Terbit: 26 Februari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Bagaimana cara mengatasi flu saat hamil yang aman? Saat seorang wanita dinyatakan hamil, maka segala sesuatu yang terjadi pada tubuhnya bisa memengaruhi janin yang sedang dikandungnya. Saat ibu hamil terserang flu, ia juga tidak diperbolehkan mengonsumsi obat tanpa arahan dari dokter. Sebuah penelitian menemukan bahwa flu saat hamil dapat meningkatkan kemungkinan keguguran, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah.

flu-saat-hamil-doktersehat

Penyebab Flu saat Hamil

Seperti penyebab flu pada umumnya, flu saat hamil juga disebabkan oleh penyebab yang sama yaitu virus influenza. Kondisi yang bisa memengaruhi hidung, tenggorokan, sinus, dan saluran udara bagian atas ini bisa menyebabkan bersin, sakit tenggorokan, dan batuk.

Selain itu, perubahan sistem kekebalan tubuh, jantung, dan paru-paru selama kehamilan membuat wanita hamil lebih rentan terhadap penyakit parah akibat flu, termasuk penyakit yang berakibat rawat inap.

Pada beberapa kasus, flu saat hamil juga bisa mengembangkan bronkitis, yang kemudian dapat berubah menjadi pneumonia. Namun, terdapat komplikasi yang lebih serius terkait dengan flu selama kehamilan—meskipun ini kasus yang jarang terjadi, antara lain:

  • Syok septik
  • Meningitis
  • Ensefalitis atau radang otak

Cara Mengatasi Flu saat Hamil

Karena flu adalah salah satu penyakit ringan, banyak ibu hamil yang mengonsumsi obat non-resep untuk mengatasi kondisi yang dialaminya. Meski terdapat banyak obat yang dapat dikonsumsi, ibu hamil harus waspada apakah obat tersebut aman bagi janinnya.

Namun, wanita hamil harus menghindari ibuprofen atau acetaminophen, dan harus konsultasi dengan dokter sebelum minum obat bebas atau obat resep.

Akan tetapi, jika acetaminophen benar-benar diperlukan, wanita hamil dapat mengonsumsinya dalam dosis yang paling sedikit dan sesingkat mungkin. Lantas, bagaimana cara mengatasi flu saat hamil yang aman?

1. Banyak Istirahat

Cara mengatasi flu saat hamil yang pertama dan paling mudah adalah dengan banyak beristirahat. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan daya tahan Bumil.

2. Konsumsi Banyak Cairan

Jika flu disertai dengan sakit tenggorokan, sepertinya Anda harus banyak mengonsumsi cairan. Konsumsi cairan menjadi penting karena dapat mengganti cairan tubuh yang hilang akibat demam.

3. Konsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin C dan Zinc

Fokuslah pada makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, jeruk bali, kiwi, nanas, blackberry, raspberry, tomat, kangkung, brokoli dan bayam. Selain vitamin C, konsumsi makanan yang tinggi zinc seperti daging merah tanpa lemak, dada ayam tanpa kulit, sereal, telur, buncis, bayam, kangkung dan biji labu kuning

4. Konsumsi Vitamin Prenatal

Jika asupan makanan yang mengandung vitamin C dan zinc belum terpenuhi, pilihlah vitamin prenatal yang menawarkan vitamin C dan zinc. Selain itu, vitamin lain yang tidak boleh terlewatkan adalah folat, kalsium, dan nutrisi lain yang dibutuhkan oleh janin.

5. Madu

Guna mengurangi batuk atau flu ketika hamil, cara alami yang bisa digunakan adalah mengonsumsi madu yang dicampur dengan minuman hangat.

6. Air Hangat

Selain diminum, uap air hangat juga bisa digunakan untuk meredakan flu. Jika memungkinkan cobalah mandi dengan air hangat kemudian konsumsi sup ayam untuk membantu meredakan peradangan.

7. Obat-obatan

Idealnya, seorang ibu hamil harus menghindari untuk mengonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran, terutama selama tiga bulan pertama kehamilan. Kondisi seperti pilek, nyeri, demam, atau sakit ringan tidak perlu diobati. Namun, jika diperlukan untuk mengonsumsi obat, paracetamol adalah obat yang aman dikonsumsi. Meski begitu, sebelum minum obat apapun selama hamil, konsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu.

Namun, seperti halnya obat yang diminum selama kehamilan, gunakan paracetamol dengan dosis yang rendah. Jika dosis paracetamol tidak mengurangi kesakitan, minta saran lebih lanjut dari dokter.

Selain paracetamol, beberapa obat dianggap aman setelah 12 minggu kehamilan, antara lain:

  • Obat gosok yang digunakan di dada, pelipis, dan di bawah hidung.
  • Nasal strips.
  • Acetaminophen untuk sakit, nyeri, dan demam, namun harus sesuai dengan anjuran dokter.
  • Calcium-carbonate atau obat serupa untuk mulas, mual, atau sakit perut.
  • Sirup obat batuk biasa.

8. Menghindari Stres

Menurunkan stres saat hamil dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh, terutama jika Anda mengala flu saat hamil

9. Senam Hamil

Cara mengatasi flu saat hamil yang terakhir mungkin bagi beberapa ibu hamil sulit untuk dilakukan karena perubahan fisik dialaminya. Padahal, rutin berolahraga bagus untuk kekebalan tubuh ibu dan kondisi otak janin.

Pada akhirnya, meski kondisi ini adalah keadaan yang tidak berbahaya, Anda perlu waspada untuk komplikasi flu yang lebih serius, seperti pneumonia. Jika Anda ragu untuk melakukan perawatan di rumah, konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

  1. Anonim. Cold and flu during pregnancy. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/cold-and-flu-during-pregnancy. (Diakses pada 26 Februari 2020).
  2. de Bellefonds, Colleen. 2019. Flu During Pregnancy: What You Need to Know to Stay Safe. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/flu-during-pregnancy/. (Diakses pada 26 Februari 2020).
  3. Fletcher, Jenna. 2019. Flu during pregnancy: What to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327343. (Diakses pada 26 Februari 2020).
  4. Healthline Editorial Team. 2017. How to Treat a Cold or Flu When You’re Pregnant.
    https://www.healthline.com/health/cold-flu/treating-during-pregnancy. (Diakses pada 26 Februari 2020).
  5. Howland, Genevieve. 2019. Flu During Pregnancy – Natural Remedies
    https://www.mamanatural.com/flu-during-pregnancy/. (Diakses pada 26 Februari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi