Penyakit Radang Panggul: Gejala, Penyebab, Obat

penyakit-radang-panggul-doktersehat

DokterSehat.Com – Penyakit radang panggul adalah infeksi pada organ reproduktif wanita seperti uterus, tuba fallopi, ovarium, atau serviks. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual dan cenderung lebih cepat menyebar pada saat menstruasi.

Penyakit radang panggul dapat melukai ovarium dan tuba fallopi, hal itu bisa mengakibatkan wanita sulit mendapatkan kehamilan hingga terjadinya kehamilan ektopik (pembuahan sel telur terjadi di luar rahim).

Gejala Radang Panggul 

Jika penderita mengalami penyakit radang panggul akut, ciri-ciri radang panggul yang muncul adalah merasakan:

  • Demam tinggi
  • Menggigil
  • Tidak nafsu makan
  • Sakit di perut bagian bawah (gejala paling umum)
  • Nyeri di perut bagian atas
  • Seks yang menyakitkan
  • Buang air kecil yang menyakitkan
  • Perdarahan tidak teratur
  • Keputihan berbau busuk
  • Kelelahan

Selain ciri-ciri radang panggul tersebut, Anda juga harus mewaspadai periode menstruasi yang lebih lama serta pendarahan yang terjadi di antara menstruasi atau setelah berhubungan seksual.

Seseorang dapat dicurigai menderita penyakit radang panggul berdasarkan sejumlah gejala radang panggul yang dialami, riwayat kesehatan serta aktivitas seksualnya. Tes yang biasa dilakukan sebagai pendukung utama adalah pengambilan sampel dari cairan vagina (swab vagina) atau dari leher rahim untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri, serta jenis bakteri yang menginfeksi.

Penyebab Radang Panggul 

Berikut adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab penyakit radang panggul, antara lain:

1. Aktivitas seksual

Kehidupan seksual dan radang panggul memiliki hubungan yang sangat erat, kecuali alat kontrasepsi intrauterine dan operasi. Selain itu, infeksi primer radang panggul juga bisa disebabkan oleh aktivitas seksual yang terlalu berlebihan.

Infeksi menular seksual (IMS) adalah salah satu penyebab radang panggul. Bakteri pada IMS, seperti chlamydia dan gonore, adalah contoh bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi pada leher rahim.

Bakteri ini dapat menyebar dari vagina hingga ke organ reproduksi bagian atas. Selain itu, beberapa bakteri yang biasanya hidup pada vagina juga dapat mengakibatkan penyakit radang panggul. Bakteri ini akan melewati vagina dan menginfeksi organ tubuh lainnya.

2. Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim

Mungkin banyak yang belum tahu bahwa alat kontrasepsi juga bisa menjadi penyebab radang panggul. Sebagian besar wanita yang menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim, tingkat risiko terkena radang panggul adalah 2-4 kali lipat lebih besar. Tentu saja radang panggul sangat erat hubungannya dengan penggunaan alat kontraseps spiral (IUD).

3. Pernah mengalami radang panggul sebelumnya

Kejadian berulang riwayat radang panggul bisa terjadi lagi. Sekitar 20-25% pasien yang terkena penyakit radang panggul ada kemungkinan kambuh lagi. Sebagian besar orang mengira hal ini adalah peradangan kronis yang disebabkan oleh serangan akut.

Selain itu, pasangan seksual yang tidak melakukan pengobatan infeksi merupakan salah satu faktor penting. Penggunaan antibodi untuk obat radang panggul digunakan agar penyakit ini tidak akan mudah kambuh kembali.

4. Usia yang lebih muda

Remaja yang berpengalaman secara seksual tiga kali lebih mungkin didiagnosis menderita penyakit radang panggul dibandingkan dengan rekan mereka yang berusia 25 hingga 29 tahun. Namun, para ilmuwan tidak tahu mengapa ini terjadi. Mungkin karena faktor biologis yang membuat wanita muda lebih rentan terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS). Itu juga bisa mencerminkan perilaku seksual yang berbeda dalam dua kelompok umur ini.

5. Ras

Wanita Afrika-Amerika memiliki risiko penyakit radang panggul tertinggi dari kelompok etnis di AS. Ini mungkin terkait dengan faktor biologis.

6. Douching

Frekuensi douching (mencuci atau membersihkan vagina dengan air atau cairan campuran lainnya) dapat meningkatkan risiko penyakit radang panggul pada wanita.

7. Melahirkan, aborsi atau keguguran

Jika bakteri memasuki vagina saat persalinan, infeksi dapat menyebar dengan lebih mudah jika serviks tidak tertutup sepenuhnya.

8. Biopsi endometrium

Biopsi endometrium di mana sampel jaringan diambil untuk analisis, meningkatkan risiko infeksi dan penyakit radang panggul berikutnya.

9. Radang usus buntu

Penyebab radang panggul ini sangat sedikit meningkatkan risiko radang panggul, jika infeksi menyebar dari usus buntu ke panggul.

Mengobati Radang Panggul 

Berikut ini beberapa perawatan untuk penyakit radang panggul meliputi:

1. Antibiotik 

Dokter akan meresepkan kombinasi obat radang panggul berupa antibiotik sesegera mungkin. Setelah menerima hasil tes lab, dokter mungkin menyesuaikan resep Anda agar lebih cocok dengan apa yang menyebabkan infeksi. Anda mungkin akan menindaklanjuti dengan dokter setelah tiga hari untuk memastikan perawatannya berhasil atau tidak.

Pastikan untuk mengonsumsi semua obat radang panggul Anda, bahkan jika mulai merasa lebih baik setelah beberapa hari. Perawatan antibiotik dapat membantu mencegah komplikasi serius tetapi tidak dapat mengembalikan kerusakan.

2. Perawatan untuk pasangan

Untuk mencegah infeksi ulang dengan IMS, pasangan atau pasangan seksual Anda harus diperiksa dan mendapatkan obat radang panggul. Pasangan yang terinfeksi mungkin tidak memiliki gejala radang panggul yang terlihat.

Jika demam dan nyeri tidak membaik setelah beberapa hari, Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan ultrasonografi panggul atau computed tomography (CT) untuk melihat apakah abses telah terbentuk. Jika mengalami abses, Anda mungkin perlu pembedahan untuk menyembuhkan infeksi.

3. Menjalani pantangan sementara 

Hindari hubungan seksual sampai perawatan selesai dan tes menunjukkan bahwa infeksi telah sembuh di di antara kedua pasangan.

Pencegahan Radang Panggul

Karena penyakit radang panggul disebabkan oleh penyakit menular seksual, maka pencegahan yang bisa dilakukan adalah selalu menjalankan aktivitas seksual yang aman seperti menggunakan kondom atau tidak berganti-ganti pasangan.

Setelah Anda menerapkan kehidupan seksual yang sehat, Anda juga dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan, antara lain:

  • Konsultasi dengan dokter mengenai kontrasepsi yang tepat untuk Anda.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin jika Anda memiliki risiko tertular infeksi menular seksual.
  • Hindarilah mencuci vagina bagian dalam dengan teknik vaginal douching, karena akan mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam vagina.

Setelah menerapkan beberapa langkah di atas, akan lebih baik pencegahan radang panggul juga dilakukan bersama pasangan. Hal ini diperlukan untuk dapat mencegah penyebaran penyakit menular seksual dan kemungkinan radang panggul berulang.

Pada umumnya, sebagian besar pasien dengan kasus penyakit radang panggul berat dapat menerima antibiotik melalui infus di rumah sakit. Pengobatan dengan antibiotik harus diselesaikan sampai tuntas sesuai dengan periode konsumsi yang dianjurkan oleh dokter agar infeksi bakteri benar-benar hilang.

Bagi penderita radang panggul yang memakai alat kontrasepsi spiral, dokter kemungkinan akan menganjurkan pencabutan alat kontrasepsi tersebut bila gejala radang panggul tidak kunjung membaik setelah beberapa hari.