Terbit: 14 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Sebagian orang memilih untuk menikmati kopi instan sebagai penambah semangat saat melakukan berbagai aktivitas. Hal ini disebabkan oleh kenikmatan dan kepraktisan yang disediakan oleh kopi ini. Hanya saja, sebenarnya terbiasa minum kopi instan baik atau tidak bagi kesehatan sih?

6 Fakta Tentang Kopi Instan, Sehat atau Tidak?

Fakta Tentang Kopi Instan

Dibandingkan dengan kopi biasa, kopi instan biasanya memiliki harga yang lebih murah. Rasanya juga cenderung lebih variatif.

Berikut adalah berbagai fakta tentang kopi instan.

  1. Kandungan Antioksidannya Cukup Tinggi

Pakar kesehatan menyebut kopi instan ternyata memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Bahkan, kandungannya bisa saja lebih tinggi dari minuman lainnya. Selain itu, berdasarkan sebuah penelitian, disebutkan bahwa secangkir kopi instan menyediakan kalium, magnesium, serta vitamin B.

Keberadaan antioksidan dan kandungan-kandungan tersebut tentu bisa mendukung sistem kekebalan tubuh dan membuat kita lebih sehat. Selain itu, kita juga tidak akan mudah terkena dampak buruk dari radikal bebas penyebab datangnya masalah kesehatan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

  1. Kandungan Kafeinnya Lebih Rendah

Kopi instan ternyata memiliki kandungan kafein lebih rendah dari kopi biasa. Terdapat sisi positif dan negatif dari hal ini. Bagi mereka yang diminta untuk menurunkan asupan kafein karena mengalami efek samping layaknya gelisah, denyut jantung meningkat, atau susah tidur, kopi instan tentu bisa dijadikan solusi.

Sebagai informasi, di dalam sesendok teh kopi instan terdapat kafein sebanyak 30-90 mg. Jumlah ini lebih rendah dari kopi biasa dengan ukuran yang sama, yang memiliki kafein sebanyak 70-140 mg.

Hanya saja, jumlah kafein yang lebih rendah ini juga bisa memberikan efek samping tersendiri. Kandungan ini sebenarnya bisa membantu meningkatkan laju sistem metabolisme, membuat fungsi otak meningkat, dan mendukung kinerja hati. Kita tentu tidak akan mendapatkan manfaat-manfaat tersebut dengan maksimal jika hanya mengonsumsi kopi instan.

  1. Meningkatkan Risiko Kanker

Kopi instan memiliki kandungan akrilamida hampir dua kali lipat dibandingkan dengan yang ada di dalam kopi biasa. Sebagai informasi, akrilamida berasal dari biji kopi yang dipanggang. Bahan kimia ini dikenal bisa meningkatkan risiko kanker dan bisa menyebabkan kerusakan pada sistem saraf.

Sebenarnya, kadar akrilamida di dalam kopi instan masih aman bagi kesehatan, namun jika kita sering meminumnya, dikhawatirkan asupan akrilamida menjadi lebih tinggi dan membahayakan.

Selain itu, pakar kesehatan masih memperdebatkan kandungan gula dan minyak nabati yang cenderung tinggi di dalam kopi instan. Kandungan ini disebut-sebut bisa menyebabkan datangnya kanker jika terlalu sering dikonsumsi.

  1. Meningkatkan Risiko Terkena Hipertensi

Jika kita sering mengonsumsi kopi instan, maka risiko terkena hipertensi akan meningkat. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan krimer yang bisa mengganggu sirkulasi darah dan menurunkan kondisi pembuluh darah. Masalahnya adalah penyumbatan pada pembuluh darah bisa berujung menjadi masalah kesehatan yang lebih serius seperti serangan jantung atau stroke.

  1. Meningkatkan Risiko Diabetes

Kopi instan sebenarnya memiliki kandungan biji kopi yang rendah. Bahkan, ada kopi instan yang hanya mengandung perasa kopi. Selain itu, kopi ini juga memiliki kandungan pemanis buatan yang cenderung tinggi. Melihat fakta ini, sering mengonsumsinya bisa saja meningkatkan risiko terkena diabetes atau obesitas.

  1. Meningkatkan Kolesterol

Kandungan krimer di dalam kopi instan ternyata bisa meningkatkan kadar kolesterol dengan signifikan. Hal ini tentu akan memperburuk kesehatan jantung.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita tidak berlebihan mengonsumsi kopi instan. Konsumsilah sesekali saja demi menjaga kesehatan tubuh.

 

Sumber:

  1. Malicdem, Darwin. 2014. Instant Coffee: The Good And The Bad. com/instant-coffee-good-bad-443912. (Diakses pada 14 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi