Terbit: 22 April 2021 | Diperbarui: 23 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Obat flu bayi umumnya tidak diperlukan karena kondisi ini biasanya akan hilang sendiri dalam beberapa hari. Lantas, bagaimana mengenali bahwa bayi membutuhkan obat atau penanganan khusus? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Seberapa Penting Penggunaan Obat Flu Bayi? Simak Penjelasannya

Cara Mengatasi Flu pada Bayi

Pada dasarnya, obat flu batuk bayi tidak diperlukan karena beberapa perawatan rumahan sederhana dapat membantu meredakan gejala. Namun jika bayi Anda terlihat kesulitan bernapas, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Perlu Anda ketahui, antibiotik tidak bisa digunakan karena obat ini tidak bekerja untuk melawan virus flu. Cobalah untuk membuat bayi Anda lebih nyaman dengan tindakan seperti menyedot lendir hidung dan menjaga kelembapan udara di ruangan.

Penggunaan obat flu yang dijual bebas sebaiknya dihindari pada bayi. Obat batuk dan pilek tidak aman untuk bayi dan anak kecil. Berikut adalah beberapa obat flu bayi yang bisa Anda gunakan, di antaranya:

Obat Penurun Demam

Demam adalah respons alami anak saat menghadapi serangan virus, jadi obat ini mungkin membantu jika anak mengalami demam ringan. Berikan obat sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan atau sesuai anjuran dokter.

Obat pereda nyeri dan deman yang dijual bebas seperti acetaminophen dan ibuprofen dapat meredakan ketidaknyamanan yang terkait dengan demam. Namun, obat-obatan ini tidak membunuh virus flu.

Penting untuk diketahui, jangan berikan acetaminophen pada anak di bawah usia 3 bulan. Selain itu, jangan berikan obat ini pada bayi jika ia mengalami dehidrasi atau muntah terus-menerus.

Anak-anak dan remaja yang sembuh dari cacar air atau memiliki gejala mirip flu tidak boleh mengonsumsi aspirin. Obat ini telah dikaitkan dengan sindrom Reye, sebuah penyakit langka yang berpotensi mengancam jiwa.

Perawatan Rumahan

Guna membantu meredakan gejala flu pada bayi, terutama selama bulan-bulan musim dingin, cobalah tips berikut ini:

  • Menghilangkan lendir. Hidung yang tersumbat dapat membuat bayi merasa tidak nyaman, sehingga ia sulit bernapas dan sulit tidur. Gunakan bulb syringe untuk mengeluarkan lendir yang berlebih dengan lembut. Obat tetes hidung saline yang dijual bebas juga dapat melembutkan lendir sebelum menyedotnya.
  • Tingkatkan kelembapan. Gunakan cool-mist humidifier di kamar bayi. Udara lembap dapat mengurangi hidung tersumbat dan membuat pernapasan lebih mudah.
  • Oleskan salep pelembap. Sedikit petroleum jelly di bawah hidung bayi dapat membantu mencegah kulit merah, pecah-pecah, dan nyeri.
  • Meningkatkan asupan cairan. Tingkatkan asupan cairan untuk menggantikan cairan yang hilang karena demam atau pilek. Selain itu, berikan asupan makanan yang kaya akan vitamin C. Jika bayi Anda belum makan makanan padat, tingkatkan asupan susunya.
  • Ketahui obat mana yang aman untuk diberikan dan kapan. Acetaminophen aman untuk bayi usia 2 bulan ke atas, sedangkan ibuprofen aman untuk bayi 6 bulan ke atas. Selalu periksa kondisi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memberikan obat pada anak.

Mencegah Flu pada Bayi

Ini adalah kondisi yang tidak selalu dapat dicegah, terutama selama musim dingin ketika virus sering beredar. Akan tetapi, Anda dapat menurunkan risiko bayi terkena flu dengan tips berikut:

  • Jauhkan bayi dari siapa pun yang sedang pilek.
  • Sering-seringlah mencuci tangan. Minta siapa pun yang menggendong bayi Anda untuk mencuci tangan.
  • Bersihkan mainan bayi sesering mungkin.
  • Hindari bayi dari asap rokok karena dapat membuat bayi lebih mudah sakit.

Baca Juga: 9 Obat Flu Alami yang Paling Manjur untuk Anak dan Dewasa

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Pada sebagian besar kasus, pilek biasa pada bayi tidak perlu mendapatkan penanganan dari dokter kecuali Anda khawatir sesuatu yang lebih serius seperti COVID-19. Tetapi jika bayi Anda berusia di bawah 3 bulan atau jika bayi Anda terkena flu pertama, ada baiknya untuk konsultasi dengan dokter, terutama jika Anda memiliki kekhawatiran berlebih.

Berikut ini adalah tanda dan gejala pada bayi di mana orang tua harus segera konsultasi dengan dokter, antara lain:

  • Demam 38 derajat celcius atau lebih tinggi.
  • Kesulitan bernapas.
  • Tidak mau makan atau minum.
  • Tanda-tanda dehidrasi, seperti tidak ada air mata atau popok basah lebih sedikit dari biasanya.
  • Kantuk yang tidak biasa.

Selain itu, konsultasi dengan dokter diperlukan jika kondisi tidak membaik setelah seminggu/lebih atau jika gejalanya semakin memburuk

Pada akhirnya, pilek yang disebabkan oleh virus adalah sesuatu yang umum terjadi pada bayi baru lahir. Bahkan bayi yang disusui bisa pilek, meski imunitasnya lebih besar dibanding bayi yang tidak disusui.

Obat flu bayi tidak dibutuhkan karena penyakit ini bukanlah masalah yang serius. Meski begitu, Anda harus waspada bahwa penyakit ini bisa menjadi lebih serius. Pemeriksaan oleh dokter diperlukan jika bayi berusia di bawah 3 bulan, terutama jika disertai demam tinggi atau gejala lain.

Flu pada Bayi dan Sistem Kekebalan Tubuh yang Masih Lemah

Penularan flu yang utama adalah melakukan kontak dekat dengan sumber penularan sekitar 1-2 hari sebelumnya. Proses penyebaran penyakit tidak hanya melalui bersin, tetapi juga dapat melalui sentuhan dari seseorang yang mengalami flu.

Flu yang terjadi pada bayi juga memiliki tanda seperti orang dewasa yaitu bersin, batuk, keluarnya ingus dari hidung, atau hidung tersumbat. Meskipun bayi belum memiliki pertahanan yang sempurna untuk melawan virus, bakteri atau penyakit, sebenarnya bayi sudah memiliki sistem imun yang cukup untuk menghadapi flu.

Hal itulah yang membuat obat flu bayi tidak dibutuhkan karena bayi dapat sembuh dengan sendirinya. Bayi yang batuk atau bersin adalah reaksi tubuhnya dalam menghadapi virus. Pada akhirnya, pemberian obat harus konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, karena penggunaan obat untuk bayi pada umumnya hanya untuk meredakan gejala.

 

  1. Anonim. 2020. When Your Baby Has a Cold. https://www.webmd.com/children/guide/identify-child-cold-symptoms. (Diakses pada 22 April 2021).
  2. Anonim. Common cold in babies. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold-in-babies/diagnosis-treatment/drc-20351657. (Diakses pada 22 April 2021).
  3. Bellefonds, Colleen de. 2020. Colds in Babies: Causes, Symptoms, Tips and Remedies. https://www.whattoexpect.com/first-year/health-and-safety/colds-in-babies/. (Diakses pada 22 April 2021).
  4. Whelan, Corey. 2020. What You Should Know About Colds in Newborn Babies. https://www.healthline.com/health/childrens-health/colds-in-newborns#other-treatments. (Diakses pada 22 April 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi