Manfaat dan Efek Fototerapi untuk Bayi Kuning

inilah-manfaat-dan-efek-samping-fototerapi-untuk-bayi-kuning-doktersehat
Photo Source: Unicef.org

DokterSehat.Com – Kasus bayi kuning sering terjadi pada bayi baru lahir dan berujung pada fototerapi. Beberapa ibu mulai cemas mendengar hal tersebut menjelang kelahiran bayinya. Apabila Anda juga merasakan kecemasan yang sama maka Anda jangan terlalu cemas apalagi menjadi panik bila ternyata bayi yang Anda lahirkan termasuk bayi kuning.

Daripada dihantui oleh rasa cemas dan khawatir tentang bayi kuning dan efek samping fototerapi, akan lebih baik jika Anda mengetahui lebih jauh tentang bayi kuning dan fototerapi. Baca terus untuk mengetahui pengertian, gejala & penyebab bayi kuning dan pengertian, manfaat, dan efek samping fototerapi.

Pengertian bayi kuning

Supaya Anda tidak salah paham tentang bayi kuning, ada baiknya Anda memahami dengan baik apa sih yang dimaksud dengan bayi kuning. Bayi kuning atau ikterus bukanlah suatu penyakit. Bayi kuning merupakan suatu kondisi di mana kulit bayi terlihat kuning yang terjadi pada bayi baru lahir.

Gejala bayi kuning

Gejala pertama bayi kuning adalah menguningnya kulit dan mata bayi. Penguningan dimulai dalam dua hingga empat hari setelah lahir dan dimulai dari wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Tingkat bilirubin biasanya mencapai puncak antara 3 hingga 7 hari setelah lahir.

Anda perlu tahu bahwa setelah menekan ringan pada kulit bayi menyebabkan daerah kulit bayi menjadi kuning, itu mungkin tanda ikterus. Cara mudah mendeteksi byi kuning pada bayi berkulit terang adalah dengan menekan lembut daerah dahi dengan jari tangan. Sedangkan pada bayi berkulit gelap, penekanan secara lembut dilakukan pada telapak tangan atau mata.

Di bawah ini termasuk ke dalam gejala bayi kuning yang serius selain gejala utama yang sudah disebutkan :

  • Bayi sering dan cepat mengantuk
  • Warna feses pucat
  • Tidak bisa menyusu dengan baik
  • Urin bayi berwarna gelap
  • Perut atau tungkai kuning
  • Kesulitan menambah berat badan
  • Susah menyusu
  • Mudah menangis dan merengek
  • Mudah mengantuk

Baca juga: Benarkah Semua Kondisi Bayi Kuning Berbahaya?

Penyebab bayi kuning

Mengutip dari Fakultas Kedokteran Universitas Michigan, bayi kuning disebabkan oleh beberapa hal, seperti di bawah ini :

1. Fisiologis

Ini merupakan penyebab pbayi kuning yang paling umum pada bayi baru lahir. Hampir setengah dari semua bayi kuning dikarenakan sebab ini. Hati pada bayi belum berkembang sempurna sehingga bilirubin mengalami hambatan untuk dibuang melalui air seni dan tinja.

Bilirubin yang menyimpan pigmen kuning pun tertahan dan menyebar melalui darah. Penyebab bayi kuning ini biasanya menghilang pada usia 1 hingga 2 minggu, dan kadar bilirubin tidak berbahaya. Solusinya cukup dengan menjemur bayi dan terus memberinya ASI.

2. Kesulitan menyusu

Penyebab bayi kuning merupakan kelanjutan dari penyebab bayi kuning yang pertama. Bayi tersebut memiliki penyebab bayi kuning secara fisiologis tetapi mengalami kesulitan menyusu sehingga bayi tidak cukup minum ASI. Penyebab bayi kuning secara fisiologis pun menjadi tidak bisa diatasi.

3. Zat tertentu di dalam ASI

Bayi kuning juga bisa disebabkan karena kandunga zat tertentu di dalam ASI. Zat ini menyebabkan usus bayi Anda menyerap lebih banyak bilirubin dan membuatnya kembali ke dalam tubuhnya dari biasanya. Bila bayi memiliki penyebab bayi kuning ini, biasanya akan tampak mulai pada usia 4 hingga 7 hari. Kondisi bayi kuning akan berlangsung 3 hingga 10 minggu.

4. Ketidakcocokan golongan darah (Rhesus atau ABO)

Jika bayi dan ibu memiliki tipe darah yang berbeda, biasanya ibu akan memproduksi antibodi yang menghancurkan sel darah merah yang baru. Hal ini menyebabkan penumpukan bilirubin secara tiba-tiba di dalam darah bayi.

Penyebab bayi kuning jenis ini cukup serius dan berdampak serius pada perkembangan bayi bila tidak cepat ditangani. Sekarang, penyebab bayi kuning karena golongan darah atau rhesus dapat dicegah jika ibu diberi suntikan RhoGAM dalam waktu 72 jam setelah melahirkan.

Pengobatan bayi kuning

Anda sudah mengetahui empat penyebab bayi kuning. Pada penyebab bayi kuning yang terkait masalah rhesus dan golongan darah diatasi dengan suntikan. Namun, untuk penyebab bayi kuning lainnya memiliki pengobatan yang berbeda. Upaya pengobatan tersebut adalah dengan fototerapi.

Penggunaan fototerapi masih meninggalkan kekhawatiran di hati para orang tua. Para orang tua khususnya para ibu akan memiliki beberapa pertanyaan terkait fototerapi. Apakah fototerapi aman untuk bayi? Apakah ada manfaat fototerapi untuk mengobati bayi kuning? Dan apakah efek samping fototerapi? Baca terus untuk mengetahui semua jawbannya.

Baca juga: Perawatan Bayi Kuning Setelah Lahir

Apakah fototerapi aman untuk bayi kuning?

Penggunaan fototerapi sebagai pengobatan untuk bayi kuning telah aman digunakan selama lebih dari empat puluh tahun. Fototerapi untuk bayi kuning menggunakan sinar biru. Sinar biru yang digunakan cukup aman dan tidak memiliki efek yang sama seperti paparan langsung terhadap sinar UV yang berbahaya.

Fototerapi akan segera dihentikan ketika tingkat bilirubin sudah dalam batas aman. Lama penggunaan fototerapi untuk bayi kuning biasanya membutuhkan satu atau dua hari. Fototerapi umumnya sangat efektif untuk penyakit kuning pada bayi baru lahir dan memiliki sangat sedikit efek samping.

Pengertian fototerapi

Fototerapi adalah perawatan untuk menghilangkan bilirubin dalam darah dengan menggunakan cahaya. Kulit dan darah bayi Anda akan menyerap gelombang cahaya melalui fototerapi.

Gelombang cahaya ini diserap oleh kulit dan darah bayi Anda dan menurunkan tingkat bilirubin dalam darah bayi Anda melalui proses yang disebut foto-oksidasi. Foto-oksidasi yaitu proses menambahkan oksigen ke bilirubin sehingga mudah larut dalam air. Hal ini memudahkan hati bayi untuk memecah dan mengeluarkan bilirubin dari darahnya.

Ada dua jenis utama fototerapi.

1. Fototerapi konvensional

Fototerapi di mana bayi kuning diletakkan di bawah lampu halogen atau fluorescent dengan mata tertutup. Bayi kuning berada dalam kondisi tersebut dalam 1-2 hari dan hanya memakai popok saja.

2. Fototerapi fibreoptic

Fototerapi di mana bayi kuning berbaring di atas selimut yang menyatukan kabel-kabel fibreoptic. Cahaya berjalan melalui kabel fibreoptic dan menyinari punggung bayi kuning.

Manfaat fototerapi

Apakah penggunaan fototerapi bagi bayi kuning benar-benar memiliki manfaatnya? Mungkin Anda memiliki pertanyaan tersebut. Bahkan menurut dokter Khalaf Mreihil, seorang dokter anak di Rumah Sakit Anak dan Remaja Akershus University Hospital (Ahus), mengatakan bahwa penggunaan fototerapi adalah pengobatan bayi kuning yang paling efektif.

Selain manfaat yang telah disebutkan, terdapat beberapa manfaat fototerapi lainnya yang perlu Anda ketahui. Manfaat fototerapi sebagai upaya pengobatan bayi kuning bisa Anda lihat di bawah ini.

  1. Efektif menurunkan kadar bilirubin dalam darah bayi
  2. Tidak menghasilkan produk pecahan bilirubin yang beracun
  3. Pecahan bilirubin cepat dihilangkan melalui ginjal dan hati
  4. Mengurangi risiko kerusakan otak
  5. Mudah didiagnosis
  6. Mempersingkat waktu
  7. Meminimalisir pemisahan bayi dari orang tua
  8. Memberi jalan agar ibu bisa tetap memberikan ASI

Efek samping fototerapi

Bayi kuning di bawah semua jenis perawatan fototerapi akan memiliki beberapa efek samping. Akan tetapi, tidak perlu khawatir karena efek samping fototerapi pada bayi kuning hanyalah sedikit dan bersifat sementara waktu asalkan fototerapi yang dilakukan secara jangka pendek.

Berikut ini adalah efek samping fototerapi pada bayi kuning :

  1. Penurunan waktu transit usus, dengan tinja yang encer dan kehijauan
  2. Penambahan berat badan yang lambat
  3. Ruam pada kulit
  4. Perubahan warna urin
  5. Kulit bayi menjadi memerah, memutih atau kecokelatan