Mengapa Bayi Menendang di Dalam Perut? Berikut Faktanya!

janin-menendang-rahim-doktersehat

DokterSehat.Com – Salah satu kenikmatan dari mengandung adalah bisa merasakan kehidupan di dalam rahim. Bagi ibu, menikmati pergerakan si kecil di dalam kandungan hingga menendang adalah kebahagiaan tersendiri. Ya, meski saat bayi menendang dalam perut, ibu juga akan merasakan nyeri yang cukup kuat.

Tahukah Anda mengapa bayi menendang kuat dalam perut dan kadang tidak bergerak cukup banyak? Berikut beberapa fakta tentang pergerakan janin di dalam rahim yang harus diketahui banyak calon orang tua khususnya wanita.

Sekilas tentang pergerakan bayi di dalam rahim

Seiring dengan berjalannya waktu, janin akan tumbuh membesar dan semua organnya terbentuk. Saat awal kehamilan, Anda mungkin hanya merasakan detak jantungnya saja. Namun, seiring dengan berjalannya waktu pergerakan tangan dan kakinya akan intens sehingga tendangan akan terasa dari luar perut.

Pergerakan bayi yang ada di dalam rahim ini biasanya dipengaruhi oleh banyak hal. Terkadang bayi tidak begitu aktif dan kadang terlalu aktif bahkan saat malam hari ketika ibu dengan tidur. Pergerakan bayi juga dipengaruhi oleh apa saja yang dikonsumsi oleh ibu termasuk minuman dengan kandungan kafein.

Fakta pergerakan dan bayi menedang dalam perut

Ada beberapa fakta tentang pergerakan bayi atau janin di dalam rahim. Fakta ini penting diketahui agar Anda dan pasangan lebih memahami kehamilan khususnya di dua trimester terakhir. Beikut beberapa fakta bayi menendang dalam perut:

  1. Waktu merasakan tendangan pertama

Sebenarnya pergerakan bayi sudah terasa sejak bulan kedua atau ketiga. Namun pergerakannya masih standar saja dan tidak sampai menendang. Biasanya tendangan dari bayi akan mulai terasa paling lambat pada minggu ke-24. Pada minggu ini bayi sudah memiliki alat gerak yang lengkap dan lebih aktif dari biasanya.

Bayi menendang dalam perut biasanya akan mulai terjadi pada bulan ke-6 atau memasuki trimester 3. Sering dengan berjalannya waktu, tendangan akan mulai banyak dan ibu merasakan pergerakan cukup kuat serta rasa nyeri kalau perut tertendang berkali-kali dari dalam. Oh ya, tendangan in merupakan tanda dari kondisi fisik bayi yang sehat. Jadi, orang tua sudah seharusnya senang bisa merasakan tendangan dari perut.

  1. Mengapa bayi menendang dalam perut?

Mengapa bayi mulai menendang dalam perut? Ini disebabkan mereka merespons dua hal. Pertama adalah merespons udara dari luar. Misalnya, ada suara yang terlalu keras dan membuat mereka tidak nyaman. Selanjutnya, mereka juga merespons suara yang enak didengar seperti musik klasik. Kondisi ini menyebabkan banyak orang sering mendekatkan headphone ke perut wanita yang sedang hamil.

Pergerakan bayi dalam janin juga merupakan respons dari makanan yang dikonsumsi oleh ibunya. Beberapa makanan menyebabkan bayi jadi aktif bergerak dari biasanya. Seperti yang terlah dijelaskan sebelumnya, kopi atau minuman dengan kandungan kafein yang cukup tinggi bisa menyebabkan bayi jadi susah beristirahat.

  1. Jumlah tendangan bayi setiap hari

Bayi yang ada di dalam rahim akan beristirahat dan aktif bergerak seperti halnya dengan orang yang sudah lahir. Biasanya mereka akan tidur atau beristirahat di dalam rahim selama 17 jam dalam sehari. Selebihnya bayi akan aktif dan bergerak seperti menggerakkan tangan, kepala, hingga melakukan tendangan.

Umumnya dalam satu hari bayi akan bergerak sebanyak 15-20 kali. Ingat, gerakan ini tidak hanya tendangan saja. Gerakan tangan ringan pun juga termasuk di dalamnya. Kalau dalam satu hari terjadi gerakan sebanyak ini Anda tidak perlu khawatir karena kemungkinan janin akan tumbuh dengan baik hingga lagi cukup tinggi.

  1. Kapan harus waspada dengan penurunan tendangan bayi?

Dokter biasanya menyuruh ibu untuk terus menghitung pergerakan dari janin yang ada di dalam rahimnya, termasuk jumlah bayi menendang dalam perut. Pergerakan ini akan menentukan kesehatan dari ibu dan calon anaknya. Kalau terjadi penurunan pergerakan pada janin, bisa terjadi beberapa hal di bawah ini.

  • Terjadi stres saat hamil. Wanita yang hamil rawan sekali mengalami stres dan kondisi itu memengaruhi janin yang ada di kandungannya.
  • Nutrisi yang tidak terpenuhi. Akibat nutrisi tidak terpenuhi, janin yang ada di dalam rahim tidak tumbuh dengan sempurna dan menyebabkan bayi jarang sekali bergerak.
  • Penurunan cairan di dalam rahim yang menyebabkan suplai oksigen ke janin mengalami penurunan. Penurunan oksigen akan menyebabkan bayi jadi mudah lelah. Kita saja kalau kekurangan oksigen juga mudah lelah dan napas jadi ngos-ngosan.

Bayi yang tidak banyak bergerak memang belum tentu menjadi tanda masalah. Namun, ada baiknya untuk tetap memeriksakan diri agar segala risiko yang muncul bisa dikurangi. Tidak ada salahnya untuk waspada, bukan?

  1. Bayi juga beristirahat dalam rahim

Seperti yang dijelaskan di atas, bayi beristirahat sebanyak 17 jam dalam satu hari. Dalam satu kali istirahat biasanya memakan waktu 50 menit. Selanjutnya bayi akan bergerak sebentar lalu beristirahat kembali.

Jadi, kalau Anda merasakan bayi tidak bergerak atau menendang pada periode tertentu, jangan langsung panik. Biasanya mereka hanya tidur dan akan bergerak lagi kalau saatnya tiba lalu membuat tendangan-tendangan di perut hingga kandung kemih.

  1. Pergerakan di rahim tanda perilakunya saat sudah lahir

Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan, bayi menendang kuat dalam perut biasanya akan aktif juga saat lahir. Begitu bayi lahir, tingkahnya akan cukup aktif seperti kerap menendang, menggerakkan tangan, hingga menangis. Hal ini bisa terus berlanjut atau berubah sering dengan berjalannya waktu dan pengaruh lingkungan.

Demikianlah beberapa fakta yang berkaitan dengan pergerakan bayi di dalam rahim. Nah, dari beberapa ulasan di atas, adakah yang sebelumnya tidak diketahui? Semoga setelah mengetahuinya, Anda dan pasangan bisa lebih memahami kehamilan.