster B’. Seseorang dengan kategori ini umumnya dikategorikan sebagai seseorang yang dramatis, emosional, dan mudah dipengaruhi. Gangguan kepribadian ini membuat seseorang menilai harga dirinya tergantung pada apa yang orang lain katakan. Selain itu, kondisi ini juga membuat individu memiliki keinginan yang besar untuk diperhatikan.

Gangguan Kepribadian Histrionik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Apa Itu Gangguan Kepribadian Histrionik?

Seseorang dengan gangguan kepribadian histrionik terlihat dari mengutamakan penampilan fisiknya dan perilaku menggoda atau provokatif untuk mendapatkan perhatian orang lain. Seseorang dengan kondisi tidak memiliki pegangan diri dan sangat mudah dibujuk.

Individu dengan gangguan kepribadian histrionik mungkin mengalami kesulitan mencapai keintiman emosional dalam hubungan romantis atau seksual.

Orang dengan gangguan histrionik cenderung bosan dengan rutinitas yang biasa mereka lakukan. Kondisi ini membuat seseorang tidak toleran atau frustasi akibat kepuasan yang tertunda. Gangguan kepribadian ini bisa membuat seseorang menjadi depresi dan kesal ketika dirinya tidak menjadi pusat perhatian.

Meskipun seseorang dengan gangguan kepribadian ini sering memulai suatu pekerjaan dengan antusiasme yang tinggi, minatnya terhadap sesuatu bisa cepat menurun.

Gejala Gangguan Kepribadian Histrionik

Dalam banyak kasus, orang dengan gangguan kepribadian histrionik memiliki keterampilan sosial yang baik. Namun, mereka cenderung menggunakan keterampilan ini untuk memanipulasi orang lain untuk menjadikan dirinya pusat perhatian. Berikut ini adalah ciri-ciri seseorang yang mengalami gangguan histrionik, antara lain:

  • Menjadi tidak nyaman kecuali ia menjadi pusat perhatian.
  • Mudah memprovokatif atau menunjukkan perilaku menggoda.
  • Memiliki pergeseran emosi yang cepat.
  • Sangat dramatis dengan emosi dan ekspresi yang berlebihan.
  • Terlalu peduli dengan penampilan fisik.
  • Terus-menerus mencari kepastian atau persetujuan.
  • Mudah tertipu dan mudah dipengaruhi oleh orang lain.
  • Sensitif terhadap kritik atau ketidaksetujuan.
  • Memiliki toleransi yang rendah terhadap frustasi dan mudah bosan dengan rutinitas.
  • Tidak berpikir sebelum bertindak.
  • Membuat keputusan yang tidak jelas.
  • Egois dan jarang menunjukkan kepedulian terhadap orang lain.
  • Memiliki kesulitan mempertahankan hubungan.
  • Mengancam atau mencoba bunuh diri untuk mendapatkan perhatian.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika seseorang mengalami beberapa gejala seperti di atas, konsultasi dengan dokter adalah tindakan tepat yang bisa dilakukan. Apabila kondisi ini tidak diobati, hal itu bisa dapat berdampak negatif pada hidup Anda.

Penyebab Gangguan Kepribadian Histrionik

Penyebab pasti dari gangguan kepribadian histrionik belum diketahui dengan pasti. Tetapi banyak profesional kesehatan mental percaya bahwa faktor genetik dan lingkungan memainkan peran dalam perkembangannya.

Faktor lingkungan mungkin terlibat karenanya kurangnya kritik, hukuman, nasihat positif dari orang tua, dan perhatian yang berlebihan pada anak. Kondisi histronik biasanya berkembang pada individu yang temperamen dan orang-orang dewasa yang sedang belajar mengelola stres.

Apa pun penyebabnya, gangguan kepribadian biasanya muncul dengan sendirinya pada usia dewasa awal.

Diagnosis Gangguan Kepribadian Histrionik

Jika gejala-gejala dari gangguan kepribadian ini mulai terlihat, dokter biasanya akan melakukan evaluasi dengan melakukan wawancara mengenai riwayat medis dan kondisi kejiwaan secara keseluruhan. Tes laboratorium fisik seperti neuroimaging atau tes darah juga mungkin dianjurkan untuk memastikan bahwa penyakit fisik tidak menyebabkan gejala dari gangguan kepribadian ini.

Jika dokter tidak menemukan alasan fisik untuk gejala, ia mungkin merujuk penderita ke psikiater dan psikolog. Profesional kesehatan mental ini menggunakan wawancara dan alat yang dirancang khusus untuk mengevaluasi seseorang dengan gangguan kepribadian ini.

Perlu diketahui juga, gangguan kepribadian histrionik dapat dibedakan dari gangguan kepribadian lainnya berdasarkan fitur karakteristik:

  • Narcissistic Personality Disorder

Pasien dengan gangguan kepribadian jenis ini juga mencari perhatian, akan tetapi seseorang dengan gangguan ini tidak sama dengan gangguan histrionik yang ingin selalu ingin dikagumi. Gangguan histrionik tidak pemilih terhadap jenis perhatian dan tidak keberatan jika dianggap lucu atau konyol.

  • Borderline Personality Disorder

Pasien dengan gangguan kepribadian jenis ini menganggap diri mereka buruk dan mengalami emosi secara intens serta mendalam. Sementara seseorang yang memiliki gangguan kepribadian histrionik tidak melihat diri mereka sebagai orang yang buruk, meskipun ketergantungannya pada reaksi orang lain mungkin berasal dari harga diri yang buruk.

  • Dependent Personality Disorder

Pasien dengan gangguan kepribadian jenis ini mirip seperti gangguan kepribadian histrionik, yaitu mencoba untuk berada di dekat orang lain tetapi lebih cemas, canggung, dan mudah terpengaruh (karena khawatir mengalami penolakan). Sedangkan pasien dengan gangguan kepribadian histrionik lebih sedikit canggung dan lebih flamboyan.

Komplikasi Gangguan Kepribadian Histrionik

Gangguan kepribadian ini dapat memengaruhi hubungan sosial dan bagaimana seseorang bereaksi terhadap kehilangan atau kegagalan. Orang dengan kelainan ini juga berisiko lebih tinggi daripada populasi umum untuk menderita depresi.

Pengobatan Gangguan Kepribadian Histrionik

Secara umum, orang dengan gangguan kepribadian histrionik tidak percaya dirinya membutuhkan terapi. Seseorang dengan kondisi ini juga cenderung melebih-lebihkan perasaan dan tidak menyukai rutinitas, kondisi yang membuatnya sulit untuk menjalani perawatan.

Namun, seseorang dengan gangguan kepribadian ini baru mencari bantuan jika sudah mengalami depresi—mungkin terkait dengan kehilangan, hubungan yang gagal, atau masalah lain yang disebabkan oleh tindakannya sendiri

Psikoterapi (sejenis konseling) biasanya merupakan pengobatan pilihan untuk gangguan kepribadian histrionik. Tujuan perawatan adalah untuk membantu individu meningkatkan motivasi dan mengatasi ketakutan yang terkait dengan pikiran dan perilakunya. Metode ini juga membantu penderita untuk belajar berhubungan dengan orang lain dengan cara yang lebih positif.

Sementara itu, penggunaan obat kadang-kadang dapat digunakan untuk kondisi lain yang mungkin hadir bersamaan dengan gangguan ini, seperti depresi dan kecemasan.

Pencegahan Gangguan Kepribadian Histrionik

Meskipun gangguan kepribadian ini tidak mungkin untuk dicegah, perawatan seperti konseling dapat memungkinkan orang yang rentan terhadap gangguan ini untuk mempelajari cara-cara yang lebih produktif dalam menghadapi situasi histrionik.

 

  1. Histrionic Personality Disorder. https://www.webmd.com/mental-health/histrionic-personality-disorder#1. (Diakses pada 11 Maret 2020).
  2. Skodol, Andrew, MD. 2019. Histrionic Personality Disorder (HPD). https://www.msdmanuals.com/professional/psychiatric-disorders/personality-disorders/histrionic-personality-disorder-hpd. (Diakses pada 11 Maret 2020).
  3. Grohol, John M, Psy.D. Histrionic Personality Disorder. https://psychcentral.com/disorders/histrionic-personality-disorder/. (Diakses pada 11 Maret 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi