Fungsi Protein Bagi Tubuh, Apa Lagi Selain Sumber Energi?

fungsi-protein-doktersehat

DokterSehat.Com – Jika berbicara tentang berbagai jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh, tentunya kita tidak dapat mengabaikan protein. Selain karbohidrat, serat, dan lemak, protein menjadi salah satu senyawa paling penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Tapi, apa sebenarnya fungsi protein?

Salah satu fungsi protein yang paling banyak dikenal adalah sebagai sumber energi. Tapi jika melihat dari pentingnya protein untuk tubuh, tentunya protein memiliki fungsi lebih dari hanya sekedar sumber energi saja bagi tubuh. Yuk, kenali lebih jauh tentang protein dan fungsi protein berikut ini!

Apa Itu Protein?

Protein merupakan senyawa penyusun tubuh yang jumlahnya terbanyak setelah air. Jumlah protein dalam tubuh bisa mencapai 15% dari berat badan tubuh manusia. Protein sendiri meruapakan jenis senyawa organik yang terdiri dari asam amino yang terhubung oleh ikatan peptida.

Protein tersusun dari karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, sulfur, hingga fosfor. Protein yang dicerna ke dalam tubuh akan dipecah kembali menjadi asam amino yang kemudian digunakan tubuh sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya.

Fungsi Protein

Jumlah protein yang sangat banyak dalam tubuh tentunya bukan tanpa alasan. Protein menyebar di seluruh tubuh dan menjalankan perannya masing-masing. Berikut adalah beberapa fungsi protein dalam tubuh:

1. Sumber energi

Fungsi protein sebagai sumber energi bagi tubuh memang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Protein merupakan salah satu makronutrien selain karbohidrat dan lemak. Makronutrien adalah nutrien atau nutrisi yang memberikan energi untuk tubuh dan dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar.

Protein mengandung kalori yang sama banyaknya seperti karbohidrat, yaitu empat kalori dalam setiap gram. Namun, pada kondisi tertentu, misalnya pada saat diet, protein umumnya dipilih sebagai sumber energi utama dibandingkan dengan karbohidrat.

Hal ini disebabkan oleh protein yang metabolismenya lebih rendah daripada karbohodrat dan lemak sehingga lebih dalam dicerna oleh tubuh dan bisa membuat kenyang lebih lama. Penggunaan karbohidrat dan protein sebagai sumber energi bisa disesuaikan dengan kebutuhan tubuh setiap orang yang berbeda-beda.

2. Menjaga sistem imun tubuh

Fungsi protein yang kedua adalah menjaga sistem imun tubuh. Ketika terdapat benda asing berbahaya yang menyerang tubuh seperti bakteri atau virus, tubuh akan membentuk antibodi sebagi sistem pertahanan tubuh agar virus dan bakteri tersebut tidak dapat berkembang dalam tubuh.

Ketika virus atau bakteri yang sama menyerang tubuh Anda kembali, maka antibodi akan merespon lebih cepat dan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu meningkat. Protein dalam darah adalah salah satu yang terpenting dalam pembentukan antibodi, sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi protein untuk imunitas tubuh ini sangat penting.

3. Alat transportasi nutrisi dalam tubuh

Tidak hanya berperan sebagai makronutrien, fungsi protein lainnya adalah menjadi alat transportasi bagi nutrisi lainnya yang ada dalam tubuh. Protein memiliki peran dalam mengangkut berbagai nutrisi seperti vitamin dan mineral, oksigen, kolesterol, hingga gula darah.

Setiap jenis protein mengikat zat secara spesifik sehingga jenis protein tertentu tidak akan mengikat dan mengangkut zat yang salah. Contohnya seperti lipoprotein yang memiliki tugas mengangkut kolesterol dan lemak, sedangkan hemoglobin bertugas untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Meskipun sama-sama terbantuk dari protein, tetapi hemoglobin tidak akan mengangkut kolesterol.

4. Penyimpanan nurtisi

Selain sebagai alat transportasi bagi zat lainnya, protein juga berperan dalam menyimpan nutrisi dalam tubuh. Salah satu contohnya adalah Feritin yang dapat menyimpan zat besi. Feritin akan mengeluarkan zat besi secara terkontrol ketika tubuh membutuhkannya.

5. Menyeimbangkan pH

Fungsi protein selanjutnya adalah untuk menyeimbangkan pH darah dan cairan lainnya dalam tubuh. pH yang seimbang sangat penting untuk kesehatan tubuh. Nilai pH yang terlalu asam atau terlalu basa dan di luar nilai normal bisa menyababkan berbagai masalah dalam tubuh.

6. Pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh

Fungsi protein lainnya adalah membantu pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. Protein berperan penting pada proses pembentukan sel-sel tubuh sehingga sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak. Tapi tentunya protein tidak hanya dibutuhkan pada saat masa pertumbuhan saja, tetapi protein juga berperan penting dalam pemeliharaan jaringan tubuh.

Beberapa contoh dari fungsi protein memelihara tubuh adalah seperti fungsi protein yang bisa memicu pertumbuhan keratin rambut atau fungsi protein yang baik untuk menjaga kesehatan kulit. Selain itu, protein juga memiliki peran penting dalam memelihara otot dan tulang.

7. Pembentukan enzim dan hormon

Fungsi protein selanjutnya adalah membantu pembentukan enzim dan hormon dalam tubuh. Baik enzim maupun hormon merupakan zat yang sangat penting bagi tubuh. Enzim berperan dalam berbagai reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh. Sedangkan hormon yang diproduksi kelerjar endokrin berfungsi untuk membawa pesan kimiawi antar sel dalam tubuh.

Makanan Tinggi Protein

Melihat betapa pentingnya peran protein dalam tubuh, tentunya asupan protein tidak boleh diabaikan. Kekurangan asupan protein akan dapat menghambat berbagai fungsi protein dalam tubuh. Dalam memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh, kita disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi. Berikut adalah beberapa jenis makanan dengan protein tinggi:

  • Susu dan produk olahan susu seperti yogurt dan keju
  • Telur, satu butir telur mengandung sekitar 6 gram protein
  • Seafood atau ikan yang banyak mengandung omega 3 dan 6
  • Daging tanpa lemak, bisa berupa daging merah maupun daging ayam
  • Kacang-kacangan, seperti kacang polong atau kacang kedelai beserta produk olahannya yaitu tempe dan tahu.

Kebutuhan protein bagi setiap orang berbeda-beda dan harus dipenuhi agar protein dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal. Berikut adalah perkiraan kebutuhan protein harian berdasarkan umum seseorang:

  • Balita: 10 gram/hari
  • Anak usia 5-12 tahun: 19-34 gram/hari
  • Remaja 12-18 tahun: 46 gram untuk perempuan dan 52 gram untuk laki-laki.
  • Dewasa: 46 gram untuk perempuan dan 56 gram untuk laki-laki.

Di luar perkiraan kebutuhan protein di atas, terdapat kondisi tertentu yang mungkin membuat seseorang membutuhkan protein lebih banyak dari kebutuhan pada umumnya. Contohnya seperti ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan asupan protein lebih dar 70 gram/ hari. Kebutuhan protein lebih juga mungkin dibutuhkan pada pasien dengan gangguan tertentu atau seseorang yang sedang menjalani diet tinggi protein.

Meskipun protein sangat penting bagi tubuh, tetapi perlu diketahui juga bahwa protein tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Protein yang berlebihan dalam tubuh juga bisa menyebabkan berbagai masalah dalam tubuh. Beberapa kondisi yang bisa timbul akibat kelebihan asupan protein adalah seperti obesitas, gangguan hati dan ginjal, gangguan jantung, dan masih banyak lagi.

Masalah yang timbul akibat protein berlebih ini tidak selalu disebabkan oleh asupan protein yang melebihi kebutuhan harian, melainkan karena asupan protein tidak diseimbangkan dengan nutrisi seperti karbohidrat atau nutrisi lainnya.

Jadi, konsumsilah protein seimbang dengan asupan nutrisi lainnya jika Anda menginginkan tubuh Anda sehat dan dapat beraktivitas sebagaimana mestinya. Selain memerhatikan asupan makanan, jangan lupa untuk selalu memerhatikan pola tidur dan berolahraga dengan rutin untuk melengkapi pola hidup sehat Anda.