Terbit: 7 Februari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Flu Singapura adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus dari genus enterovirus, tetapi paling sering adalah coxsackievirus. Penyakit ini tergolong sangat menular dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan tangan. Dalam istilah medis, penyakit ini dikenal dengan nama hand-foot-and-mouth disease (penyakit tangan, kaki, dan mulut) ini dapat terjadi pada segala usia, tetapi lebih sering menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Flu Singapura: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

Gejala Flu Singapura

Gejala mulai muncul atau berkembang sekitar tiga hingga tujuh hari setelah awal infeksi, yang dikenal sebagai periode inkubasi.

Secara umum, berikut beberapa gejala flu Singapura:

  • Demam
  • Kehilangan selera makan
  • Mudah marah dan rewel pada bayi atau balita
  • Sakit tenggorokan
  • Merasa tidak enak badan
  • Sariawan yang terasa menyakitkan di lidah, gusi dan bagian dalam pipi yang menjadi merah dan mengkilat
  • Ruam merah pada telapak tangan, telapak kaki dan terkadang bokong

Demam biasanya merupakan tanda pertama, diikuti nyeri tenggorokan, sakit menelan, sariawan, dan kadang-kadang lemas serta hilangnya nafsu makan.

Hari pertama dan kedua setelah demam terjadi, anak akan mengalami peradangan yang hebat di tenggorokan dan mukosa mulut. Selain di tangan, kaki, dan bokong, bintil-bintil kemerahan juga dapat muncul di lipatan paha, siku dan lutut, yang dapat terjadi satu sampai dua hari kemudian.

Kemerahan di kulit dimulai dengan bercak merah datar, yang nantinya berubah menjadi warna mengkilat yang tampak dalam satu sampai dua hari. Kemerahan yang tampak pada telapak tangan maupun telapak kaki biasanya tidak terasa gatal.

Kapan Harus Ke Dokter?

Flu Singapura adalah penyakit ringan yang tidak memerlukan perawatan spesifik, dan biasanya hanya menyebabkan demam selama beberapa hari dan gejalanya akan hilang dalam dua minggu.

Namun, jika luka pada mulut atau sakit tenggorokan membuat anak kesulitan untuk makan dan minum. Jika gejala flu Singapura tidak kunjung hilang setelah beberapa hari, atau semakin memburuk, segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Penyebab Flu Singapura

Penyakit ini paling sering disebabkan oleh virus coxsackievirus A16, tetapi terkadang dapat pula disebabkan oleh enterovirus 71. Virus tersebut hidup dalam cairan hidung dan tenggorokan, air ludah, tinja, serta cairan pada ruam kulit, dan sangat mudah ditularkan ke orang lain melalui kontak langsung.

Flu Singapura ditularkan melalui udara yang terkontaminasi dengan cara berikut:

  • Percikan air ludah
  • Bersin
  • Batuk

Penyebaran flu Singapura juga ditularkan melalui cara berikut:

  • Menyentuh benda yang terkontaminasi virus coxsackievirus, yang mungkin masuk melalui mulut
  • Menyentuh cairan ruam kulit dari orang yang terinfeksi jenis flu ini
  • Menyentuh permukaan yang terkontaminasi tinja

Jika anak pernah terkena penyakit ini, maka sistem kekebalan tubuhnya akan mampu melawan serangan virus di kemudian hari. Namun, hal ini tidaklah menjadi jaminan anak tidak bisa terkena flu Singapura lagi. Hal itu dikarenakan enterovirus dengan strain yang berbeda dapat berkembang di kemudian hari.

Faktor Risiko Flu Singapura

Anak kecil berisiko tinggi terkena flu Singapura. Bahkan risiko meningkat jika hendak pergi ke penitipan anak atau ke sekolah karena virus dapat menyebar dengan cepat di tempat umum.

Anak-anak biasanya membentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit setelah terkena virus. Inilah sebabnya mengapa penyakit ini jarang menyerang anak di atas usia 10 tahun. Namun, bukan tidak mungkin bagi orang dewasa untuk terkena infeksi, terutama jika mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Baca Juga: Influenza – Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

Diagnosis Flu Singapura

Flu Singapura dapat didiagnosis melalui gejala yang dialami oleh penderita sehingga tidak memerlukan pemeriksaan khusus. Namun pemeriksaan darah, feses, atau swab tenggorokan untuk memastikan ada tidaknya penyakit terkadang diperlukan.

Swab tenggorokan atau spesimen tinja dapat diambil dan dikirim ke laboratorium untuk menentukan virus yang menyebabkan penyakit. Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan yang bisa membedakan dengan penyakit lain, di antaranya:

1. Usia Penderita

Flu Singapura paling sering terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun.

2. Mengenali Pola Gejala

Gejala flu Singapura awalnya ditandai dengan demam dan sakit tenggorokan, diikuti sariawan dan bintik-bintik di mulut dan kemudian di telapak tangan dan telapak kaki.

3. Tampak Luka dan Ruam

Ruam pada kaki dan tangan tampak kemerahan dan berisi cairan atau melepuh. Sedangkan luka pada mulut tampak seperti sariawan berwarna kuning keabuan disertai dengan tepi kemerahan dan terasa sakit.

Pengobatan Flu Singapura

Penyakit ini biasanya tidak membutuhkan pengobatan, karena biasanya infeksi akan hilang dengan sendirinya dalam waktu tujuh sampai 10 hari.

Perawatan di rumah sudah cukup untuk meringankan gejala, dengan memberikan banyak air minum untuk meringankan sakit tenggorokan.

Perlu diingat, hindari makanan yang asam dan pedas, karena dapat menyebabkan luka semakin memburuk. Obat flu Singapura yang dapat diberikan oleh dokter adalah obat penghilang rasa sakit dan obat untuk meredakan demam.

Guna membantu mengurangi ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh flu Singapura, maka direkomendasikan untuk:

  • Memastikan anak beristirahat secara cukup dan mengonsumsi banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan. Minum cukup cairan, dianjurkan susu atau jus untuk memberikan asupan nutrisi.
  • Mengonsumsi obat flu Singapura seperti antinyeri (OAINS), parasetamol, atau ibuprofen, jika memang dibutuhkan, namun jika demam tidak terlalu tinggi, tidak perlu obat penurun panas.
  • Makan makanan yang lembut agar tidak menyakiti radang di mulut dan tenggorokan.
  • Menghindari makanan dan minuman yang asam dan bersoda.
  • Menghindari makanan pedas.
  • Mencuci mulut dengan air hangat setelah makan.
  • Senantiasa mencuci tangan sebelum dan setelah makan atau setelah buang air besar atau buang air kecil.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Obat Flu, Pilek dan Batuk

Komplikasi Flu Singapura

Komplikasi yang paling sering terjadi dari flu Singapura adalah dehidrasi, karena luka di mulut dan tenggorokan menyebabkan kesulitan minum dan menelan.

Meski penyakit yang tergolong ringan, namun suatu bentuk coxsackievirus yang langka dan kadang-kadang serius dapat menyerang otak dan menyebabkan komplikasi berikut:

  • Meningitis 

Adalah infeksi radang selaput (meningen) dan cairan serebrospinal yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

  • Radang Otak

Merupakan peradangan otak yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini termasuk parah dan berpotensi mengancam jiwa.

Pencegahan Flu Singapura

Penderita flu Singapura dapat dengan mudah menularkan virusnya pada tujuh hari pertama. Setelah gejala mereda, virus masih bisa bertahan dalam tubuh penderita selama beberapa hari hingga beberapa minggu, dan dapat menyebar melalui tinja atau ludah. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk pencegahan, di antaranya:

  • Hindari mencium anak yang sedang menderita flu Singapura.
  • Ajari anak untuk tidak berbagi peralatan makan atau minum dengan orang lain.
  • Jika terinfeksi, istirahatkan anak Anda di rumah untuk sementara waktu hingga kondisinya benar-benar pulih. Ini untuk mencegah penyakit menular ke orang lain.
  • Bersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus (peralatan makan, meja, pakaian, dan sprei) dengan menggunakan air dan sabun.
  • Biasakan anak untuk menjaga kebersihan diri seperti rutin mencuci tangan khususnya setelah BAB. Hal ini penting dilakukan karena anak-anak di bawah usia 10 tahun rawan tertular penyakit.

 

 

  1. Anonim. Hand-foot-and-mouth disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hand-foot-and-mouth-disease/symptoms-causes/syc-20353035. (Diakses 7 Februari 2020).
  2. Anonim. Facts About Hand-Foot-and-Mouth Disease. https://www.webmd.com/children/guide/hand-foot-mouth-disease#1. (Diakses 7 Februari 2020).
  3. Anonim. Hand, foot and mouth disease. https://www.hse.ie/eng/health/az/h/hand,-foot-and-mouth-disease/. (Diakses 7 Februari 2020).
  4. Marissa dan Elizabeth B. 2016. Hand, Foot, and Mouth Disease. https://www.healthline.com/health/hand-foot-mouth-disease#symptoms. (Diakses 7 Februari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi