3 Penyebab Radang Panggul yang Perlu Diwaspadai

Doktersehat-radang-panggul

DokterSehat.Com – Radang panggul adalah infeksi pada organ reproduktif wanita seperti uterus, tuba fallopi, ovarium, atau serviks. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual dan cenderung lebih cepat menyebar pada saat menstruasi.

Karena radang panggul dapat melukai ovarium dan tuba fallopi, hal itu bisa mengakibat wanita sulit mendapatkan kehamilan hingga terjadinya kehamilan ektopik (pembuahan sel telur terjadi di luar rahim).

Jika penderita mengalami radang panggul akut, tanda yang bisa muncul adalah merasakan demam tinggi, menggigil, tidak nafsu makan, sakit pada bagian perut, disertai dengan timbulnya gejala pada sistem pencernaan, dan sistem urine. Selain itu, Anda juga harus mewaspadai periode menstruasi yang lebih lama serta pendarahan yang terjadi di antara menstruasi atau setelah berhubungan seksual.

Seseorang dapat dicurigai menderita radang panggul berdasarkan sejumlah gejala yang dialami, rimayat kesehatan serta aktivitas seksualnya. Tes yang biasa dilakukan sebagai pendukung utama adalah pengambilan sampel dari cairan vagina (swab vagina) atau dari leher rahim untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri, serta jenis bakteri yang menginfeksi.

Berikut adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab radang panggul, antara lain:

1. Aktivitas seksual

Kehidupan seksual dan radang panggul memiliki hubungan yang sangat erat, kecuali alat kontrasepsi intrauterine dan operasi. Selain itu, infeksi primer radang panggul juga bisa disebabkan oleh aktivitas seksual yang terlalu berlebihan.

Infeksi menular seksual adalah salah satu penyebab radang panggul. Bakteri pada infeksi menular seksual, seperti chlamydia dan gonore, adalah contoh bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi pada leher rahim.

Bakteri ini dapat menyebar dari vagina hingga ke organ reproduksi bagian atas. Selain itu, beberapa bakteri yang biasanya hidup pada vagina juga dapat mengakibatkan radang panggul. Bakteri ini akan melewati vagina dan menginfeksi organ tubuh lainnya.

2. Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim

Sebagian besar wanita yang menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim, tingkat risiko terkena radang panggul adalah 2-4 kali lipat lebih besar. Tentu saja penyakit ini sangat erat hubungannya dengan penggunaan alat kontraseps spiral (IUD).

3. Pernah mengalami radang panggul sebelumnya

Kejadian berulang riwayat radang panggul bisa terjadi lagi. Sekitar 20-25% pasien yang terkena radang panggul ada kemungkinan kambuh lagi. Sebagian besar orang mengira hal ini adalah peradangan kronis yang disebabkan oleh serangan akut.

Selain itu, pasangan seksual yang tidak melakukan pengobatan infeksi merupakan salah satu faktor penting. Penggunaan antibodi untuk pengobatan penyakit radang panggul digunakan agar penyakit ini tidak akan mudah kambuh kembali.

Pencegahan Radang Panggul

Karena radang panggul disebabkan oleh infeksi menular seksual, maka pencegahan yang bisa dilakukan adalah selalu menjalankan aktivitas seksual yang aman seperti menggunakan kondom atau tidak berganti-ganti pasangan.

Setelah Anda menerapkan kehidupan seksual yang sehat, Anda juga dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan, antara lain:

  • Konsultasi dengan dokter mengenai kontrasepsi yang tepat untuk Anda.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin jika Anda memiliki risiko tertular infeksi menular seksual.
  • Hindarilah mencuci vagina bagian dalam dengan teknik vaginal douching (teknik pembersihan vagina dengan menggunakan cairan yang biasanya berasal dari bahan kimia), karena akan mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam vagina.

Setelah menerapkan beberapa langkah di atas, akan lebih baik pencegahan radang panggul juga dilakukan bersama pasangan. Hal ini diperlukan untuk dapat mencegah penyebaran infeksi menular seksual dan kemungkinan radang panggul berulang.

Pada umumnya, sebagian besar pasien dengan kasus radang panggul berat dapat menerima antibiotik melalui infus di rumah sakit. Pengobatan dengan antibiotik harus diselesaikan sampai tuntas sesuai dengan periode konsumsi yang dianjurkan oleh dokter agar infeksi bakteri benar-benar hilang.

Bagi penderita radang panggul yang memakai alat kontrasepsi spiral, dokter kemungkinan akan menganjurkan pencabutan alat kontrasepsi tersebut bila gejala tidak kunjung membaik setelah beberapa hari.