Terbit: 6 Oktober 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Fibrilasi ventrikel adalah salah satu jenis gangguan jantung. Seperti apakah kondisi ini? Simak informasi selengkapnya mulai dari ciri dan gejala, penyebab, diagnosis, hingga metode pengobatan dan pencegahannya.

Fibrilasi Ventrikel: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Fibrilasi Ventrikel?

Fibrilasi ventrikel (ventricular fibrillation)adalah gangguan jantung—tepatnya irama jantung—yang ditandai dengan cepat dan tidak menentunya detak jantung akibat impuls listrik yang abnormal. Kondisi ini mengakibatkan ventrikel—ruang pompa jantung—bergetar sia-sia.

Bergetar sia-sia di sini maksudnya adalah, jantung hanya berdetak tanpa menjalankan fungsinya yaitu memompa darah ke seluruh tubuh. Fibrilasi ventrikel (FV) pun lantas menyebabkan tekanan darah akan turun drastis yang mana hal ini berdampak pada terhentinya suplai darah ke organ vital tubuh.

Ciri dan Gejala Fibrilasi Ventrikel

Gangguan jantung ini dapat diidentifikasi dari sejumlah ciri atau gejalanya. Ciri-ciri yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Nyeri dada
  • Detak jantung cepat (takikardia)
  • Kepala pusing
  • Mual
  • Napas pendek

Gejala-gejala tersebut biasanya akan berlangsung selama kurang lebih 1 jam sebelum akhirnya penderita akan hilang kesadaran.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Fibrilasi ventrikel adalah keadaan darurat medis sehingga penderita harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang tadi sudah disebutkan, terlebih jika sudah sampai menyebabkan hilangnya kesadaran. Pasalnya, kondisi ini jika tidak segera ditangani dapat mengancam keselamatan jiwa.

Perawatan darurat untuk FV meliputi resusitasi kardiopulmoner (CPR) dan kejutan ke jantung dengan alat yang disebut defibrilator eksternal otomatis (AED). Sementara perawatan untuk mencegah kematian jantung mendadak bagi mereka yang berisiko mengalami masalah jantung ini adalah dengan memberikan obat-obatan dan perangkat implan guna menormalkan kembali irama jantung.

Penyebab Fibrilasi Ventrikel

Penyebab pasti dari fibrilasi ventrikel sebenarnya belum diketahui. Akan tetapi, para ahli medis menduga hal ini umumnya terkait dengan adanya gangguan pada impuls listrik yang mengontrol detak jantung. Selain itu, terjadinya serangan jantung secara mendadak atau hilangnya aliran darah ke jantung Anda juga dapat memicu FV ini.

Ventricular fibrillation sering kali dimulai dengan takikardia ventrikel. Apa itu takikardia ventrikel? Takikardia ventrikel adalah kondisi ketika jantung berdetak sangat cepat hingga mengubah impuls listrik jantung.

Takikardia ventrikel umumnya dialami oleh mereka yang otot jantungnya mengalami kerusakan atau terdapat jaringan parut sebagai akibat dari gangguan jantung lain yang pernah dialami sebelumnya. Nah, penyakit tersebut pada perkembangannya bisa memicu FV.

Faktor Risiko Fibrilasi Ventrikel

Besar kemungkinan, seseorang akan mengalami FV apabila ia juga memiliki sejumlah faktor risiko di bawah ini:

  • Riwayat penyakit jantung
  • Kelainan otot jantung (kardiomiopati)
  • Kelainan jantung bawaan
  • Konsumsi obat-obatan terlarang (metamfetamin, kokain, dsb.)
  • Kerusakan otot jantung akibat cedera
  • Kadar elektrolit tubuh tidak seimbang

Diagnosis Fibrilasi Ventrikel

Diagnosis fibrilasi ventrikel terbagi ke dalam 3 (tiga) tahapan pemeriksaan, yaitu:

  • Anamnesis
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan penunjang

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter hendak mengetahui riwayat medis pasien. Untuk itu, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan. Pertanyaan yang umum diberikan kepada pasien adalah sebagai berikut:

  • Gejala apa saja yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama gejala muncul?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya? Jika ya, seberapa sering?
  • Apakah memiliki riwayat penyakit jantung lainnya?
  • Apakah memiliki kelainan jantung?
  • Apakah pernah mengalami cedera yang menimpa otot jantung?
  • Apakah mengonsumsi obat-obatan tertentu? Jika ya, obat apa?

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pasien secara langsung. Pada kasus FV, dokter akan menyentuh area dada sebelah kiri pasien yang menjadi lokasi dari organ jantung. Dokter akan menganalisis kecepatan detak jantung.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa nadi pasien. Apabila pasien mengalami FV, seharusnya nadi tidak akan terasa.

3. Pemeriksaan Penunjang

Untuk memperkuat hasil diagnosis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang pada kasus FV meliputi:

  • X-ray, adalah pemeriksaan penunjang yang bertujuan untuk memantau kondisi jantung.
  • Ekokardiografi, adalah pemeriksaan penunjang menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan gambar jantung. Metode pemeriksaan ini membantu dokter untuk melihat apakah ada abnormalitas pada jantung baik dari ukuran maupun pembuluh darah.
  • Elektrokardiogram (EKG), adalah pemeriksaan penunjang yang tujuannya untuk merekam kelistrikan jantung dan mengidentifikasi abnormalitas dari irama jantung. Elektrokardiogram juga bisa mendeteksi pembesaran pada jantung.
  • CT Scan, sama seperti X-ray dan ekokardiografi, CT scan adalah metode pemeriksaan penunjang untuk mendapatkan citra bagian dalam tubuh. Bedanya, CT scan mampu menghasilkan gambar yang lebih jelas.
  • Multi-resonance imaging (MRI), adalah metode pemeriksaan penunjang yang mengandalkan medan magnet untuk menangkap citra bagian dalam tubuh. MRI sanggup menghasilkan gambar yang lebih detail daripada CT scan.

Selain teknik pencitraan (imaging), pemeriksaan penunjang lainnya adalah sebagai berikut:

  • Stress test, adalah tes yang dilakukan untuk memeriksa kondisi jantung ketika sedang berdenyut kencang. Biasanya, dokter akan meminta pasien untuk melakukan aktivitas yang memicu peningkatan detak jantung seperti berlari di treadmill yang sudah disediakan.
  • Tilt table test, adalah tes yang dilakukan untuk memonitor detak jantung, tekanan darah, dan kadar oksigen. Tes ini diterapkan pada pasien yang kerap pingsan atau pusing ketika duduk maupun berdiri.  
  • Holter Monitor, adalah sebuah alat yang akan dipasangkan di area dada pasien selama 24-48 jam. Melalui alat ini, dokter dapat memonitor aktivitas jantung dalam kurun waktu yang telah ditentukan tersebut.

Apabila dokter masih belum yakin dengan kondisi pasien setelah melakukan tes-tes di atas, masih ada lagi jenis tes yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Kateterisasi jantung, adalah metode pemeriksaan jantung yang dilakukan dengan cara memasukkan alat kateter melalui pembuluh darah arteri untuk mengidentifikasi apakah ada penyumbatan pada pembuluh darah tersebut.
  • Elektrofisiologi, adalah metode pemeriksaan jantung di mana dokter akan memasukkan elektroda ke dalam jantung melalui pembuluh darah kapiler. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menganalisis respons jantung.

Pengobatan Fibrilasi Ventrikel

Pengobatan fibrilasi ventrikel pada awalnya bertujuan untuk menormalkan kembali aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh sebelum terjadinya kerusakan pada organ akibat tidak adanya pasokan darah. Pengobatan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Defibrilasi, adalah metode penanganan yang bertujuan untuk memasok aliran listrik melalui dinding dada. Ini nantinya akan membuat aktivitas kelistrikan jantung kembali normal
  • Resusitasi jantung paru, adalah metode penanganan yang bertujuan untuk menggantikan peran jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh

Komplikasi Fibrilasi Ventrikel

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berujung pada komplikasi serius berupa kematian.

Pencegahan Fibrilasi Ventrikel

Apabila penyakit ini berhasil diobati, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana mencegah agar kondisi tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari. Beberapa metode pencegahan yang biasa dilakukan meliputi:

  • Angioplasti koroner, yakni dengan cara membuka pembuluh darah jantung agar darah dapat mengalir dengan lancar.
  • Implantasi defibrilator, yakni alat khusus yang berfungsi untuk menjaga irama jantung.
  • Obat-obatan, yakni dengan memberikan obat-obatan yang mayoritas berfungsi untuk mencegah terjadinya aritmia atau irama jantung tidak beraturan.

Tidak hanya itu, pasien juga akan diminta untuk menerapkan sejumlah tips-tips berikut ini:

  • Mengonsumsi makanan bergizi.
  • Rutin berolahraga.
  • Menghindari rokok.
  • Menjaga berat badan.
  • Mengendalikan kolesterol dan tekanan darah.

 

  1. Anonim. Ventricular fibrillation. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ventricular-fibrillation/diagnosis-treatment/syc-20364524 (diakses pada 6 Oktober 2020)
  2. Anonim. Ventricular Fibrillation. https://www.heart.org/en/health-topics/arrhythmia/about-arrhythmia/ventricular-fibrillation (diakses pada 6 Oktober 2020)
  3. Nall, R. 2017. Ventricular Fibrillation. https://www.healthline.com/health/ventricular-fibrillation#treatments (diakses pada 6 Oktober 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi