Terbit: 30 November 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Gangguan fungsi seksual pada pria tidak hanya berkisar pada kemampuan ereksi saja. Ada hal lain yang membuat pria mengalami tekanan batin dan depresi sehingga kehidupan seksual dan reproduksinya menurun. Gangguan itu adalah gangguan ejakulasi yang bisa membuat pria tidak bisa menikmati seks dan melakukan pembuahan.

Berbagai Jenis Gangguan Ejakulasi Pria dan Cara Mengatasinya

Nah, untuk mengenal lebih jauh tentang gangguan ejakulasi pada pria, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Berbagai jenis gangguan ejakulasi

Gangguan ejakulasi pada pria ada banyak. Gangguan di bawah ini bisa menurunkan kemampuan seks dan reproduksi pada pria. Mari cermati agar bisa mewaspadai atau mengatasinya.

  1. Ejakulasi dini

Ejakulasi dini adalah salah satu gangguan seksual yang paling banyak dialami oleh pria. Gangguan ini menyebabkan pria mudah keluar meski baru melakukan seks selama beberapa menit. Kondisi ini menyebabkan masalah seksual, reproduksi, dan psikologis. Pria akan merasa tidak nyaman dengan kondisinya sehingga memicu penurunan libido.

Seorang pria bisa dikatakan mengalami ejakulasi dini kalau penetrasi terhenti setelah 2 menit. Meski normalnya ejakulasi tidak diketahui, tapi beberapa praktisi mengataskan kalau ejakulasi dianggap normal kalau dilakukan selama lebih dari 5 menit. Kalau Anda mampu mempertahankan ejakulasi hingga lebih dari 5 menit, artinya Anda tidak perlu khawatir.

Kondisi ejakulasi dini bisa disebabkan oleh gangguan secara fisik seperti ada cedera di prostat. Selain itu, gangguan ini juga disebabkan oleh adanya masalah psikis seperti rasa takut.

  1. Ejakulasi terbalik

Gangguan ejakulasi selanjutnya adalah ejakulasi terbalik atau retrograde ejaculation. Normalnya pria yang mengalami ejakulasi akan menyemburkan air mani keluar penis. Kalau kondisi ini terjadi, ejakulasi justru berlangsung di dalam. Biasanya masuk ke kandung kemih dan bercampur dengan urine.

Ejakulasi terbalik akan membuat pria susah melakukan pembuahan. Setelah orgasme, penis akan tetap kering sehingga peluang terjadi kehamilan akan kecil.

  1. Ejakulasi tertunda

Ejakulasi tertunda adalah ejakulasi yang tidak kunjung muncul setelah orgasme muncul. Biasanya ejakulasi akan terjadi beberapa detik setelah orgasme terjadi. Efek dari ejakulasi ini sama halnya dengan ejakulasi terbalik yaitu susahnya melakukan pembuahan.

  1. Masalah ejakulasi lainnya

Masalah ejakulasi lainnya yang akan terjadi adalah volume dari air mani. Terkadang air mani yang keluar volumenya sangat sedikit dan tidak terlalu kental. Gangguan lain terkait ejakulasi adalah kuat atau tidaknya semburan yang dilakukan penis.

Gangguan ejakulasi yang muncul tanpa rangsangan

Ejakulasi juga memunculkan gangguan lain yang berhubungan dengan ada atau tidaknya rangsangan. Terkadang seorang pria mendadak mengalami ejakulasi meski tidak sedang bercinta atau masturbasi. Berikut beberapa jenis gangguan yang bisa terjadi.

  1. Gangguan prostat

Prostat mudah sekali mengalami gangguan dalam bentuk pembesaran dan peradangan. Kalau ada virus atau bakteri masuk, kondisi prostatitis bisa terjadi dan mengganggu fungsinya dalam hal menghasilkan cairan mani.

Kalau gangguan sudah parah, pria akan sering mengalami kebocoran air mani. Kebocoran ini juga menyebabkan rasa panas dan nyeri yang cukup besar.

  1. Gangguan sistem saraf

Gangguan sistem saraf bisa terjadi kalau ada penyakit seperti diabetes. Karena sistem saraf mengalami gangguan, ejakulasi bisa terjadi begitu saja tanpa ada rangsangan atau aktivitas seks lainnya.

  1. Efek samping obat

Beberapa pria yang kerap mengonsumsi obat antidepresan untuk kesehatan mentalnya akan sering mengalami ejakulasi mendadak. Kondisi ini membuat pria terkadang tidak nyaman karena membuat celana menjadi basah akibat air mani yang tidak bisa dikontrol.

  1. Gangguan psikologis

Pria yang mengalami stres berat atau gangguan lain seperti depresi bisa mengalami ejakulasi mendadak. Kondisi ini bisa terjadi karena ada kemiripan jalur saraf pada pria dengan kondisi saat bercinta.

Rekomendasi ejakulasi yang sehat pada pria

Penelitian tentang ejakulasi dan pengaruhnya pada kesehatan prostat ada banyak. Yang paling sering didengar adalah banyaknya ejakulasi per bulan dengan penurunan risiko kanker prostat. Melakukan ejakulasi 21 kali dalam satu bulan pada usia 20-an tahun bisa menurunkan risiko kanker prostat hingga 19 persen.

Kalau pria sudah berusia 40 tahun, kemungkinan terjadi gangguan kanker prostat akan turun hingga 22 persen. Semakin sering Anda mengalami ejakulasi, kotoran atau racun di prostat yang menyebabkan kanker akan keluar bersama dengan air mani.

Penelitian lain yang dilakukan di Australia mengatakan kalau ejakulasi dengan rata-rata 4,6 kali seminggu akan mengalami penurunan risiko kanker prostat sebanyak 36 persen kalau dilakukan sebelum usia 70 tahun.

Oh ya, meski mengalami ejakulasi bisa membuat tubuh jadi sehat, Anda tidak diperkenankan melakukan seks atau mungkin masturbasi berlebihan. Tetap lakukan kontrol dengan baik agar masalah fisik dan psikologis lain terkait kebiasaan ejakulasi berlebihan tidak terjadi.

Mengatasi gangguan ejakulasi pria

Gangguan ejakulasi ada banyak dan hampir semuanya memiliki keunikan sendiri-sendiri. Kalau gangguannya berkisar pada ejakulasi dini pria bisa mengatasinya dengan melakukan latihan seperti senam kegel atau melakukan masturbasi dahulu sebelum seks dilakukan.

Kalau masalah ejakulasi ini muncul akibat penyakit tertentu seperti diabetes atau kondisi obesitas, atasi penyebabnya. Misal menurunkan berat badan agar ideal dan menjaga kadar gula darah di dalam tubuh agar stabil.

Masalah lain bisa disesuaikan dengan dokter yang menangani. Biasanya akan ada terapi atau penggunaan obat tertentu. Kalau Anda merasa ada gangguan dengan masalah ejakulasi, segera lakukan pemeriksaan.

Inilah beberapa gangguan ejakulasi yang terjadi pada pria. Dari beberapa gangguan di atas, mana saja yang pernah Anda alami? Semoga yang memiliki gangguan bisa segara mengatasinya, ya. Dengan begitu kemampuan seks dan reproduksi tidak akan mengalami gangguan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi