DokterSehat.Com– Gerhana bulan atau Super Blue Blood Moon akan terjadi pada malam ini, Rabu 31 Januari 2018. Fenomena alam yang disebut-sebut langka ini bisa disaksikan di sebagian besar wilayah Indonesia pada sore nanti selama sekitar 6 jam, dari fase awal hingga akhir sekitar pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB.

gerhana-bulan-doktersehat

Photo Credit: flickr.com

Gerhana bulan terjadi sebagai akibat bayangan bumi di bulan. Ini adalah proses alami saat matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis yang sempurna.

Fenomena ini oleh masyarakat Indonesia dipercaya berbahaya bagi ibu hamil, dikatakan bahwa gerhana bulan mengakibatkan jabang bayi akan mengalami kebutaaan atau bibir sumbing jika sang ibu tidak di dalam rumah selama gerhana bulan berlangsung. Namun benarkah gerhana bulan berdampak buruk pada ibu hamil?

Begitu pun di beberapa agama di bagian timur percaya bahwa wanita hamil harus tetap berada di dalam rumah selama gerhana untuk mencegah bayi mengalami cacat lahir. Orang Hindu juga percaya bahwa selama periode ini air menjadi tidak dapat diminum dan makanan menjadi tidak termakan.

Orang masih percaya bahwa Anda seharusnya tidak berjalan di udara terbuka saat ada gerhana bulan. Wanita hamil memiliki efek pada rahim mereka. Anak-anak yang lahir dari wanita yang mengekspos diri mereka pada gerhana bulan terpengaruh dan anak-anak yang lahir dari mereka memiliki cacat baik secara fisik maupun mental.

Ada banyak orang yang percaya bahwa jika sebuah bulan berada dalam posisi buruk seperti gerhana, hal itu dapat menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan jantung, masalah pernapasan, batuk, pilek, insomnia, stres, ketidaksabaran, ketidakamanan, keraguan, rasa takut dan perubahan suasana hati.

Menyaksikan gerhana bulan bahkan bisa menyebabkan ketidakseimbangan mental dan kegilaan.

Ada bukti kuat bahwa gerhana bulan memang berpengaruh pada hormon, terutama siklus bulanan dan kesuburan wanita. Bahkan saat ini, banyak orang yang pergi untuk astrologi percaya bahwa posisi bulan yang baik akan membawa keberuntungan seperti, kehormatan, ketenaran, energi spiritual, keberuntungan finansial, kepribadian menawan, kesehatan yang baik dan fisik yang seimbang.

Apa yang dikatakan sains modern?
Tidak ada penjelasan tentang efek gerhana bulan pada kesehatan manusia. Mereka juga menyatakan bahwa efek siklus gerhana bulan pada manusia dan hewan telah jauh kurang dieksplorasi. Meskipun dunia medis memperingatkan tentang melihat gerhana matahari dengan mata telanjang, ia tidak mengatakan apapun tentang gerhana bulan.

Efek siklus gerhana bulan pada manusia
Meskipun dunia medis belum memberikan kesimpulan bahwa gerhana memiliki efek fisik pada manusia, keyakinan bahwa gerhana mampu menghasilkan efek psikologis yang dapat membuka jalan menuju penemuan mengenai subjek ini.

Keyakinan bahwa bulan dapat mengubah perilaku orang, kesehatan, kekayaan, atau keberuntungan mereka dapat menyebabkan pengaruh kosmologis terhadap kehidupan manusia.

Banyak yang percaya posisi bulan yang baik akan membawa keberuntungan seperti, kehormatan, ketenaran, energi spiritual, keberuntungan finansial, kepribadian menawan, kesehatan yang baik dan fisik yang seimbang.

Yang lain percaya bahwa sebuah bulan dalam posisi buruk dapat menyebabkan penyakit terkait jantung, masalah pernapasan, batuk, pilek, insomnia, stres, ketidaksabaran, ketidakamanan, keraguan, rasa takut dan perubahan suasana hati, bahkan menyebabkan ketidakseimbangan mental dan “kegilaan.”

Dan terakhir beberapa merasakan posisi bulan bisa membantu atau merusak hormon, siklus bulanan dan kesuburan wanita.

Berikut ini fakta dan mitos gerhana bulan yang berdampak pada kesehatan manusia, seperti melansir dari Ayurmantra:

1. Menyaksikan gerhana bulan tidak merusak mata. Namun pada saat gerhana matahari, bisa menyebabkan luka retina mata.

2. Tidak ada yang menyebutkan tentang efek berbahaya gerhana pada kehamilan

3. Ayurveda menyebutkan secara tidak langsung bahwa efek gerhana bulan berpengaruh pada kehamilan dan dapat menyebabkan anak buta atau anak dengan energi tubuh rendah. Ia juga mengatakan bahwa anak mungkin terlahir dengan karakteristik seperti binatang.

4. Ayurveda dan Dharma Shastra mengarahkan wanita hamil untuk melakukan tindakan pencegahan, seseorang harus membawa mereka karena jika tidak sang ibu akan melahirkan bayi yang tidak normal dan dapat menyebabkan kelainan pada anak. Mereka yang memiliki kepercayaan atau ketakutan bahwa gerhana bisa membahayakan wanita hamil harus berhati-hati.

5. Gerhana bulan mungkin terkait dengan penyakit jiwa

6. Ada beberapa penelitian yang membahas tentang efek bulan purnama yang meningkat dalam tekanan darah, denyut nadi dan perilaku mental yang tidak normal dan menghubungkannya dengan air pasang tinggi di lautan

7. Lebih banyak nyamuk bisa tumbuh selama gerhana bulan. Dalam sebuah studi tentang nyamuk di lokasi rawa pesisir di Chambers County, ditunjukkan bahwa kepadatan spesies tertentu dari nyamuk Aedes, Anopheles, Culex, dan Psorophora meningkat selama gerhana bulan dan menurun saat bulan purnama terpapar

8. Ada juga beberapa keyakinan Veda mengenai hal ini, yakni ada yang menyebutkan jika ada gerhana bulan, seseorang seharusnya tidak makan berjam-jam sebelum terbit matahari dan 9 jam sebelum gerhana bulan dimulai. Hanya bisa minum air putih. Orang harus mnghindari makanan yang dimasak setelah gerhana matahari atau gerhana bulan. Orang harus menyingkirkan makanan ekstra dimasak setelah gerhana matahari atau lunar. Seseorang tidak boleh menyentuh apa pun seperti pakaian, makanan, barang pribadi, dan lainnya selama gerhana.

9. Gerhana bulan sama sekali tidak berbahaya. Namun bisa saja seseorang bisa terluka jika Anda tersandung batu saat barlangsungnya gerhana yang menyebabkan kegelapan.