Terbit: 4 Maret 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Ada sejumlah fakta virus Corona (COVID-19) yang harus Anda ketahui agar tidak salah paham dengan wabah yang pertama kali muncul di kota Wuhan, China ini. Apa saja fakta-fakta mengenai COVID-19 tersebut? Simak informasinya berikut ini!

13 Fakta Virus Corona (COVID-19) yang Harus Dipahami, Bebas Hoax!

Fakta Virus Corona (COVID-19) yang Harus Dipahami

Mengingat banyaknya kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat, berikut ini adalah fakta virus Corona (COVID-19) yang perlu Anda ketahui dan pahami, sebagaimana dilansir dari situs resmi Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

1. Alat Pengukur Suhu Tidak Bisa Mendeteksi Virus Corona (COVID-19)

Fakta virus Corona yang pertama adalah bahwa virus yang pertama kali teridentifikasi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina ini tidak dapat dideteksi menggunakan alat pengukur suhu tubuh (thermal scanner) seperti yang dipercaya oleh sejumlah kalangan.

Alih-alih mendeteksi keberadaan virus, thermal scanner hanya berfungsi untuk mendeteksi apakah suhu tubuh seseorang berada di kisaran normal atau justru di atas suhu tubuh normal.

Dengan kata lain, alat ini sifatnya hanya sebagai medium deteksi awal infeksi virus Corona dikarenakan mereka yang terjangkit virus tersebut umumnya mengalami gejala demam.

2. Pengering Tangan Tidak Dapat Membunuh Virus Corona

Ada anggapan jika pengering tangan (hand-dryer) bisa membunuh virus COVID-19, benarkah demikian?

Faktanya, alat tersebut tidak dapat membunuh virus tersebut. Alih-alih menggunakan pengering tangan, WHO menyarankan Anda untuk rajin mencuci tangan dengan sabun maupun cairan antiseptik sebagai langkah untuk menghalau serangan COVID-19.

3. Alkohol dan Klorin yang Disemprotkan ke Tubuh Tidak Dapat Membunuh Virus Corona

Apabila virus sudah masuk ke dalam tubuh, menyemprotkan cairan mengandung alkohol atau klorin tidak lantas membuat jenis virus Corona yang satu ini mati.

Sebaliknya, bahan-bahan kimia tersebut apabila tidak digunakan secara benar justru dapat menimbulkan masalah apabila masuk ke dalam mulut atau mengenai mata. Bahan-bahan ini juga bisa saja merusak pakaian yang sedang dikenakan.

Alkohol seperti yang terkandung dalam hand sanitizer memang dapat membunuh virus dan bakteri, tapi hanya yang berada di bagian luar tubuh. Perlu diketahui juga bahwa alkohol yang efektif membunuh kuman adalah alkohol dengan kadar 75% lebih. Jika kadar alkohol di bawah angka tersebut, maka efektivitasnya juga akan menurun.

4. Sinar UV Tidak Dapat Membunuh Virus Corona

Sama seperti alkohol dan klorin, sinar ultraviolet (UV) juga tidak bisa mematikan COVID-19 seperti yang banyak orang kira (mungkin termasuk Anda salah satunya).

WHO tidak menganjurkan Anda untuk menggunakan cara ini untuk mensterilisasi tangan maupun area tubuh lainnya. Pasalnya, paparan sinar UV tersebut justru dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

5. Menerima Paket dari Cina Aman

Fakta virus Corona lainnya yang perlu Anda ketahui dan pahami adalah mengenai anggapan bahwa barang-barang yang dikirim dari negara terdampak virus ini seperti Cina sudah terkontaminasi virus dan berbahaya.

Tidak, barang-barang yang dikirim dari Cina—maupun negara terdampak Corona lainnya—hampir bisa dipastikan tidak mengandung virus COVID-19. Pasalnya, penelitian membuktikan jika virus ini tidak dapat hidup berlama-lama di objek-objek seperti kardus, kertas, dan benda mati lainnya.

6. Hewan Peliharaan Belum Tentu Dapat Menularkan Virus Corona

Anda yang memiliki hewan peliharaan di rumah juga mungkin kini sedang merasa khawatir hewan-hewan tersebut dapat menularkan virus Corona.

Faktanya, belum ada bukti konkret apakah hewan peliharaan seperti anjing dan kucing bisa terjangkit virus ini dan menularkannya pada manusia.

Kendati demikian, Anda disarankan untuk tetap rajin membersihkan tangan dengan sabun atau cairan antiseptik setiap kali habis bersentuhan dengan hewan peliharaan.

Baca Juga: 3 Gejala Virus Corona (COVID-19) yang Harus Diwaspadai!

7. Membersihkan Hidung dengan Saline Belum Tentu Dapat Mencegah Virus Corona

Membersihkan hidung dengan saline tidak dapat mencegah tertular virus COVID-19 adalah fakta virus Corona selanjutnya yang harus Anda ketahui dan pahami.

Memang, ada sejumlah penelitian yang mengklaim jika saline dapat membuat proses penyembuhan penyakit demam berlangsung lebih efektif. Akan tetapi, belum ada penelitian yang benar-benar mengonfirmasi perihal efek bahan kimia tersebut terhadap infeksi saluran pernapasan oleh virus Corona.

8. Vaksin Pneumonia Tidak Dapat Mencegah Virus Corona

Mitos virus Corona lainnya yang juga beredar adalah bahwa vaksin untuk penyakit pneumonia—atau radang paru-paru—juga bisa digunakan untuk memproteksi diri dari serangan virus COVID-19.

Hal ini tidak benar. Fakta virus Corona yang dirilis oleh WHO mengatakan jika vaksin pneumonia seperti pneumococcal dan Haemophilus influenza tipe B tidak dapat menghalau virus Corona. Pasalnya, virus ini tergolong baru yang pastinya berbeda karakteristik dengan virus pneumonia.

Vaksin COVID-19 pun sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan oleh para ilmuwan. Diharapkan vaksin dapat segera digunakan.

9. Bawang Putih Tidak Dapat Mencegah Virus Corona

Menggunakan bawang putih untuk mencegah virus Corona menjadi mitos virus Corona yang juga sempat mencuat ke publik.

Memang, bawang putih mengandung sejumlah zat bersifat antibakteri. Akan tetapi, belum dapat dipastikan jika bahan makanan yang satu ini dapat mengatasi infeksi virus COVID-19.

10. Minyak Wijen Tidak Dapat Mencegah Virus Corona

Serupa dengan bawang putih, bahan alami lainnya yang juga dipercaya dapat mematikan virus Corona adalah minyak wijen.

Lagi-lagi, fakta virus Corona mengatakan bahwa bahan alami tersebut juga tidak bisa dibilang sebagai ‘pembunuh’ virus COVID-19. Pasalnya, belum ada satu pun penelitian yang bisa membuktikan mitos virus Corona yang satu ini.

11. Virus Corona Bisa Menyerang Semua Umur

Virus Corona Covid-19 bisa menyerang semua kelompok umur, dari yang masih berusia muda hingga usia lanjut.

Akan tetapi, lansia yang sebelumnya juga memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, asma, hingga jantung lebih berisiko untuk mengalami infeksi yang terbilang parah. Hal ini berkaitan dengan juga melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Meskipun demikian, WHO tetap menyarankan semua kelompok usia untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan cara menjaga kebersihan tubuh seperti rajin mencuci tangan.

12. Antibiotik Tidak Bisa Mengobati Infeksi Virus Corona

Corona adalah jenis virus, sedangkan antibiotik adalah obat yang diformulasikan khusus untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dengan kata lain, obat antibiotik jenis apapun tidak dapat difungsikan untuk mengobati infeksi virus COVID-19.

Akan tetapi, dokter bisa saja memberikan antibiotik selama masa penyembuhan infeksi Corona. Pasalnya, infeksi virus ini kemungkinan juga diiringi oleh infeksi bakteri.

13. Belum Ada Obat yang Benar-Benar Bisa Menangani Virus Corona

Hingga saat ini, belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan infeksi virus Corona jenis COVID-19.

Pengobatan yang dilakukan saat ini masih sebatas pengobatan yang sama pada kasus penyakit flu biasa maupun pneumonia.

 

hotline-corona-indonesia-doktersehat

 

  1. John Hopkins University. 2020. Myths and Facts. https://hub.jhu.edu/assets/uploads/sites/2/2020/02/COVID-19-infographic.pdf (Diakses pada 4 Maret 2020)
  2. WHO. 2020. Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: When and how to use masks
    https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks (Diakses pada 4 Maret 2020)
  3. WHO. 2020. Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters (Diakses pada 4 Maret 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi