Terbit: 5 Juni 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Folikulitis adalah penyakit kulit yang menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan peradangan. Penyakit ini tidak berbahaya, namun jika parah menyebabkan rambut rontok, meluas, dan menimbulkan bekas luka permanen. Simak informasi lengkapnya tentang definisinya, gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya di bawah ini!

Folikulitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Folikulitis?

Folikulitis adalah peradangan pada folikel (akar) rambut yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit kulit ini ditandai dengan benjolan merah kecil atau jerawat di sekitar folikel rambut. Folikel adalah rongga kulit tempat rambut tumbuh.

Folikulitis yang ringan kemungkinan akan hilang dalam beberapa hari setelah mendapatkan perawatan yang tepat, sedangkan kondisi yang lebih serius atau berulang mungkin harus mengunjungi dokter untuk mendapatkan resep obat yang tepat.

Ciri dan Gejala Folikulitis

Awalnya gejala tampak seperti ruam, bercak benjolan merah kecil, atau jerawat (berwarna kuning atau putih) pada folikel. Seiring waktu, kondisi ini dapat menjalar ke folikel rambut di sekitarnya dan akan berkembang menjadi luka bernanah. Kondisi ini dapat bertahan dalam waktu singkat atau bertahan lama.

Berikut ini tanda dan gejala folikulitis yang tampak pada kulit:

  • Kumpulan benjolan atau jerawat (berwarna merah, putih, atau kuning)
  • Kulit merah
  • kulit meradang
  • Luka bernanah
  • Luka berkerak
  • Gatal
  • Rasa sakit
  • Sensasi terbakar dan nyeri
  • Terasa lunak
  • Pembengkakan
  • Demam ringan

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Jika folikulitis menjalar ke bagian tubuh lainnya atau tanda dan gejala tidak hilang setelah beberapa hari, segera ke dokter kulit. Dokter mungkin akan memberikan antibiotik atau obat antijamur untuk membantu mengendalikan gejalanya.

Penyebab Folikulitis

Folikulitis adalah penyakit kulit yang sering disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus, virus, dan jamur melalui kontak dengan orang yang terinfeksi atau menyentuh benda pribadi yang terkontaminasi (handuk, sabun, atau pakaian) atau di kolam dan spa yang tidak bersih. Penyakit kulit ini bahkan dapat disebabkan oleh rambut yang tumbuh ke dalam folikel.

Faktor Risiko Folikulitis

Berikut sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami folikulitis:

  • Memiliki jerawat atau dermatitis.
  • Memiliki kondisi medis yang mengurangi resistensi terhadap infeksi seperti diabetes, leukemia kronis, dan HIV/AIDS.
  • Memakai obat tertentu, di antaranya krim steroid atau terapi antibiotik jangka panjang untuk jerawat.
  • Bercukur (shaving).
  • Mengenakan pakaian yang tidak menyerap keringat, seperti jaket, sarung tangan karet atau sepatu bot.
  • Berendam di air atau kolam yang tidak bersih.

Diagnosis Folikulitis

Guna memastikan penyakit kulit, dokter cenderung mendiagnosis penyakit ini berdasarkan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa kulit, mencatat gejala, dan meninjau riwayat medis pasien dan keluarganya.

Apabila infeksi meluas atau tidak respons terhadap pengobatan, dokter dapat mengambil swab kulit yang terinfeksi untuk memeriksa keberadaan bakteri yang menyebabkan folikulitis. Selain itu, biopsi kulit mungkin diperlukan untuk mengesampingkan kemungkinan penyebab lain semisal keganasan kulit.

Baca Juga: 11 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Dikenali dan Cara Mengobatinya

Cara Mengobati Folikulitis

Ada banyak obat yang tersedia untuk mengatasi jenis penyakit kulit ini. Tergantung pada penyebabnya, obat dapat diresepkan untuk mengobati infeksi bakteri atau jamur. Obat antiinflamasi juga dianjurkan untuk meringankan rasa sakit.

Sejumlah bentuk pengobatan untuk folikulitis adalah krim antibiotik topikal, antibiotik oral, krim antijamur topikal, sampo antijamur, antijamur oral, kortikosteroid oral, krim steroid, atau salep untuk folikulitis.

Selain pengobatan di atas, berikut beberapa cara mengobati folikulitis:

1. Lancing/Excisi

Dokter terkadang akan mengeringkan benjolan atau jerawat dengan membuat sayatan kecil pada lesi untuk mengeringkan nanah. Tujuan prosedur ini untuk mengeluarkan sumber infeksi,  mengurangi rasa sakit, dan mempercepat pemulihan.

4. Pengobatan di Rumah

Jika cara mengobati folikulitis secara medis tidak menjadi pilihan bagi Anda, berikut sejumlah pengobatan rumahan yang sangat efektif untuk mengobati folikulitis:

  • Kompres hangat. Mengompres dengan handuk hangat pada kulit yang terkena dapat mengurangi rasa gatal dan mengeluarkan nanah. Lakukan kompres hingga 20 menit dan ulangi sesuai kebutuhan.
  • Obat bebas. Beberapa obat bebas seperti krim topikal dan gel tersedia untuk mengobati folikulitis.
  • Menjaga kebersihan. Mencuci secara perlahan pada yang terkena sebanyak dua kali sehari dengan sabun lembut dapat membantu mengurangi infeksi. Selalu gunakan tangan yang bersih dan lap mandi tidak disarankan karena dapat menyebabkan iritasi. Gunakan handuk bersih untuk mengeringkan dan cuci handuk setelah digunakan untuk mengurangi risiko penularan infeksi.
  • Berendam air hangat. Berendam dalam bak air hangat dapat membantu mengurangi gatal dan rasa sakit yang terkait dengan folikulitis. Mencampur oatmeal dalam bak dapat membantu karena memiliki sifat antiinflamasi atau bisa menggunakan satu cangkir soda kue untuk meredakan gejala.
  • Melindungi kulit. Menghindari pakaian ketat atau iritasi untuk mengurangi risiko kulit terpapar bahan kimia dan produk perawatan kulit yang keras. Hindari mencukur dan menggosok kulit jika memungkinkan. Jika ingin bercukur, selalu gunakan pelumas dan pastikan pisau bersih dan tajam.

Baca Juga: 8 Obat Alami untuk Mengatasi Penyakit Kulit yang Manjur

Komplikasi Folikulitis

Meskipun folikulitis tidak berbahaya dan tidak mengancam jiwa, kondisi yang parah dapat menyebabkan beberapa komplikasi berikut:

  • Furunculosis (bisul di bawah kulit).
  • Rambut rontok permanen karena kerusakan folikel.
  • Bekas luka atau bercak gelap.
  • Infeksi folikel berulang.
  • Selulitis (infeksi kulit).
  • Infeksi yang menyebar ke bagian kulit lainnya.

Pencegahan Folikulitis

Menjaga kebersihan kulit adalah hal yang utama dalam mencegah folikulitis, namun ada hal lainnya yang perlu dihindari atau kurangi paparan terhadap penyebabnya.

Berikut ini adalah sejumlah hal yang harus dihindari untuk mencegah folikulitis:

  • Pakaian ketat, terutama yang kasar.
  • Pakaian yang mengiritasi.
  • Bahan kimia keras atau produk perawatan pribadi yang mengiritasi.
  • Cara mencukur yang tidak benar.
  • Alat cukur tumpul atau kotor.
  • Gesekan yang disebabkan oleh mencukur atau menggosok area yang terinfeksi.
  • Berendam di bak dan kolam air panas yang kotor.
  • Membiarkan badan dan pakaian berkeringat terlalu lama.

Sedangkan berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencegah folikulitis:

  • Mencukur ke arah pertumbuhan rambut dan menggunakan pisau cukur listrik.
  • Menggunakan lotion yang tidak menyumbat pori-pori untuk menjaga kulit tetap lembap.
  • Mandi setelah berkeringat banyak.
  • Menerapkan kompres hangat untuk menenangkan iritasi dan mengurangi rasa sakit.
  • Mencuci handuk setelah digunakan sampai gejala mereda.

 

  1. Fischer, Kristen. 2017. Folliculitis. https://www.healthline.com/health/folliculitis. (Diakses pada 5 Juni 2020)
  2. Leonard, Jayne. 2020. Everything you need to know about folliculitis. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318551#Prevention. (Diakses pada 5 Juni 2020)
  3. Mayo Clinic Staff. 2018. Folliculitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/folliculitis/symptoms-causes/syc-20361634. (Diakses pada 5 Juni 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi