Terbit: 13 Agustus 2020 | Diperbarui: 28 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal tiba-tiba tidak mampu menyaring produk limbah dari darah. Saat ginjal kehilangan kemampuan menyaringnya, penumpukan limbah berbahaya dapat terjadi dan hal itu membuat susunan kimiawi darah menjadi tidak seimbang. Kondisi ini bisa berkembang dengan cepat, biasanya dalam waktu beberapa jam hingga hari. Simak gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Gagal Ginjal Akut: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Gagal Ginjal Akut?

Seperti penjelasan sebelumnya, kondisi ini terjadi ketika ginjal berhenti bekerja secara tiba-tiba. Tanpa perawatan yang cepat, kadar garam dan produk limbah dapat menumpuk di dalam tubuh, di mana hal ini bisa memengaruhi kemampuan organ lain untuk bekerja dengan baik. Oleh karena itu, mendeteksi penyakit ini sejak dini dan penanganan dengan segera adalah sesuatu yang sangat penting.

Gejala Gagal Ginjal Akut

Pada beberapa kasus, seseorang bisa tidak memiliki gejala. Dokter biasanya menemukan kondisi ini saat melakukan tes laboratorium karena alasan lain. Jika Anda memiliki gejala, hal itu tergantung seberapa buruk hilangnya fungsi ginjal, seberapa cepat menurunnya fungsi ginjal, dan alasan terjadi kondisi ini.

Gejala umum dari gagal ginjal akut adalah:

  • Jumlah urine lebih sedikit dari biasanya.
  • Pembengkakan di tungkai, pergelangan kaki, dan kaki.
  • Merasa mengantuk atau sangat lelah.
  • Sesak napas.
  • Gatal.
  • Nyeri sendi.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kebingungan.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri atau tekanan di dada.
  • Otot berkedut.
  • Sakit perut dan punggung.
  • Demam.
  • Ruam.
  • Mimisan.
  • Kejang atau koma (dalam kasus yang parah).

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera konsultasi dengan dokter jika Anda memiliki gejala gagal ginjal akut seperti yang disebutkan di atas. Perawatan yang dilakukan bisa memakan waktu beberapa hari atau minggu. Namun, jika kondisi ini dialami oleh orang yang sudah lanjut usia dan seseorang yang memiliki masalah kesehatan lain, perawatan tidak sepenuhnya bisa menyembuhkan.

Penyebab Gagal Ginjal Akut

Pada dasarnya, kondisi ini dapat terjadi jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang memperlambat aliran darah ke ginjal, mengalami kerusakan ginjal, atau saluran pembuangan urine tersumbat. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Gangguan aliran darah ke ginjal. Penyakit dan kondisi yang dapat memperlambat aliran darah ke ginjal dan menyebabkan cedera ginjal meliputi:

  • Kehilangan darah atau cairan.
  • Obat tekanan darah.
  • Serangan jantung.
  • Penyakit jantung.
  • Infeksi.
  • Gagal hati.
  • Penggunaan aspirin, ibuprofen , naproxen sodium, atau obat-obatan terkait.
  • Reaksi alergi yang parah (anafilaksis).
  • Luka bakar parah.
  • Dehidrasi berat.

2. Kerusakan ginjal. Berikut adalah beberapa penyakit hingga kondisi yang dapat merusak dan menyebabkan gagal ginjal akut adalah:

  • Penggumpalan darah di pembuluh darah vena dan arteri di dalam dan sekitar ginjal.
  • Deposit kolesterol yang menghalangi aliran darah di ginjal.
  • Glomerulonefritis, peradangan pada glomerulus (bagian ginjal yang berfungsi untuk membuang cairan serta elektrolit berlebih dari tubuh dan menyaring zat sisa).
  • Sindrom uremik hemolitik, suatu kondisi yang diakibatkan oleh kerusakan dini sel darah merah.
  • Infeksi, seperti virus penyebab penyakit virus Corona (COVID-19).
  • Lupus, kelainan sistem kekebalan yang menyebabkan glomerulonefritis.
  • Pengobatan, seperti obat kemoterapi tertentu, antibiotik, dan pewarna yang digunakan selama tes pencitraan.
  • Scleroderma, sekelompok penyakit langka yang menyerang kulit dan jaringan ikat.
  • Thrombotic thrombocytopenic purpura, kelainan darah yang bisa membuat darah  lebih cepat menggumpal.
  • Paparan alkohol, logam berat, dan kokain.
  • Rhabdomyolysis, suatu kondisi yang yang menyebabkan kerusakan ginjal yang disebabkan oleh racun dari kerusakan jaringan otot.
  • Sindrom tumor lisis menyebabkan pelepasan racun yang dapat menyebabkan cedera ginjal.

3. Penyumbatan urine di ginjal. Penyakit dan kondisi tertentu dapat menghalangi keluarnya urine dari tubuh dapat menyebabkan cedera gagal ginjal akut, antara lain:

  • Kanker kandung kemih.
  • Penggumpalan darah di saluran kemih.
  • Kanker serviks yang bermetastasis ke ginjal dan saluran kencing.
  • Kanker usus besar yang bermetastasis ke ginjal dan saluran kencing.
  • Pembesaran prostat.
  • Batu ginjal.
  • Kerusakan saraf yang melibatkan saraf yang mengontrol kandung kemih.
  • Kanker prostat.

Faktor Risiko Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut hampir selalu terkait dengan kondisi atau peristiwa medis lain. Kondisi yang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal akut meliputi:

  • Usia lanjut.
  • Penyumbatan di pembuluh darah di lengan atau kaki Anda (penyakit arteri perifer).
  • Diabetes.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Gagal jantung.
  • Penyakit ginjal.
  • Penyakit hati.
  • Kanker tertentu dan perawatannya.
  • Sedang dirawat di rumah sakit, terutama untuk kondisi serius yang membutuhkan perawatan intensif.

Diagnosis Gagal Ginjal Akut

Jika tanda dan gejala menunjukkan bahwa Anda mengalami gagal ginjal akut, dokter mungkin merekomendasikan tes dan prosedur tertentu untuk menentukan diagnosis, di antaranya:

  • Mengukur volume urine. Seberapa banyak Anda buang air kecil dalam 24 jam dapat membantu dokter menentukan penyebab gagal ginjal.
  • Tes urine. Tes ini dilakukan dengan menganalisis sampel urine untuk dapat mengungkapkan kelainan yang menunjukkan gagal ginjal.
  • Tes darah. Sampel darah Anda mungkin menunjukkan kadar urea dan kreatinin yang meningkat pesat, dua zat yang digunakan untuk mengukur fungsi ginjal.
  • Tes pencitraan. Tes pencitraan seperti ultrasound dan tomografi terkomputerisasi dapat digunakan untuk membantu dokter melihat kondisi ginjal.
  • Mengambil sampel jaringan ginjal. Dalam beberapa situasi, dokter mungkin merekomendasikan biopsi ginjal, yaitu mengambil sampel kecil jaringan ginjal untuk pengujian laboratorium.

Pengobatan Gagal Ginjal

Perawatan untuk gagal ginjal akut biasanya membutuhkan rawat inap di rumah sakit. Berapa lama Anda akan tinggal di rumah sakit tergantung pada penyebab yang mendasarinya dan seberapa cepat ginjal Anda pulih. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin dapat memulihkan diri di rumah.

Dalam kebanyakan kasus lain, gagal ginjal akut dapat diobati jika terdeteksi lebih awal. Kondisi ini mungkin melibatkan perubahan pada pola diet, penggunaan obat-obatan, atau bahkan dialisis.

  • Mengatur Pola Diet

Dokter bisa menyarankan Anda untuk membatasi jumlah garam dan kalium yang dikonsumsi sampai ginjal sembuh. Hal itu dikarenakan kedua zat tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal. Meski begitu, mengubah apa yang Anda makan tidak akan memulihkan gagal ginjal akut.

Jika dokter menyarankan untuk diet rendah kalium, Anda harus mengurangi makanan tinggi kalium seperti pisang, bayam, jeruk, kentang, dan tomat. Di sisi lain, Anda bisa makan lebih banyak makanan rendah kalium seperti apel, stroberi, anggur, dan kembang kol.

  • Obat-obatan

Dokter mungkin meresepkan obat-obatan yang mengatur jumlah fosfor dan kalium dalam darah. Seseorang yang menderita gagal ginjal akut tidak dapat mengeluarkan zat tersebut dari tubuh. Meski tidak menyembuhkan kondisi, obat tersebut dapat mengurangi beberapa masalah yang disebabkan oleh gagal ginjal.

  • Dialisis

Jika kerusakan ginjal Anda cukup parah, Anda mungkin memerlukan hemodialisa (cuci darah) untuk membantu fungsi ginjal. Prosedur ini tidak membantu menyembuhkan kondisi ginjal, akan tetapi mengambil alih pekerjaan ginjal. Dialisis biasanya berlangsung lama jika ginjal tidak menunjukan tanda-tanda perbaikan.

Komplikasi Gagal Ginjal Akut

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Penumpukan cairan. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru, sehingga dapat menyebabkan sesak napas.
  • Nyeri dada. Jika lapisan yang menutupi jantung (perikardium) meradang, Anda mungkin mengalami nyeri dada.
  • Kelemahan otot. Ketika kadar cairan dan elektrolit tubuh tidak seimbang, hal itu bisa menyebabkan kelemahan otot.
  • Kerusakan ginjal permanen. Kadang-kadang, gagal ginjal akut menyebabkan hilangnya fungsi ginjal secara permanen, atau penyakit ginjal stadium akhir. Orang dengan penyakit ginjal stadium akhir memerlukan dialisis
  • Kematian. Dampak terburuknya kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya fungsi ginjal dan akhirnya menyebabkan kematian.

Pencegahan Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut seringkali sulit diprediksi atau dicegah. Tetapi Anda dapat mengurangi risiko dengan merawat kondisi ginjal, seperti:

  • Ikuti petunjuk penggunaan saat Anda mengonsumsi obat nyeri yang dijual bebas seperti aspirin, acetaminophen, ibuprofen, dan naproxen sodium. Mengonsumsi terlalu banyak obat ini dapat meningkatkan risiko gagal ginjal, terutama jika Anda memiliki diabetes atau tekanan darah tinggi.
  • Bekerjasamalah dengan dokter untuk mengelola ginjal dan kondisi kronis lainnya. Ikuti semua rekomendasi yang diberikan dokter agar kondisi kesehatan tetap terjaga.
  • Jadikan gaya hidup sehat sebagai prioritas. Rutin berolahraga, konsumsi makanan sehat, dan membatasi asupan alkohol.

 

  1. Anonim. Acute Kidney Failure. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-acute-kidney-failure#1. (Diakses pada 13 Agustus 2020).
  2. Anonim. Acute kidney failure. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-failure/symptoms-causes/syc-20369048. (Diakses pada 13 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi