Exocrine Pancreatic Insufficiency: Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

gangguan-pankreas-doktersehat.

DokterSehat.Com – Fungsi utama dari organ pankreas ada dua. Pertama menghasilkan hormon insulin yang berguna untuk mendorong penggunaan glukosa di dalam darah agar menjadi energi. Gangguan fungsi hormon pada pankreas bisa memicu kondisi diabetes pada seseorang.

Selanjutnya fungsi dari pankreas adalah menghasilkan zat kimia yang dirilis ke saluran cerna. Zat yang dirilis ini bisa digunakan untuk memecah makro nutrien agar bisa digunakan oleh tubuh sebagai energi. Kalau fungsi dalam membantu pencernaan terganggu, seseorang bisa dikatakan mengalami Exocrine pancreatic insufficiency (EPI).

Penyebab EPI

Penyakit EPI ini memiliki cukup banyak penyebab atau pemicunya. Secara umum, beberapa kondisi di bawah ini menyebabkan EPI secara cepat.

  • Fibrosis kistik.
  • Inflamasi pada pankreas yang cukup kronis.
  • Pernah mengalami pembelahan di perut atau secara spesifik pada organ pankreas.
  • Mengalami diabetes yang kronis.
  • Penyakit seliak.
  • Inflamasi di usus yang menimbulkan penyakit seperti Crohn’s.
  • Penyakit autoimun yang menyebabkan inflamasi di pankreas.
  • Kanker pankreas.
  • Sindrom Zollinger-Ellison.

Faktor Risiko EPI

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang lebih berisiko mengalami EPI atau tidak.

  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol. Kalau Anda termasuk orang yang mengonsumsi alkohol terlalu berlebihan, peluang terkena EPI akan besar.
  • Mengalami gangguan pada pankreas. Beberapa jenis gangguan pankreas termasuk penyakit yang diturunkan.
  • Ada keluarga yang mengalami fibrosis kistik. Penyakit ini akan diturunkan dari orang tua ke anak.

Tanda EPI

Penyakit EPI sangat berbahaya karena bisa merusak proses pencernaan dan penyerapan sari makanan. Tanda-tanda yang sering muncul dari penyakit ini terdiri dari:

  1. Steatore

Tekstur feses yang sehat biasanya memanjang, tidak patah, dan tidak terlalu lembek. Warna juga kekuningan atau warna hijau kalau seseorang banyak mengonsumsi sayuran hijau.

Seseorang yang mengalami kondisi bernama statore akan memiliki feses yang padat dan mengandung banyak lemak. Aroma feses lebih pekat dan sedikit susah keluar dari dalam tubuh karena lebih lengket.

Kondisi steatore ini merupakan salah satu tanda dari EPI. Karena fungsi pankreas dalam memecah lemak anjlok hingga 5-10 persen, tubuh tidak akan bisa menyerap dengan sempurna. Akibatnya, kondisi yang mirip dengan sembelit bisa muncul.

  1. Diare

Selain steatore, diare juga bisa terjadi pada seseorang yang mengalami gangguan pankreas. Akibatnya banyak sekali nutrisi yang masuk tidak bisa dipecah dan diserap dengan sempurna.

Karena nutrisi tidak bisa dipecah air akan banyak masuk ke dalam usus. Dampaknya, seseorang akan mengalami masalah dengan proses pembuangan. Mereka akan sering mengalami diare.

  1. Kembung

Bakteri yang ada di dalam usus bertugas untuk melakukan fermentasi terhadap makanan yang sudah diserap dan siap dikeluarkan. Kalau makanan yang difermentasi adalah makanan yang belum terserap nutrisinya, bakteri akan banyak mengeluarkan gas hidrogen dan metana.

Kalau di dalam usus banyak sekali gas yang terjebak, perut akan terasa kembung dan akhirnya membesar.

  1. Ngeri perut

Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dihancurkan sejak berada di mulut lalu lambung dan akhirnya ke usus. Kalau fungsi pankreas menurun, beberapa makanan tidak akan dipecah dengan sempurna. Artinya proses pembuangan dan pergerakan di usus akan terganggu.

Kondisi ini menyebabkan perut mengalami nyeri yang sangat intens. Nyeri ini akan muncul beberapa kali dan membuat seseorang yang mengalami EPI tidak bisa melakukan aktivitas hariannya dengan tenang.

  1. Malnutrisi

Kondisi EPI ini menyebabkan makanan yang masuk seperti numpang lewat saja. Singkatnya Anda seperti tidak makan apa-apa dan hanya kenyang saja. Nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh jarang sekali diserap oleh tubuh lantaran tidak bisa dipecah dengan sempurna.

Dampak dari kondisi ini adalah malnutrisi. Anda tidak akan bisa mendapatkan nutrisi untuk digunakan oleh semua organ. Otot tidak akan memiliki makanan untuk tumbuh dengan baik. Kondisi malnutrisi ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan komplikasi.

  1. Penurun berat badan

Kalau makanan yang masuk ke dalam tubuh hanya numpang lewat saja tentu penyerapan nutrisi akan anjlok. Setiap hari tubuh akan mengalami defisit kalori yang menyebabkan berat badan terus turun.

Kondisi ini akan semakin parah kalau terdapat gagal organ dan juga penyakit kronis lainnya. Begitu ada tanda EPI, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Diagnosis EPI

Kondisi EPI bisa diketahui atau didiagnosis dengan beberapa cara di bawah ini.

  • Catatan atau rekam medis dari seseorang. Dari catatan itu, diagnosis bisa dilakukan dengan lebih cepat dan spesifik.
  • Melakukan pemindaian dengan alat seperti CT-scan, sinar X, atau MRI. Dengan pemindaian ini akan terlihat ada atau tidaknya kerusakan pada pankreas.
  • Pemeriksaan di laboratorium. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui berapa kadar lemak pada feses. Kalau kadarnya banyak berarti kondisi EPI sedang terjadi.
  • Melakukan pengecekan terkait ada atau tidaknya penyakit yang berhubungan dengan EPI seperti diabetes.

Cara mengatasi EPI

Penanganan bisa dilakukan dengan dua makan cara. Pertama mengganti gaya hidup dan mengatur diet dengan baik. Makanan yang dikonsumsi haruslah yang lebih lembut sehingga proses pencernaan bisa berjalan cepat dan penyerapan sari makanan bisa membaik.

Karena penderita EPI sering mengalami kekurangan nutrisi, pemberian suplemen sangat dibutuhkan khususnya suplemen yang mudah dan cepat diserap oleh tubuh. Pemberian suplemen juga harus dibarengi dengan obat yang diresepkan oleh dokter agar hasilnya bisa maksimal.

Kondisi Exocrine pancreatic insufficiency (EPI) memang terbilang langka. Namun, tidak ada salahnya untuk tetap menjaga kesehatan tubuh termasuk pankreas yang kadang tidak semua orang tahu di tubuhnya ada organ tersebut. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda semuanya.