Terbit: 20 April 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Fungsi gendang telinga pada dasarnya untuk menangkap suara yang membantu pendengaran manusia. Normalnya, manusia memiliki gendang telinga pada masing-masing sisi telinganya. Ingin tahu lebih jelas gendang telinga berfungsi untuk apa? Yuk simak penjelasan lebih lanjut tentang gendang telinga dan informasi terkait lainnya.

Mengenal 4 Fungsi Gendang Telinga dan Cara Merawatnya dengan Benar

Apa Itu Gendang Telinga?

Gendang telinga adalah lapisan tipis berwarna keabuan yang membatasi antara telinga bagian luar dengan telinga bagian tengah. Walaupun tipis, gendang telinga tidak mudah pecah karena memiliki kelenturan yang baik.

Gendang telinga biasanya memiliki bentuk bulat dengan diameter sekitar 10 mm. Ketebalan gendang telinga memiliki kisaran sekitar 0,1 mm. Ketegangan gendang telinga bisa berubah-ubah menyesuaikan getaran suara yang masuk.

Bagian-Bagian Gendang Telinga

Dalam istilah medis, gendang telinga dikenal dengan istilah membran timpani. Membran timpani atau gendang telinga terdiri dari beberapa bagian. Anda perlu mengetahui apa saja bagian-bagian yang ada di dalam gendang telinga.

Berikut ini adalah beberapa bagian gendang telinga (membran timpani):

1. Pars Flaccida

Pars flaksida adalah gendang telinga bagian atas yang posisinya lebih tinggi dari cekungan maleus. Ada dua lapisan yang terdapat di bagian pars flaccida ini. Kedua lapisan tersebut tidak memiliki jaringan ikat pada bagian tengahnya.

2. Pars Tensa

Selebihnya bagian telinga yang bukan pars flaccida adalah pars tensa. Hampir sebagian besar bagian gendang telinga termasuk ke dalam pars tensa. Pars tensa gendang telinga terdiri dari tiga lapisan.

Lapisan terluar pars tensa disusun oleh lapisan epidermis. Di bagian tengah terdapat lapisan fibrosa. Lapisan tengah tersebut merupakan tempat melekatnya tangkai maleus. Di bagian dalam terdapat lapisan mukosa.

Fungsi Gendang Telinga bagi Manusia

Gendang telinga berfungsi untuk apa sih? Gendang telinga pada dasarnya untuk membantu pendengaran manusia. Selengkapnya berikut penjelasan beberapa fungsi dari gendang telinga:

1. Menerima Getaran Suara

Fungsi gendang telinga yang pertama adalah untuk menerima getaran suara dari luar yang tersalur lewat lubang telinga. Tidak sampai pada penerimaan saja, gendang telinga berguna untuk tahap selanjutnya.

2. Mengubah Getaran Suara secara Mekanik

Setelah menerima getaran suara maka masih ada fungsi gendang telinga yang berikutnya. Gendang telinga berfungsi untuk mengubah getaran suara tersebut secara mekanis. Fungsi selanjutnya adalah menyalurkan getaran ke tulang-tulang pendengaran.

3. Menyalurkan Getaran Suara ke Telinga Tengah

Getaran suara yang diterima bisa disalurkan ke telinga tengah akibat perubahan getaran suara secara mekanik pada gendang telinga. Perubahan tersebut mengakibatkan gendang telinga berfungsi untuk menggetarkan tulang-tulang pendengaran sehingga getaran tersalurkan. Getaran tersebut pun akhirnya bisa sampai ke telinga dalam hingga menuju otak untuk diproses informasinya.

4. Mencegah Serangga Serangga Masuk

Fungsi gendang telinga juga sebagai pembatas antara telinga luar dan tengah. Ini berperan penting untuk mencegah serangga masuk ke dalam telinga tengah.

Baca Juga: Anatomi Telinga Manusia: Bagian dan Fungsinya

Bisakah Gendang Telinga Rusak?

Posisi gendang telinga memang berada di dalam telinga. Akan tetapi, ini bukan berarti gendang telinga tidak bisa rusak. Gelindang telinga bisa rusak dan bentuk kerusakannya bisa menyebabkan gendang telinga pecah (perforasi) atau berlubang.

Penyebab Gendang Telinga Rusak

Gendang telinga bisa rusak karena dua hal, yaitu trauma dan infeksi telinga tengah (otitis media), berikut penjelasannya:

1. Trauma

Penyebab gangguan fungsi gendang telinga karena trauma bisa diakibatkan adanya gelombang bunyi yang sangat keras seperti halilintar, ledakan, atau audio keras.

Trauma lainnya bisa dikarenakan jatuh menyamping yang cukup parah atau pukulan sehingga telinga tertekan dan membuat membran timpani atau gendang telinga rusak. Apabila Anda mengorek telinga sangat dalam maka bisa menyebabkan trauma pada gendang telinga.

2. Infeksi Bakteri

Gendang telinga juga bisa rusak karena infeksi bakteri. Infeksi tersebut menyerang tulang-tulang pendengaran yang ada di telinga bagian tengah. Telinga tengah yang telah terinfeksi berdampak pada fungsi gendang telinga.

Pada kasus otitis media yang parah, di dalam telinga tengah akan terdapat cairan. Cairan tersebut lambat laun membuat gendang telinga menjadi rusak dan robek. Gendang telinga berfungsi untuk mendengar, jika rusak membuat gendang telinga menjadi tidak utuh.

3. Perubahan Tekanan di Luar Telinga

Beberapa kondisi dapat menyebabkan perubahan tekanan di telinga dan menyebabkan gendang telinga berlubang. Ini dikenal sebagai barotrauma, dan ini dapat disebabkan oleh tekanan di luar telinga secara drastis berbeda dari tekanan di dalam telinga.

Berikut beberapa aktivitas yang dapat menyebabkan barotrauma:

  • Selam skuba (scuba diving)
  • Melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang
  • Mengemudi di dataran tinggi
  • Gelombang kejut
  • Dampak langsung yang kuat ke telinga

Apa Akibatnya Jika Gendang Telinga Rusak?

Kerusakan membran timpani sehingga menjadi robek atau pecah membuat gendang telinga menjadi tidak utuh seperti sediakala. Ketidakutuhan tersebut memengaruhi fungsi gendang telinga.

Gendang telinga yang rusak akan mengalami gangguan dalam hal penerimaan dan penyaluran getaran suara dari luar. Tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa mengakibatnya terjadinya gangguan pendengaran.

Gangguan pendengaran yang mungkin terjadi adalah tuli konduktif. Tuli konduktif adalah jenis ketulian yang dikarenakan adanya gangguan terhadap distribusi getaran suara. Hal ini berbeda dengan tuli sensorik yang dikarenakan adanya masalah pada sistem pendengaran.

Perawatan Gendang Telinga Rusak

Gendang telinga yang pecah (perforasi membran timpani) bisa dideteksi. Apabila Anda merasa telinga menjadi sakit atau adanya gangguan pendengaran maka Anda bisa pergi ke dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan).

Dokter spesialis THT akan memeriksa gendang telinga dengan alat bantu yaitu otoskop. Otoskop adalah alat untuk memeriksa telinga yang dilengkapi dengan senter cahaya agar bisa melihat kondisi di dalam telinga dengan lebih jelas.

Apabila kondisi gendang telinga baik-baik saja maka akan terlihat gendang telinga tetap berwarna keabuan dan utuh. Namun, dokter bisa mendeteksi adanya perforasi membran timpani bilamana dokter THT melihat gendang telinga tidak utuh.

Baca Juga: 9 Fungsi Daun Telinga yang Sangat Penting bagi Kehidupan Manusia

Perforasi membran timpani yang diakibatkan oleh otitis media akan menunjukkan gendang telinga yang berwarna kemerahan. Kemerahan pada gendang telinga diakibatkan karena peradangan.

Selain itu, akan ditemukan juga cairan yang keluar atau nanah dari telinga tengah bila dikarenakan otitis media. Nanah tersebut menandakan adanya infeksi bakteri yang tidak berhasil dilawan oleh sel-sel darah putih.

Setelah pemeriksaan dilakukan dan didapatkan penyebabnya maka dokter THT akan merekomendasikan penanganan sesuai dengan penyebabnya. Jika karena otitis media maka Anda akan diberikan obat dan tindakan lainnya seperti penerapan patch atau operasi timpanoplasti.

Cara Membersihkan Telinga dengan Aman

Cara teraman untuk menghilangkan kotoran dari telinga adalah dengan mengunjungi dokter, ini untuk mencegah cedera pada gendang telinga. Dokter dapat menggunakan alat khusus, seperti sendok cerumen, forceps, atau alat penghisap, untuk membersihkan penyumbatan.

Jika Anda memilih untuk membersihkannya di rumah, berikut ini beberapa cara membersihkan telinga yang paling aman:

1. Kain Lembap

Menggunakan cotton bud dapat mendorong kotoran lebih dalam ke saluran telinga. Oleh karenanya, gunakanlah kapas lembap hanya di bagian luar telinga, atau cobalah menyekanya dengan handuk basah yang hangat.

2. Pelembut Kotoran Telinga

Biasanya apotek menjual obat tetes telinga yang dapat melembutkan kotoran telinga. Obat tetes ini biasanya merupakan solusi yang aman. Obat tetes ini mungkin mengandung minyak mineral, minyak bayi, gliserin, peroksida, hidrogen peroksida, dan saline.

Masukkan sejumlah obat tetes yang ditentukan ke dalam telinga, tunggu beberapa saat, kemudian tiriskan atau bilas telinga. Selalu ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan. Hubungi dokter jika gejala berlanjut setelah perawatan.

3. Semprotan Telinga

Anda juga dapat memilih untuk mengairi telinga menggunakan semprotan telinga. Cara ini adalah untuk membilas saluran telinga menggunakan air atau larutan garam dengan lembut.  Semprotan telinga biasanya lebih efektif jika Anda pertama kali menggunakan beberapa jenis pelembut kotoran telinga 15 hingga 30 menit sebelum membilasnya.

_

Itu dia penjelasan tentang gendang telinga, fungsi gendang telinga hingga perawatan gendang telinga yang rusak. Jika Anda merasakan adanya kelainan pada pendengaran atau kondisi lainnya terkait gendang telinga, segera periksakan ke dokter spesialis THT ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Tympanic membrane. https://www.anatomynext.com/tympanic-membrane/. (Diakses 20 April 2020).
  2. Marcin, Ashley. 2016. Tips for Cleaning Your Ears Safely. https://www.healthline.com/health/how-to-clean-your-ears#best-practices. (Diakses 20 April 2020).
  3. Roth, Erica dan Jewell T. 2016. Eardrum Rupture. https://www.healthline.com/health/ruptured-eardrum. (Diakses 20 April 2020).
  4. Universitas Airlangga: Tinjauan Pustaka (Telinga). http://repository.unair.ac.id/25568/12/12.%20Bab%202.pdf. (Diakses 22 Februari 2019).
  5. USU: Tinjauan Pustaka (Telinga). http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/39318/Chapter%20ll.pdf?sequence=4&isAllowed=y. (Diakses 22 Februari 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi