9 Fungsi Air Ketuban bagi Janin, Setiap Ibu Harus Tahu!

warna-dan-fungsi-air-ketuban-bagi-janin-doktersehat

DokterSehat.Com – Air ketuban adalah cairan yang pasti selalu ada di setiap tubuh ibu hamil. Cairan ketuban ini mulai ada di dalam rahim setelah 12 hari kehamilan. Terdapat sebuah selaput atau kantung yang melapisi seluruh air ketuban. Air ketuban ini memiliki ciri-ciri dan beberapa fungsi. Namun, sebelumnya Anda perlu tahu informasi lain tentang air ketuban ini.

Apa sih yang dimaksud dengan air ketuban?

Pada awalnya air ketuban hanyalah berupa air yang berasal dari tubuh ibu. Selama masa kehamilan, ibu hamil memang mengalami peningkatan cairan tubuh. Inilah alasan yang menyebabkan wanita hamil menjadi sangat haus untuk trimester pertama.

Jadi, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan air ketuban? Air ketuban adalah cairan berwarna kekuningan yang ada di dalam rahim mengelilingi janin. Di awal, warna air ketuban nampak bening karena hanya merupakan air. Namun, pada usia kehamilan 12 minggu, ginjal janin sudah mulai berfungsi.

Dengan begitu, janin sudah mulai untuk buang air kecil.  Air seni dari janin inilah yang menyebabkan warna air ketuban menjadi kekuningan. Air seni dari janin akan terus bercampur dengan air ketuban selama masa kehamilan sehingga menyebabkan warna air ketuban semakin berwarna kuning tetapi tidak berbau seperti urin.

Produksi dan volume air ketuban

Saat usia kandungan mencapai minggu ke-10, volumen air ketuban hanyalah 30-35 cc. Dan pada usia kandungan 15 minggu, volume air ketuban telah meningkat menjadi 125-150 cc. Sudah disinggung sebelumnya bahwa janin sudah mulai buang air kecil di usia kandungan ke-12 pekan.

Semakin lama, air seni yang dihasilkan oleh janin memang semakin lebih banyak. Pada saat janin berusia 18 pekan, dia sudah mulai buang air kecil 7-14 cc/ hari. Dan saat janin berusia lebih dari 38 pekan, air seni yang dihasilkan mencapai 650 cc/ hari. Wah, berarti semakin lama semakin banyak dong yah volume air ketuban yang dikandung oleh ibu hamil?

Tenang, jangan khawatir. Selama di dalam rahim, janin tidak hanya akan mengeluarkan air senin saja tetapi janin juga meminum air ketuban tersebut. Yaks!! Mungkin ini terdengar menjijikan. Anda perlu tahu bahwa janin akan baik-baik saja. Jadi, janin Anda akan minum dari air ketuban dan akan mengeluarkan air seninya kembali ke air ketuban tersebut.

Aktivitas inilah yang membuat air ketuban tidak akan mengalami ledakan volume malah akan cenderung berkurang. Hal ini dikarenakan volume air ketuban ibu hamil akan mencapai batas maksimum pada pekan ke-38 sampai 40 pekan yakni sekitar 900 -1500 cc. Setelah itu, air ketuban akan mengalami penyusutan karena janin akan minum lebih banyak dibanding mengeluarkan air seni.

Baca juga: Penyebab Air Ketuban Menyusut dan Cara Mengatasinya

Ciri-ciri air ketuban

Air ketuban tentunya tidak sama dengan cairan yang lainnya. Air ketuban memang memiliki ciri-ciri tersendiri. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri air ketuban:

Warna air ketuban

Ciri-ciri air ketuban yang pertama adalah dari warnanya. Warna air ketuban yang normal adalah kuning pucat

Bau air ketuban

Bau merupakan ciri-ciri air ketuban yang selanjutnya. Seharusnya air ketuban tidak berbau aneh walau berupa urin karena telah bercampur dengan cairan vagina dan bintik-bintik darah.

Struktur air ketuban

Struktur air ketuban yang tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental dan lengket merupakan ciri-ciri air ketuban yang terakhir.

Fungsi air ketuban

Air ketuban di dalam rahim diciptakan bukan tanpa fungsi. Air ketuban pada janin memiliki banyak fungsi. Berikut ini adalah fungsi air ketuban yang harus diketahui oleh setiap ibu:

1. Melindungi janin

Fungsi air ketuban yang sangat penting adalah melindungi janin dari trauma langsung, panas, atau kedinginan. Selain itu, fungsi air ketuban juga bisa menahan janin apabila ada tekanan dari luar.

2. Mendukung tumbuh kembang

Selain itu, fungsi air ketuban juga untuk mendukung tumbuh kembang janin. Air ketuban berfungsi terhadap perkembangan sistem paru-paru, pencenaan, otot, tulang, dan sistem imun janin.

3. Sebagai kasur air

Air ketuban tidak hanya berfungsi untuk perlindungan. Akan tetapi fungsi air ketuban juga untuk kenyamanan. Air ketuban bagaikan kasur air yang empuk bagi janin.

Baca juga: Beberapa Mitos dan Penyebab Ketuban Pecah Dini

4. Kontrol suhu

Fungsi air ketuban berikutnya adalah sebagai pengontrol suhu. Air ketuban ini mengisolasi janin dan menjaganya tetap hangat. Selain itu, air ketuban juga dapat mempertahankan suhu yang teratur.

5. Pengendalian infeksi

Tahukah Anda bahwa fungsi air ketuban juga bisa untuk pengendalian infeksi? Hal ini dikarenakan cairan ketuban mengandung antibodi sehingga mampu melawan bakteri.

6. Mendukung pembentukan jari yang sempurna

Sifat air ketuban yang melumaskan memiliki fungsi untuk mencegah bagian tubuh seperti jari dan jari kaki tumbuh bersama. Waspadalah bila air ketuban dalam jumlah kurang karena bisa membentuk anyaman pada jari-jari kaki.

7. Dukungan tali pusat

Fungsi air ketuban yang lain adalah untuk mendukung fungsi tali pusat. Tali pusat inilah yang mengangkut makanan dan oksigen dari plasenta ke janin yang sedang tumbuh.

8. Sebagai penyuci hama saat persalinan

Air ketuban juga berfungsi untuk menyuci hama atau zat-zat yang asing pada saat persalinan sebelum bayi lahir. Jadi, saat bayi terlahir, seluruh hama atau zat-zat asing yang tidak baik sudah dibersihkan lebih dulu.

9. Mempermudah pembukaan

Fungsi air ketuban yang terakhir adalah untuk mempermudah pembukaan. Air ketuban meratakan tekanan ke seluruh dinding rahim sehingga terjadi pembukaan serviks uteri sehingga persalinan pun menjadi lebih mudah.

 

Sumber:

  1. Fajar, Chandranita, dan Bagus Gde Manuaba. 2007. Pengantar Kuliah Bstetri. Jakarta: EGC
  2. Ronizen, Michael F. 2010. Having A Baby: Panduan Modern Kehamilan yang Bahagia, Sehat, dan Cerdas. Penerjemah: Lala HD. Bandung: Qanita.