Fakta Tentang Kulit Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui Orangtua

pijat-bayi-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/Rockyjia

DokterSehat.Com– Jika menonton iklan di televisi, Anda mungkin beranggapan bahwa bayi yang baru lahir memiliki kulit yang sehat, mulus dan tanpa keriput. Faktanya, kulit bayi yang baru lahir sangat sensitif dan butuh perawatan khusus. Dilansir dari beingtheparent, berikut ini fakta tentang kulit bayi yang perlu Anda ketahui:

1. Terlihat merah keunguan
Apa pun warna kulit Anda dan pasangan, warna kulit bayi ketika baru lahir akan berwarna merah keunguan. Hal ini karena selama dalam kandungan bayi mendapat oksigen dari darah ibu yang mengalir melalui plasenta, sedangkan saat lahir ia bernapas dengan paru. Kulit bayi akan berwana seperti ini selama beberapa hari, namun jika badan, kaki dan tangan bayi terus berwarna keunguan, segera konsultasikan pada dokter.

2. Bayi memiliki bulu halus dan lapisan lilin
Saat lahir beberapa bayi memiliki bulu-bulu halus di beberapa bagian tubuhnya yang disebut lanugo. Lanugo juga menyatu dengan vernix caseosa, lapisan seperti lilin atau keju yang berminyak dan menutupi kulit agar tetap hangat dan lembap di dalam rahim. Setelah beberapa hari, bulu halus dan lapisan ini akan hilang dengan sendirinya.

3. Bayi bisa berjerawat
Meskipun belum memasuki usia puber namun kulitnya juga bisa berjerawat. Bedanya dengan remaja, jerawat pada bayi disebabkan oleh ragi, bukan minyak. Kadang bayi juga terlihat memiliki komedo, hal ini disebabkan oleh hormon kelahiran yang dialirkan ke bayi sebelum plasentanya terlepas dari rahim. Jerawat yang muncul biasanya berada di hidung dan pipi. Hindari memencet atau menggosoknya terlalu kasar agar tidak iritasi.

4. Kulit bayi sangat sensitif
Kulit bayi sangat tipis, rapuh dan sensitif. Karena itu kulitnya sangat rentan pada iritasi. Gunakan produk perawatan bayi dengan pH seimbang dan zat alergi untuk mencegah iritasi pada bayi.

5. Kepala bayi kadang berkerak
Kerak kepala bayi atau cradle cap bukan berarti bayi Anda tidak sehat atau efek dari mengonsumsi makanan berbahaya selama hamil. Kerak kepala bayi timbul akibat pengaruh hormon pada jaringan kulit bayi sejak dalam kandungan. Bersihkan dengan halus saat mandi dan hindari mengekupasnya dengan kuku karena dapat menyebabkan luka atau infeksi.

6. Sensitif pada matahari
Hindari menjemur bayi pada pukul 10 pagi hingga 4 sore. Kulit bayi sensitif pada matahri dan mudah terbakar karena melanin di kulitnya belum terbentuk sempurna. Jika Anda membawanya keluar pada siang hari, pastikan ia terlindungi dari panas matahari. Anda bisa melindunginya dengan payung, topi, atau mengoleskan sunscreen.