Terbit: 28 September 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Gaming disorder adalah salah satu jenis gangguan psikologis yang dampaknya bisa sangat negatif bagi kesehatan. Ketahui lebih lanjut mengenai kondisi ini mulai dari ciri-ciri, penyebab, hingga cara mengatasi dan mencegahnya.

Gaming Disorder: Ciri-Ciri, Penanganan, dan Pencegahan

Apa Itu Gaming Disorder?

Gaming disorder adalah suatu kondisi ketika seseorang menjadi sangat kecanduan (addicted) terhadap video game. Perilaku ini ternyata oleh Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) edisi terbaru yakni edisi revisi ke-11 (ICD-11) yang diterbitkan pada tahun 2018.

Seperti perilaku candu pada umumnya, gaming disorder membuat pelakunya tidak bisa lepas dari video game. Sebagian besar waktunya hanya dihabiskan untuk bermain game-game favorit. Hal ini tentu saja harus diatasi karena dampaknya dapat mengganggu kehidupan sehari-hari mulai dari pekerjaan, pendidikan, interaksi sosial dengan keluarga maupun orang lain, hingga kesehatan fisik sekalipun.

Ciri dan Gejala Gaming Disorder

Untuk bisa dikatakan sebagai pengidap gaming disorder, seseorang—selama 12 bulan—mengalami sejumlah perilaku yang telah ditetapkan oleh WHO sebagai ciri-ciri dari masalah psikologis tersebut. Kriteria atau ciri-ciri yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Tidak dapat mengendalikan keinginan untuk terus bermain game
  • Selalu memprioritaskan aktivitas bermain game ketimbang aktivitas-aktivitas lainnya
  • Tetap bermain game secara intens kendati sudah tahu dampak negatif yang ditimbulkan
  • Pekerjaan, pendidikan, dan interaksi sosial menjadi terbengkalai

Sementara itu, menurut American Psychiatry Association’s (APA) dalam buku panduan medisnya yang bertajuk DSM-5—kendati APA tidak mengkategorikan kecanduan game ke dalam jenis penyakit—menyebutkan jika ciri-ciri seseorang mengalami kecanduan game adalah sebagai berikut:

  • Pikirannya hanya tertuju pada game
  • Merasa terganggu apabila tidak bermain game
  • Meningkatkan suasana hati (mood) hanya dengan bermain game
  • Tidak bisa membatasi waktu untuk bermain game
  • Tidak menginginkan hal lain selain bermain game
  • Kegiatan sehari-hari seperti bekerja dan belajar menjadi terganggu
  • Berbohong kepada orang lain ketika ditanya berapa lama waktu dihabiskan untuk bermain game

Pada perkembangannya, hal ini juga dapat menimbulkan gejala berupa:

  • Insomnia
  • Gangguan kecemasan
  • Stres
  • Depresi
  • Obesitas

Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa tidak semua orang yang gemar bermain game dapat dikatakan sebagai pengidap gaming disorder. Beberapa pakar mengatakan bahwa melabeli orang yang mungkin sangat antusias terhadap game itu berbahaya.

Satu hal yang mereka sepakati adalah persentase pemain game yang memenuhi kriteria terbilang kecil yakni 1 hingga 9 persen dari semua pemain game, dewasa maupun anak-anak. ‘Penyakit’ ini pun lebih sering terjadi pada anak laki-laki dan laki-laki dewasa ketimbang anak perempuan dan perempuan dewasa.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Kondisi ini tentu tidak bisa disepelekan. Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kejiwaan apabila memiliki kriteria atau ciri-ciri yang tadi sudah disebutkan.

Penanganan medis dalam bentuk terapi psikologi perlu dilakukan sedini mungkin. Tujuannya guna mengembalikan produktivitas pengidap sekaligus mencegah perilaku ini semakin berkembang hingga akhirnya dapat menimbulkan masalah mental maupun fisik yang lebih serius dan bisa membahayakan diri.

Penyebab Gaming Disorder

Penyebab gaming disorder mungkin karena aktivitas bermain game yang dilakukan secara berulang dan setiap hari. Namun, hingga saat ini para ahli sebenarnya juga belum dapat memastikan apa yang menyebabkan seseorang sampai mengalami kondisi seperti ini. Begitu pula dengan faktor-faktor yang dapat meningkatkan potensi.

Diagnosis Gaming Disorder

Kendati klasifikasi WHO telah menentukan perilaku seperti apa yang dapat mengarah pada kondisi ini, belum jelas bagaimana tenaga medis akan menilai perilaku tersebut.

Para ahli mungkin dapat merancang tes diagnostik—seperti kuesioner dan wawancara terstruktur—untuk membantu menentukan apakah seseorang mengalami ‘penyakit’ ini atau tidak. Mereka mungkin juga dapat menggunakan sesuatu yang mirip dengan Skala Gangguan Permainan Internet atau internet game disorder scale (IGDS) guna membantu proses diagnosis.

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan oleh dokter kepada pasien adalah sebagai berikut:

  • Berapa lama durasi bermain game setiap harinya?
  • Sudah berapa lama kebiasaan ini dilakukan?
  • Apakah selalu merasa tidak tenang ketika tidak bisa bermain game?
  • Apakah merasa lebih baik ketika sudah bermain game?
  • Apakah aktivitas lainnya seperti bekerja dan belajar jadi terbengkalai?
  • Apakah mengalami gangguan tidur?
  • Apakah sering mengalami cemas dan stress?
  • Apakah sudah mencoba untuk mengurangi intensitas bermain game?

Sampaikan informasi sejelas mungkin kepada dokter mengenai apa yang Anda rasakan. Informasi yang jelas dibutuhkan oleh dokter guna menyimpulkan kondisi yang sedang dialami.

Cara Mengatasi Gaming Disorder

‘Penyakit’ ini terbilang baru, jadi belum ada metode pengobatan yang jelas guna mengatasinya. Namun, kemungkinan dokter juga akan melakukan penanganan yang sama seperti pada jenis kecanduan lainnya, seperti kecanduan bermain judi.

Penanganan meliputi:

  • Terapi psikis
  • Terapi obat-obatan
  • Terapi kelompok

Sementara itu menurut sebuah studi tahun 2017, mungkin bermanfaat untuk menggabungkan beberapa jenis terapi pengobatan. Terapi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Terapi intrapersonal. Terapi ini membantu orang untuk mengeksplorasi identitas diri, membangun harga diri, dan mengoptimalkan kecerdasan emosional.
  • Terapi interpersonal. Terapi ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi pasien agar ia bisa berinteraksi dengan baik.
  • Edukasi psikologi. Terapi ini akan membantu pasien untuk dapat mengenali lebih jauh mengenai game disorder, termasuk dampak negatif yang dapat ditimbulkan.
  • Eksplorasi minat. Pasien akan diarahkan untuk mengeksplor minat lainnya yang lebih positif, seperti olahraga, bermain musik, dan sebagainya.
  • Dukungan keluarga. Anggota keluarga juga memiliki peran penting dalam membantu pasien untuk dapat lepas dari kecanduan game yang dialami.

Cara Mencegah Gaming Disorder

Kecanduan bermain game tentu saja dapat dicegah. Beberapa hal yang bisa Anda terapkan adalah sebagai berikut:

  • Tentukan jadwal dan durasi bermain game setiap harinya.
  • Usahakan untuk terlebih dahulu memprioritaskan aktivitas penting seperti bekerja dan belajar. Jika sudah selesai, barulah bermain game favorit.
  • Cari kegiatan lain yang dapat mengalihkan pikiran dari game seperti olahraga dan bersosialisasi dengan anggota keluarga maupun teman.

 

  1. Anonim. Video Game Addiction. https://www.webmd.com/mental-health/addiction/video-game-addiction#1 (diakses pada 28 September 2020)
  2. Leonard, J. 2018. What is Gaming Disorder.https://www.medicalnewstoday.com/articles/322478#takeaway (diakses pada 28 September 2020)
  3. WHO. 2018. Gaming Disorder. https://www.who.int/westernpacific/news/q-a-detail/gaming-disorder#:~:text=Gaming%20disorder%20is%20defined%20in,the%20extent%20that%20gaming%20takes


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi