Terbit: 6 Mei 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Fungsi kelenjar prostat sangat penting untuk sistem reproduksi pria. Salah satunya adalah memproduksi cairan yang menutrisi sperma. Kelenjar prostat tepat berada di depan rektum dan di bawah kandung kemih. Selengkapnya baca terus untuk mendapatkan informasi tentang apa itu kelenjar prostat, struktur, sampai fungsinya untuk sistem reproduksi pria.

7 Fungsi Kelenjar Prostat untuk Kesehatan Reproduksi Pria

Apa Itu Kelenjar Prostat?

Kelenjar prostat adalah bagian sistem reproduksi pria yang berfungsi memproduksi cairan yang memberi nutrisi dan mengangkut sperma. Kelenjar prostat terletak tepat di bawah kandung kemih pria dan mengelilingi bagian atas tabung yang mengalirkan urine dari kandung kemih (uretra).

Prostat sebenarnya bukan hanya satu tetapi banyak kelenjar, dalam jumlah 30 sampai 50, di antaranya adalah jaringan berlimpah yang mengandung banyak ikatan otot polos. Sekresi prostat adalah cairan seperti susu yang dikeluarkan ke uretra pada saat ejakulasi.

Fungsi Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat sangat penting untuk pria karena memiliki fungsi untuk membantu kelancaran sistem reproduksi. Berikut ini adalah sejumlah fungsi kelenjar prostat:

 1. Memproduksi Cairan Prostat

Fungsi kelenjar prostat yang utama adalah memproduksi dan mengeluarkan sejumlah cairan yang melindungi sperma. Saat ejakulasi, cairan ini keluar (sekitar 30-35% dari volume air mani).

Ketika menjadi basa, cairan prostat, yang berwarna keputihan dapat membantu sel-sel spermatozoa bertahan hidup dalam vagina yang bersifat asam.

2. Membantu Kesuburan

Dalam organ reproduksi pria, ada beberapa kelenjar yang berperan selama proses ejakulasi (keluarnya air mani saat hubungan seksual) antara lain:

  • Testis. Menghasilkan sel spermatozoa atau sel benih.
  • Vesikula seminalis. Menghasilkan cairan semen.
  • Prostat. Menghasilkan cairan prostat.
  • Kelenjar bulbourethral. Menghasilkan lendir pelumas.

Uretra berfungsi ganda sebagai tabung sperma selama ejakulasi dan sebagai tabung urine dari kandung kemih, kedua cairan ini keluar dari ujung penis. Bagian uretra yang mengalir melalui kelenjar prostat disebut uretra prostat dan panjangnya sekitar 3 sentimeter.

Prostate-specific antigen (PSA) adalah protein yang diproduksi oleh sel-sel kelenjar prostat yang normal dan juga ganas. Tes PSA dapat mengukur tingkat PSA dalam darah pria. Dalam tes ini, sampel darah dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Hasilnya sering kali dilaporkan sebagai nanogram PSA per mililiter darah.

3. Membantu Mengurangi Infeksi Saluran Kemih

Fungsi kelenjar prostat juga sangat penting dalam melindungi uretra dari infeksi saluran kemih yang tampaknya jauh lebih jarang pada pria daripada wanita. Oleh karenanya sangat penting untuk menjaga organ reproduksi pria.

4. Memompa Sperma

Kelenjar prostat merupakan otot yang berfungsi memompa sperma keluar melalui penis dengan kekuatan yang cukup untuk masuk ke dalam vagina. Ini dapat membantu sperma berhasil mencapai leher rahim dan membantu kehamilan.

5. Membantu Kepuasan Seksual

Selain membantu sperma mencapai leher rahim, fungsi kelenjar prostat juga membantu mencapai kepuasan seksual pria. Pemompaan kelenjar prostat yang memiliki kekuatan untuk memancarkan sperma benar-benar menimbulkan kenikmatan seks tersendiri.

6. Sebagai G-spot Pria

Prostat adalah G-spot pria atau sebagai titik rangsangan ketika berhubungan intim. Stimulasi prostat dapat menghasilkan respons seksual sangat kuat dan orgasme intens pada pria yang mendapatkan teknik seksual ini.

Kemampuan pria untuk mengontrol ejakulasi di prostat juga dapat menyebabkan orgasme berlangsung lama dan tidak cepat mengeluarkan sperma.

7. Mengatur dan Membantu Menghasilkan Testosteron

Kelenjar prostat adalah sistem reproduksi pria yang mengandung enzim penting, yakni 5alpha-reductase. Enzim ini mengubah hormon testosteron dalam tubuh menjadi dihydrotestosterone (DHT) yang 10 kali lebih kuat daripada testosteron sederhana.

DHT memiliki beberapa tujuan termasuk dorongan dan fungsi seksual pria. Seiring waktu, penumpukan racun dalam prostat dapat memengaruhi produksi enzim ini, yang kemudian menyebabkan penurunan gairah seks pada pria seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: 7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Pembentukan Sperma

Struktur dan Bagian Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat adalah reproduksi pria yang terbagi menjadi beberapa zona, di antaranya:

  • Zona pusat. Zona ini merupakan area yang mengelilingi saluran ejakulasi yang berasal dari saluran Wolffian dalam embrio manusia.
  • Zona transisi. Merupakan area di dekat pusat yang mengelilingi uretra. Ini berasal dari sinus urogenital.
  • Zona perifer. Zona yang membentuk tubuh kelenjar prostat. Daerah ini terletak ke arah belakang dan berasal dari sinus urogenital.
  • Zona fibromuscular anterior (stroma). Zona ini terbuat dari jaringan otot dan fibrosa.

Bagian Lobus Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat terbagi menjadi beberapa lobus, berikut penjelasannya:

  • Lobus anterior. Lobus ini digunakan untuk menggambarkan bagian anterior kelenjar yang terletak di depan uretra. Ini tanpa jaringan kelenjar yang terbentuk sepenuhnya dari jaringan fibromuskuler.
  • Lobus median. Ini merupakan bagian berbentuk kerucut dari kelenjar yang terletak di antara dua saluran ejakulasi dan uretra.
  • Lobus Lateral (lobus kanan dan kiri). Lobus yang membentuk massa utama kelenjar dan berkelanjutan secara posterior. Ini dipisahkan oleh uretra prostat.
  • Lobus lateral. Lobus dipisahkan oleh alur vertikal datar yang ada di belakang prostat. Penutup ini juga memiliki banyak jaringan kelenjar.
  • Lobus posterior. Lobus yang digunakan oleh beberapa orang untuk menggambarkan bagian postero-medial dari lobus lateral yang dapat dipalpasi melalui rektum selama melakukan digital rectal exam (DRE) atau pemeriksaan dubur secara digital.

Gangguan Fungsi Kelenjar Prostat

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan masalah medis pada prostat, di antaranya:

1. Prostatitis

Prostatitis adalah peradangan (pembengkakan) kelenjar prostat yang bisa sangat menyakitkan dan mengganggu, tetapi biasanya akan segera mereda. Prostatitis dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi biasanya antara usia 30 hingga 50 tahun. Biasanya penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik.

2. Pembesaran Prostat

Ini disebut benign prostatic hypertrophy (BPH) atau hipertrofi prostat jinak, merupakan pertumbuhan prostat yang memengaruhi hampir semua pria berusia di atas 50 tahun. Gejalanya sulit buang air kecil yang cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Penggunaan obat-obatan atau pembedahan dapat mengobati BPH.

3. Kanker Prostat

Ini adalah bentuk kanker yang paling umum pada kaum pria (selain kanker kulit), tetapi hanya 1 dari 41 pria yang meninggal karena kanker prostat. Pengobatan kanker prostat bisanya melalui pembedahan, radiasi, terapi hormon, dan kemoterapi.

 

  1. Reacher, James. 2019. 10 Amazing Functions of the Prostate Gland. https://prostate.net/10-amazing-functions-of-the-prostate-gland/. (Diakses pada 6 Mei 2020)
  2. Hoffman, Matthew. 2018. Picture of the Prostate. https://www.webmd.com/men/picture-of-the-prostate#1. (Diakses pada 6 Mei 2020)
  3. Anonim. 2020. Prostatitis. https://www.nhs.uk/conditions/prostatitis/. (Diakses pada 6 Mei 2020)
  4. Anonim. Tanpa Tahun. Lobes of the Prostate. https://training.seer.cancer.gov/prostate/anatomy/lobes.html. (Diakses pada 6 Mei 2020)
  5. Anonim. Tanpa tahun. Prostate Gland. https://biologydictionary.net/prostate-gland/. (Diakses pada 6 Mei 2020)
  6. Newman, Tim. 2018. What is the prostate gland?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319859. (Diakses pada 6 Mei 2020)
  7. Anonim. Tanpa tahun. Prostate Gland. https://www.medicinenet.com/image-collection/prostate_gland_picture/picture.htm. (Diakses pada 6 Mei 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi