Berapa Kali Pria Harus Ejakulasi agar Tubuhnya Sehat?

ejakulasi-biar-sehat-doktersehat

DokterSehat.Com – Bagi seorang pria, masalah ejakulasi adalah sesuatu yang sangat krusial. Ejakulasi tidak hanya berhubungan dengan aktivitas seks dan kepuasan saja. Lebih dari itu, ejakulasi juga memberikan banyak manfaat untuk tubuh khususnya dalam hal menjaga kesehatan alat reproduksi. Tanpa melakukan ejakulasi, bisa saja pria mendapatkan beberapa efek samping.

Berapa kali ejakulasi agar sehat?

Anda mungkin pernah mendengar penelitian yang mengatakan kalau dalam satu bulan melakukan ejakulasi sekitar 21 kali, risiko kanker prostat akan menurun. Itulah kenapa dalam satu minggu seorang pria disarankan untuk ejakulasi 4-5 kali. Sayangnya angka 21 dianggap terlalu besar dan berlebihan, untuk mereka yang sudah tua tentu tidak akan mampu ejakulasi atau bercinta selama 21 kali.

Terlepas dari 21 kali ejakulasi dalam satu bulan, Anda disarankan untuk lebih rutin melakukan ejakulasi, minimal sekali dalam seminggu. 2-3 kali seminggu jauh lebih baik karena tidak berlebihan dan tidak terlalu kecil. Kehidupan seseorang akan berjalan dengan lancar. Kalau ejakulasi dilakukan lebih intens, dikhawatirkan justru mengganggu fisik dan mental.

Apakah bisa mencegah kanker prostat?

Salah satu manfaat dari ejakulasi adalah membuang radikal bebas atau kotoran yang ada di prostat. Saat ejakulasi terjadi, prostat akan mengeluarkan cairan mani sebelum akhirnya bercampur dengan sperma. Kalau cairan prostat sering dikuras, kemungkinan besar akan selalu bersih sehingga kumunculkan sel kanker akan kecil.

Selain masalah ejakulasi, perlu diingat lagi kalau kanker prostat dipengaruhi oleh banyak hal. Apa yang dimakan oleh pria dan kebiasaan yang dilakukan seperti sering merokok juga bisa meningkatkan kemungkinan itu. Jadi, jangan hanya mengandalkan masalah ejakulasi saja kalau hal lain justru diabaikan.

Apakah ada manfaat dari ejakulasi?

Ejakulasi memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Pria yang mengalami ejakulasi akan mengalami penurunan libido. Dampaknya mereka tidak akan terus terobsesi dengan seks. Selanjutnya ejakulasi yang terjadi secara intens juga akan membuat tubuh mengeluarkan cukup banyak hormon oksitoksin yang membuat tubuh jadi lebih relaks.

Tubuh yang relaks bisa menurunkan stres yang dimiliki oleh tubuh. Kalau Anda sedang stres, lakukan seka dengan pasangan. Kualitas tidur akan mengalami peningkatan, itulah kenapa beberapa orang suka melakukan seks atau masturbasi baru bisa tidur dengan nyenyak. Terakhir, dengan rutin melakukan ejakulasi khususnya saat seks, daya tahan tubuh akan mengalami peningkatan.

Apakah ejakulasi dari masturbasi dan seks berbeda?

Satu pertanyaan besar yang sering sekali diajukan oleh pria, kira-kira ejakulasi dari seks dan masturbasi sama atau berbeda? Jawabannya adalah sama secara umum. Pria akan mendapatkan sensasi orgasme yang sama meski tingkat intensitasnya berbeda-beda. Selain itu pria juga bisa lebih puas saat melakukan seks daripada melakukan masturbasi atau solo seks.

Lantas mana yang lebih baik, jawabannya adalah tergantung dengan kebutuhan Anda dan kondisi saat ini. Kalau memiliki pasangan mungkin seks bisa dilakukan. Namun, kalau belum memiliki pasangan, masturbasi mungkin cara yang paling aman. Kalau Anda melakukan seks dengan bukan pasangan, bisa saja berisiko mendapatkan penyakit menular seks yang berbahaya.

Apakah pria bisa kehabisan sperma kalau sering ejakulasi?

Mitos tentang ejakulasi memang banyak beredar di sekitar pria. Ada yang mengatakan kalau sering ejakulasi bisa membuat sperma jadi habis. Kalau sudah habis Anda tidak bisa mendapatkan keturunan. Jadi, lebih baik tidak ejakulasi sering-sering sebelum menikah. Mitos ini sebenarnya salah kaprah karena seorang pria tidak akan pernah kehabisan sperma.

Dalam satu detik, tubuh akan menghasilkan sekitar 1.500 sel sperma baru. Jadi dalam satu hari saja ada jutaan sperma yang dihasilkan. Kalau Anda ejakulasi terus-menerus seperti lebih dari sekali dalam sehari, kemungkinan besar, sperma yang dihasilkan akan lebih sedikit dibandingkan kalau tidak ejakulasi selama beberapa hari.

Apa yang terjadi pada sperma yang tidak dikeluarkan?

Sperma yang tidak dikeluarkan secara langsung baik melalui aktivitas seks atau melalui masturbasi akan diserap lagi oleh tubuh. Beberapa sperma juga akan dikeluarkan melalui nocturnal emission atau mimpi basah. Itulah kenapa seorang pria yang lama tidak ejakulasi biasanya sering ejakulasi secara tidak sadar.

Intinya Anda boleh ejakulasi sesuai dengan kebutuhan dan juga kondisi tubuh. Selama Anda merasa nyaman dan tidak terjadi gangguan pada tubuh, berarti tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan. Namun, kalau sampai muncul kecanduan, kendalikan ejakulasi dengan baik.

Kapan kita harus menahan diri untuk tidak ejakulasi?

Sebenarnya setiap orang memiliki alasan sendiri-sendiri mengapa mereka memutuskan untuk tidak ejakulasi. Ada yang melakukannya karena pengaruh kepercayaan, misal sedang menjalankan puasa sehingga menahan tidak ejakulasi sama halnya dengan menahan hawa nafsu agar tidak berlebihan.

Beberapa orang tidak melakukan ejakulasi terlalu sering karena mereka menganggap ejakulasi membuat seseorang jadi malas. Kalau ejakulasi dilakukan sesekali saja mungkin tidak akan memengaruhi fisik dan mental. Namun, kalau dilakukan terlalu sering bisa menyebabkan gangguan fisik seperti lemas dan mental seperti kecanduan.

Alasan terakhir mengapa beberapa orang menahan diri untuk tidak melakukan ejakulasi adalah meningkatkan kemungkinan pembuahan. Kalau tidak melakukan ejakulasi selama 2-3 hari, jumlah sperma yang akan dikeluarkan lebih banyak sehingga kemungkinan melakukan pembuahan akan lebih besar.

Inilah beberapa ulasan tentang ejakulasi yang dialami oleh pria dan efeknya pada tubuh. Secara umum, mengalami ejakulasi khususnya yang berasal dari seks bisa meningkatkan ketenangan seseorang, stres jadi menurun, hingga menjaga kesehatan kardiovaskular karena seks mirip seperti olahraga. Nah, bagaimana dengan Anda? Berapa kali ejakulasi setiap bulannya?