Gairah Seks Wanita Lebih Besar Saat Hamil, Benarkah?

doktersehat hamil saat mudik

DokterSehat.Com –¬†Umumnya gairah seks wanita hamil akan kembali normal pada kehamilan trimester dua. Tapi, bukannya senang, banyak para calon ayah yang malah takut.

Gairah Seks Wanita Hamil

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi kembalinya gairah seksual ibu hamil.

  • Pertama, trimester 1 sudah lewat, rasa khawatir pun berkurang sehingga ibu mulai nyaman dengan kehamilannya. Di fase ini, ibu merasa sebagai perempuan sempurna, maka itu tak heran bila keinginan seksualnya juga kembali seperti sebelum hamil.
  • Kedua, meningkatnya hormon libido. Ini dipicu adanya human Chorionic Gonadotropin (hCG), hormon yang diproduksi oleh plasenta. Dengan adanya hormon ini, bayi sudah kuat karena telah terbentuk plasenta dimana bayi mengambil makanan dari plasenta.
  • Ketiga, adanya perasaan aman lantaran ibu telah beberapa kali bertemu dokter, dan berulang kali juga dokter mengatakan bahwa kandungan ibu aman sehingga tidak masalah untuk melakukan hubungan seksual.

Baca juga: Berhubungan Seks Saat Hamil, Ini Aturannya

Sayangnya, gairah meningkat saat hamil tidak diimbangi dengan kondisi ayah. Alih-alih merasa senang bisa melakukan hubungan seks lagi dengan istrinya, para ayah justru enggan berhubungan intim.

Banyak faktor yang melatarbelakangi seks wanita hamil, di antaranya:

  • Ada penolakan istri di awal kehamilan manakala suami mengajak berhubungan seks.
  • Karena trauma lantaran pernah ada pengalaman keguguran atau perdarahan setelah melakukan hubungan seks.
  • Kebingungan melihat sikap istri yang jadi lebih agresif, sehingga suami lebih berhati-hati.

Di sisi lain, ada pria yang beranggapan hubungan seks dapat menyakiti janin. Padahal, janin dilindungi oleh rahim, air ketuban, korion (selaput terluar pembungkus janin), dan amnion (selaput ketuban).

Dengan begitu, sehebat apa pun seks yang dilakukan, bahkan sampai orgasme sekalipun dan terjadi kontraksi, tidak akan mengganggu janin. Jadi, tidak ada yang perlu ditakutkan.

Bagaimana soal perubahan bentuk tubuh ibu menjadi lebih gemuk atau berisi lantaran kehamilan?

Ternyata, itu bukanlah faktor yang menjadi keengganan suami melakukan hubungan seks. Justru, banyak pria mengakui, tubuh ibu hamil di usia kehamilan 12-24 minggu, apalagi kehamilan awal, terlihat lebih seksi.

Manfaat Seks Saat Hamil

Berikut adalah sembilan alasan mengapa seks wanita hamil bisa menyehatkan dan lebih baik:

1. Latihan dan pemulihan

Memiliki orgasme meningkatkan kontraksi di dasar panggul Anda, yang membantu memperkuat otot untuk persalinan dan setelah melahirkan. Begitu Anda mendorong bayi melalui otot-otot, yang akan lebih mudah memperkuatnya.

Baca juga: 3 Posisi Seks yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Hamil

2. Lebih sedikit istirahat kamar mandi

Apakah Anda selalu kencing? Sering pergi ke kamar mandi, bahkan ngompol ketika Anda bersin atau tertawa saat Anda hamil. Ditambah, karena bayi Anda semakin besar dan menekan kandung kemih Anda, itu bahkan bisa lebih tidak nyaman. Kabar baiknya adalah otot yang Anda diperkuat untuk persalinan juga dapat membantu aliran urine.

3. Pencegahan komplikasi

Menurut sebuah penelitian di Denmark, sering melakukan seks saat hamil dapat membantu mencegah preeklamsia. Para peneliti percaya itu karena protein yang ditemukan dalam sperma dapat mengatur sistem kekebalan tubuh. Namun karena penyebab preeklampsia tidak diketahui, penting untuk menjaga kunjungan pranatal Anda dan berbicara dengan dokter tentang risikonya.

4. Menurunkan tekanan darah

Meskipun tekanan darah mungkin lebih rendah setelah berhubungan seks, itu hanya sementara sehingga obatnya tidak berhubungan seks sepanjang waktu. Karena tekanan darah tinggi dapat menjadi serius bagi Anda dan bayi, penting untuk berkonsultasi dengan dokter tentang cara mencegah atau mengontrol tekanan darah Anda.

5. Orgasme lebih baik

Karena ujung saraf tubuh Anda lebih sensitif, puting dan klitoris Anda membesar, dan ada lebih banyak estrogen yang menarik aliran darah ke pelvis, biasanya lebih mudah untuk mencapai orgasme dan mereka juga lebih lama dan lebih kuat. Wanita yang mengalami kesulitan mengalami orgasme sebelum kehamilan mungkin sekarang merasa tidak lagi melakukannya.

6. Peningkatan harga diri

Dengan semua perubahan yang terjadi selama kehamilan, dapat dirasakan bahwa tubuh Anda bukan lagi milik Anda. Namun melakukan hubungan seks dapat membantu memulihkan kepercayaan diri dan perasaan positif tentang diri Anda.

Bagi banyak wanita, ini adalah waktu dalam kehidupan di mana seks adalah bagian yang sangat penting dari siapa mereka, hubungan mereka dan bagaimana perasaan mereka.

7. Mengurangi stres

Meskipun kehamilan biasanya adalah saat bahagia, biasanya Anda perlu khawatir tentang hal-hal seperti pekerjaan, keuangan, dan bagaimana kehidupan Anda akan berubah setelah bayi lahir. Oksitosin, hormon cinta yang dilepaskan tubuh saat mengalami orgasme, dapat membantu meniadakan beberapa stres itu dan juga membantu tidur lebih nyenyak.

8. Peningkatan koneksi

Sering melakukan seks akan membantu memperkuat hubungan intim dan ikatan yang Anda miliki dengan pasangan dan membentuk kebiasaan yang sehat untuk masa depan.

Baca juga: Cara Melancarkan Kehidupan Seksual Saat Istri Sedang Hamil

9. Persiapan untuk persalinan

Jika Anda menjalani jangka waktu penuh atau melewati batas waktu, berhubungan seks tidak akan membuat Anda melahirkan, tetapi hal itu dapat membantu tubuh Anda mempersiapkan karena air mani mengandung prostaglandin yang dapat membantu mematangkan serviks.

Jadi, gairah seks wanita hamil lebih besar dan aman dilakukan. Maka dari itu tak perlu khawatir berhubungan intim saat hamil, asalkan hati-hati ya, Teman Sehat!