7 Fakta Tentang Keguguran yang Tidak Banyak Dipahami Pasangan

fakta-keguguran-doktersehat

DokterSehat.Com – Keguguran adalah hal yang sangat ditakuti oleh banyak pasangan yang sangat menginginkan keturunan. Akibat keguguran, janin yang sudah terbentuk akhirnya rontok. Kondisi ini umum terjadi pada wanita yang memang memiliki kandungan lemah atau wanita yang mengalami gangguan kesehatan selama kehamilan terjadi.

Wanita dikatakan mengalami keguguran kalau janin yang belum berusia 20 minggu gugur dan keluar dari rahim. Kondisi ini menyebabkan wanita mengalami perdarahan hingga pada beberapa kasus mengharuskan mereka melakukan kiret agar bisa menyiapkan kehamilan kembali.

Oh ya, meski masalah kehamilan ini umum terjadi, beberapa wanita dan pasangannya masih menganggapnya tidak wajar. Bahkan banyak dari mereka masih mempercayai mitos ketimbang fakta keguguran di bawah ini.

Fakta tentang keguguran yang wajib diketahui pasangan

Ada banyak hal terkait dengan keguguran yang tidak diketahui oleh pasangan. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Nyeri dan perdarahan tanda utama keguguran

Tanda awal dari keguguran adalah nyeri dan perdarahan ringan. Selanjutnya darah yang keluar akan banyak disertai dengan janin yang rontok. Kalau perdarahan terjadi bulan pertama mungkin akan saru dengan implantasi janin.

Selanjutnya nyeri pada perut juga terjadi saat implantasi. Bedanya rasa nyeri akan terasa seperti ada tarikan yang kuat. Kalau rasa nyerinya tidak seperti itu, kemungkinan terjadi keguguran akan besar.

  1. Opsi perawatan pasca keguguran

Setelah keguguran ada dua opsi perawatan yang bisa dilakukan. Pertama dengan menggunakan obat dari dokter untuk membersihkan sisa janin. Cara kedua dilakukan dengan kiret untuk pembersihan secara langsung.

Sisa dari janin yang keluar sebenarnya akan hilang sendiri. Namun, dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu atau sampai menstruasi berjalan dengan normal kembali.

  1. Merasa bersalah adalah hal biasa

Merasa bersalah adalah hal yang biasa dan pasti terjadi pada semua yang alami keguguran. Namun, Anda disarankan untuk bisa lebih tegar dalam menghadapi selama ini. Kalau Anda terus dirundung dengan rasa sedih yang berlarut-larut, stres akan muncul dan memicu kesulitan program kehamilan di kemudian hari.

Lebih baik pasangan saling menguatkan satu dengan lainnya. Kalau memang masih harus beristirahat selama 1-2 bulan dulu tidak masalah. Kalau sudah siap lagi melakukan program memiliki momongan, lakukan lagi dengan lebih hati-hati.

  1. Menunggu sebelum program kehamilan lagi

Beberapa pasangan ada yang memilih menunggu dan ada yang langsung melanjutkan program kehamilan. Normalnya 1-2 siklus menstruasi terjadi dengan lancar, program kehamilan bisa dilakukan. Namun, kalau mau menunggu hingga 3 bulan akan lebih baik lagi.

  1. Keguguran bukanlah akhir dari segalanya

Keguguran bukanlah akhir dari segalanya. Setelah mendapatkan menstruasi sebanyak 1-2 siklus, Anda dan pasangan bisa memulai lagi program kehamilan yang belum berhasil.

Kalau ada masalah dengan rahim atau kemaluan dari wanita, periksakan dulu ke dokter. Kalau ada masalah segera obati dan kalau tidak ada masalah bisa segera dilanjutkan.

  1. Keguguran bukan tanda kemandulan

Beberapa orang atau pasangan menganggap keguguran sebagai tanda dari kemandulan. Pernyataan ini salah kaprah karena kemandulan adalah ketidakmampuan tubuh menjalankan tugas pembuahannya. Misal wanita tidak menghasilkan sel telur dengan baik dan pria tidak menghasilkan sperma yang berkualitas.

Keguguran terjadi setelah pembuahan berlangsung. Jadi, kondisi mandul tidak terjadi pada pasangan. Keguguran terjadi karena janin tidak tumbuh dengan baik atau kandungan memang tidak kuat.

  1. Wanita lebih lama berduka dari pria

Pria dan wanita akan lama berduka kalau mengalami keguguran. Terlebih kalau usia janin sudah di atas 2 bulan dan ada perubahan pada bentuk tubuh wanita. Rasa sedih dan bersalah akan membuat pasangan merasa tidak nyaman.

Saat berduka, pria akan lebih cepat move on daripada wanita. Hal ini terjadi karena wanita merasa tidak bisa menjaga rahimnya dengan baik sehingga keguguran yang tidak diinginkan terjadi.

Mencegah keguguran yang tepat dan alami

Mencegah adalah salah satu cara terbaik untuk mengatasi keguguran yang dialami oleh calon ibu. Oleh karena itu, lakukan beberapa hal di bawah ini dengan baik.

  • Gunakan alat kontrasepsi kalau memang belum berniat mendapatkan keturunan. Banyak sekali kasus keguguran terjadi karena wanita tidak tahu dirinya sedang hamil. Akhirnya mereka tidak hati-hati dalam bekerja hingga makan dan minum. Hindari kehamilan yang tidak diinginkan agar kasus keguguran tidak terjadi.
  • Memperbanyak makanan yang mengandung asam folat baik dari buah, sayur, dan daging. Atur diet dengan baik dan siapkan semuanya sebelum melakukan program kehamilan. Dengan melakukan hal ini, kandungan akan siap dan saat pembuahan terjadi janin bisa melakukan implantasi dengan sempurna.
  • Lakukan olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang. Olahraga akan membuat Anda menjadi lebih sehat dan juga kuat. Hindari melakukan olahraga berlebihan karena meningkatkan risiko keguguran.
  • Kopi dan teh mungkin menjadi minuman harian bagi banyak orang. Namun, saat sedang hamil lebih baik dikurangi atau dihentikan. Dalam satu hari rekomendasi asupan kafein di tubuh harus di bawah 200 mg. Lakukan konsultasi dengan dokter kalau Anda masih rutin mengonsumsi kopi.
  • Jangan sesekali merokok dan mengonsumsi alkohol. Apa pun alasannya, jauhi dua hal ini agar peluang terjadi keguguran makin kecil.
  • Jaga tekanan darah di tubuh agak selalu normal. Selanjutnya gula darah juga jangan terlalu tinggi.
  • Kendalikan kadar stres di dalam tubuh. Kalau Anda merasa tidak nyaman ada baiknya melakukan relaksasi atau sekadar pelesir.

Keguguran umum terjadi pada banyak pasangan yang berusaha mendapatkan keturunan. Meski demikian, keguguran bukanlah sesuatu yang patut ditakuti karena pencegahan bisa dilakukan. Selama calon ibu menerapkan hidup sehat, keguguran tidak akan terjadi. Semoga ulasan di atas bermanfaat.