Terbit: 31 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Toksoplasma adalah penyakit infeksi yang ditimbulkan oleh parasit Toxoplasma gondii (T. gondii). Parasit ini pada umumnya terdapat pada kotoran kucing atau daging yang belum matang.

8 Fakta Toksoplasma yang Harus Diketahui Ibu Hamil

Apa Itu Toksoplasma?

Toksoplasma adalah penyakit yang dapat membahayakan kesehatan janin dalam kandungan. Parasit yang menyebabkan penyakit ini dapat menginfeksi plasenta dan janin, sehingga dapat menyebabkan kerusakan otak, bayi lahir mati dan keguguran.

Perlu Anda ketahui juga, toksoplasma adalah penyakit yang disebarkan dari hewan ke manusia (kecuali pada ibu hamil). Parasit T. gondii dapat bertahan dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif, sehingga memberi kekebalan seumur hidup terhadap infeksi parasit ini.

Namun saat sistem imunitas tubuh melemah karena suatu penyakit atau konsumsi obat tertentu, infeksi T. gondii dapat aktif kembali dan memicu komplikasi yang lebih parah.

Fakta Toksoplasma yang Harus Diwaspadai

Sebelum mengenal lebih jauh apa itu toksoplasma, ada baiknya Anda mengetahui gejala toksoplasma terlebih dulu. Saat parasit T. gondii masuk ke dalam tubuh seseorang, parasit tersebut bisa membentuk kista dan bisa beredar ke seluruh tubuh.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Beberapa organ yang paling sering terinfeksi toksoplasma adalah otot, jantung dan otak. Akan tetapi, selama daya tahan tubuh seseorang terjaga dengan baik, maka kista parasit akan tetap tidak aktif dan tidak akan menimbulkan gejala.

Selain mengenal toksoplasma pada ibu hamil, berikut adalah beberapa fakta tentang toksoplasma lainnya yang juga harus Anda tahu, di antaranya:

1. Toksoplasma menyerang siapa saja

Salah satu kesalahan yang sering diyakini oleh banyak orang yaitu toksoplasma adalah penyakit yang hanya terjadi pada wanita. Padahal, pria pun bisa tertular meski efeknya tidak akan terlihat dengan signifikan. Sementara itu, penularan pada wanita hamil akan menyebabkan efek yang signifikan karena bisa mengganggu janin yang sedang tumbuh.

Gangguan paling besar bisa muncul jika wanita tertular pada trimester pertama. Bayi bisa mengalami cacat fisik khususnya pada mata dan juga otak. Pada trimester kedua dan ketiga, peluang infeksi tetap ada. Bayi yang lahir akan mengalami perkembangan gangguan seperti kebutaan dan gangguan mental saat tumbuh.

2. Penyebaran tidak hanya melalui bulu kucing

Banyak masyarakat yang masih menganggap bahwa toksoplasma disebarkan melalui bulu kucing yang rontok. Hal ini pada akhirnya membuat Anda sering memandikan kucing dan membersihkan bulu yang berserakan di sekitar kandang. Tahukah Anda kalau parasit toksoplasma bisa terjadi melalui banyak hal khususnya feses dari kucing yang berada di litter box.

3. Toksoplasma tidak bisa menular dari orang ke orang

Toksoplasma hanya menular dari perantara ke orang melalui kontak langsung atau tidak langsung. Penularan antara manusia dan manusia bisa saja terjadi kalau terjadi transplantasi organ dari penderita ke orang lain. Jadi, selama menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan dari hewan peliharaan, toksoplasma tidak akan menular.

4. Parasit tidak hanya dibawa kucing

Selama ini banyak orang mengenal toksoplasma adalah penyakit yang menular dari kucing ke manusia. Padahal, parasit bisa berpindah perantara asal masih hewan berdarah panas. Anjing, tikus, atau kelinci sekali pun masih memiliki kemungkinan menjadi perantara dari toksoplasma sebelum akhirnya menular ke manusia.

Cara mencegah toksoplasma yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang hewan peliharaan dan kotorannya secara berkala. Dengan melakukan itu, kemungkinan terjadi penularan akan sangat kecil.

5. Toksoplasma bisa memicu gangguan mental

Parasit jenis toksoplasma ini terbukti bisa menyebabkan gangguan pada otak. Sebuah penelitian mengatakan bahwa parasit ini menyebabkan tubuh memproduksi dopamin dalam jumlah yang cukup banyak. Peningkatan ini berkaitan erat dengan beberapa gangguan mood termasuk bipolar disorder.

Penelitian lain menunjukkan toksoplasma adalah penyakit yang bisa menyebabkan kondisi impulsif. Hal ini juga memicu kondisi bunuh diri jika tidak segera diatasi. Dengan efek seperti ini, Anda harus hati-hati dengan penularan toksoplasma yang kadang tidak terduga sebelumnya.

6. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Infeksi toksoplasma yang sering kali tidak disadari adalah ketika tangan yang sudah terkontaminasi menyentuh mulut, hidung atau mata. Namun, perlu diketahui juga mereka yang memelihara kucing dan terpapar parasit ini tidak langsung terinfeksi. Infeksi tidak menular pada mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Pada penderita toksoplasmosis dengan sistem kekebalan tubuh rendah, biasanya dokter akan memberikan seperti pyrimethamine dengan clindamycin. Konsumsi obat ini memerlukan waktu 6 minggu atau lebih lama.

7. Bayi lahir mati

Pada kasus tertentu, infeksi toksoplasma menyebabkan sebagian bayi yang terinfeksi hanya mampu bertahan hidup beberapa hari setelah dilahirkan. Ibu hamil yang paling berisiko mengidap infeksi toksoplasma adalah mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dan sering berinteraksi dengan hewan liar.

Sementara itu, jika bayi Anda terlahir dengan infeksi toksoplasma, maka pemberian obat-obatan (pyrimethamine dan sulfadiazine) dengan resep dokter harus dijalani selama 1 tahun setelah melahirkan, dan kondisi bayi harus tetap terpantau selama pemberian obat.

8. Munculnya gejala bukan patokan

Gejala toksoplasma yang umum terjadi adalah sakit kepala, nyeri otot, flu, serta rasa lelah. Namun saat parasit T. gondii menyerang orang dengan sistem imun yang kuat, gejala bisa saja tidak muncul dan penderita dapat pulih sepenuhnya. Guna mengetahui apakah Anda sudah terinfeksi atau belum, sebaiknya segera lakukan tes darah.

Hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan hasil positif adanya antibodi terhadap parasit menunjukkan bahwa infeksi parasit sedang aktif atau sudah pernah terinfeksi sebelumnya dan sekarang tidak menimbulkan gejala apapun.

Cara Mencegah Toksoplasma

Tindakan pencegahan adalah langkah yang paling tepat agar Anda terhindar dari toksoplasma. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena infeksi toksoplasma, antara lain:

  • Menggunakan pelindung tangan terutama aktivitas yang banyak dilakukan di tanah.
  • Jangan lupa selalu cuci sayuran dan buah sebelum dikonsumsi.
  • Hindari konsumsi daging mentah atau setengah matang. Selain itu, cucilah semua peralatan dapur setelah memasak daging mentah.
  • Berikan kucing makanan kering atau kalengan daripada daging mentah. Jaga kucing untuk selalu di dalam rumah agar tidak tertular infeksi dari tikus atau hewan-hewan lainnya. Jauhkan kucing dari dapur dan meja makan.
  • Hendaknya tetap menjaga kesehatan hewan peliharaan dan gunakan sarung tangan saat membersihkan kotorannya. Hindari memelihara kucing liar, karena rentan terinfeksi parasit T. gondii.

 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi