DokterSehat.Com – Diabetes adalah salah satu penyakit yang kerap sekali muncul pada mereka yang mengalami obesitas. Selain itu, penyakit yang berhubungan erat dengan gula darah dan insulin ini juga sangat berisiko. Kalau penyakit sudah kronis, ada kemungkinan muncul gangguan pada jantung dan memicu kematian.

diabetes-dan-level-insulin-doktersehat

Fakta Kadar Insulin pada Penderita Diabetes

Mengingat penyakit diabetes tipe 2 ini sangat berbahaya. Bahkan, sering menyebabkan masalah pada tubuh, kita disarankan untuk lebih memahami gejala dan juga dampaknya. Untuk itu, coba perhatikan beberapa fakta diabetes tipe 2 dan juga insulin yang penting untuk tubuh di bawah ini.

Semua orang tahu kalau diabetes tipe 2 disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu menggunakan gula sebagai energi dan masalah insulin. Nah, apakah diabetes sebatas ini saja? Tentu saja tidak, ada beberapa hal yang harus kita pahami bersama-sama. Simak beberapa ulasan di bawah ini.

  1. Insulin Berperan Besar pada Tubuh

Insulin merupakan hormon yang cukup penting pada tubuh. Produksi insulin yang rendah atau efektivitasnya menurun bisa menyebabkan gula darah di dalam tubuh tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Akibatnya tubuh akan kehabisan energi sementara darah cenderung menjadi kental akibat kadar gulanya tinggi.

Kalau gula darah di dalam tubuh tidak bisa dikontrol dengan baik serta pankreas tidak bisa menghasilkan cukup insulin kemungkinan terjadi kerusakan pada saraf akan besar. Selain itu, kerusakan pembuluh darah, jaringan tubuh, hingga mata juga bisa terjadi dengan cepat.

  1. Terapi dengan Insulin Bisa Menurunkan Level Gula Darah

Kalau Anda cenderung memiliki kadar gula darah tinggi secara konstan, kemungkinan besar akan mengalami masalah pada tubuh. Itulah kenapa terapi insulin harus dilakukan dengan baik agar tubuh mengalami penurunan kadar gula darah dan menuju pada kondisi stabil.

Penurunan gula darah tidak hanya bisa dilakukan dengan terapi insulin saja. Ada beberapa yang harus dilakukan oleh penderita diabetes tipe 2, pertama adalah dengan mengubah gaya hidup agar menjadi lebih baik, selanjutnya pengendalian berat badan, dan tidak melupakan obat yang diberikan oleh dokter.

  1. Ada Beberapa Jenis Insulin di Tubuh

Insulin memiliki beberapa jenis atau dikategorikan menjadi dua. Pertama adalah insulin yang digunakan untuk aksi cepat seperti setelah makan. Selanjutnya ada insulin yang digunakan untuk jangka waktu lama seperti saat tidak makan atau sedang tidur di malam hari.

  1. Berbagai Jenis Alat untuk Memasukkan Insulin

Insulin bisa dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara yang berbeda-beda. Pertama dengan menggunakan insulin pen, lalu insulin pump, dan terakhir syringe. Anda bisa memilih sendiri alat yang ingin digunakan agar sesuai dengan kebutuhan.

  1. Gaya Hidup dan Obesitas Pengaruhi Insulin

Gaya hidup sangat memengaruhi kondisi insulin di dalam tubuh dan efeknya pada gula darah. Insulin semakin sensitif dengan gula darah dan membuat tubuh segera mengolahnya kalau Anda memiliki tubuh ideal, olahraga, dan diet yang dijalankan tepat.

  1. Terapi dengan Insulin Berjalan Perlahan

Setiap orang memiliki dosis efektif sendiri-sendiri terkait dengan jumlah insulin yang digunakan. Agar insulin bisa bekerja dengan baik, trial and error harus dilakukan hingga menemukan yang tepat. Dokter akan membantu Anda menemukan formulasinya yang tepat.

  1. Berbagai Efek Samping Penggunaan Insulin

Penggunaan insulin untuk mengendalikan gula darah pada penderita diabetes tipe 2 juga memiliki efek samping yang besar. Efek samping ini mungkin akan berbeda-beda di setiap penderita. Namun, secara umum, efek samping di bawah ini akan terjadi.

  • Gula darah jadi anjlok cukup bear. Kondisi ini akan menyebabkan seseorang menjadi kerap pusing dan lemas. Kalau Anda mengalaminya setelah pemakaian insulin, ada baiknya segera menghubungi dokter. Dengan begitu, dokter bisa segera memberikan saran yang tepat agar terapi berjalan dan Anda tetap nyaman.
  • Kenaikan berat badan yang cepat dan tidak bisa dikontrol.
  • Rasa tidak nyaman di area tempat Anda melakukan injeksi. Rasa sakit ini akan muncul berkali-kali dan membuat Anda tidak tahan.
  • Infeksi di area tempat injeksi dilakukan. Infeksi ini bisa terjadi karena Anda tidak bisa menjaga sanitasi dengan baik. Selain itu ada kemungkinan tangan atau alat yang digunakan tidak steril.
  • Pada kondisi tertentu, akan muncul alergi pada tubuh.

Cara Hidup Sehat Setelah Terkena Diabetes

Setelah memiliki diabetes, seseorang tidak boleh patah semangat. Kehidupan masih bisa berjalan dengan baik meski ada beberapa batasan yang tidak boleh dilakukan. Kalau Anda terlanjur memiliki diabetes, simak tips di bawah ini agar bisa hidup dengan baik.

  • Selalu berhati-hati saat beraktivitas dan jangan biarkan tubuh terluka dan cukup parah. Terkadang luka yang parah jadi susah sembuh karena gula darah yang tinggi menyebabkan bagian yang terluka terus berair. Anda boleh melakukan aktivitas apa saja tapi pastikan selalu hati-hati misal ke mana-mana menggunakan sandal atau alas kaki lainnya.
  • Selalu perhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Anda sudah tidak bisa mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi putih sama sekali atau cukup dikonsumsi dengan porsi kecil. Sebisa mungkin masak sendiri apa yang akan dimakan agar tahu kandungannya untuk menghindari pemicu gula darah naik.
  • Rutin melakukan pengecekan gula darah ke dokter atau klinik. Misal sebulan sekali memeriksakan gula darah. Kalau Anda bisa membeli alat untuk memeriksa gula darah akan lebih baik lagi. Jadi, kapan saja kondisi tubuh tidak nyaman bisa diperiksa kadar gula darahnya.
  • Melakukan olahraga ringan masih bisa dilakukan. Anda tidak perlu sampai angkat beban atau lari cepat di lapangan. Cukup dengan jalan kaki santai saja setiap pagi secara rutin. Jalan kaki akan meningkatkan metabolisme dan menurunkan kadar gula di dalam darah yang berlebihan.

Diabetes khususnya yang tipe2 sering sekali muncul pada seseorang. Oleh karena itu, kita disarankan untuk lebih waspada dengan kondisi tubuh. Begitu terjadi masalah, segera periksakan diri ke dokter agar tidak terjadi masalah yang lebih serius. Semoga ulasan di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan yang bermanfaat.

 

 

Sumber:

  1. Cruickshank, Heather. 2019. Type 2 Diabetes and Insulin: 10 Things You Should Know. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/insulin-facts-to-know. (Diakses pada 1 Desember 2019)
  2. Berry, Jennifer. 2019. Statistics and facts about type 2 diabetes. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318472.php. (Diakses pada 1 Desember 2019)