Esens Vape Beracun! Terutama 3 Rasa Ini

doktersehat-vaping-rokok-elektronik

DokterSehat.Com– Penelitian terbaru menemukan bahwa efek dari uap rokok elektronik atau vape berpengaruh pada dua jenis sel darah putih. Temuan menunjukkan bahwa senyawa yang terkandung dari esens rokok elektrik ternyata lebih beracun.

Terlepas dari kenyataan bahwa rokok elektrik membantu beberapa orang untuk berhenti dari rokok konvensional, perangkat ini mengandung banyak bahan kimia non-nikotin lainnya, namun efek kesehatannya masih diteliti.

Sebagai contoh, beberapa penelitian yang telah dilaporkan menunjukkan bahwa rokok elektrik mungkin memiliki efek kardiovaskular (penyakit jantung) yang merugikan, dan bahwa vape dapat memperlambat denyut jantung.

Konon, beberapa penelitian ini bersifat observasional, karena itu tidak dapat menjelaskan kausalitas atau dilakukan pada tikus.

Penelitian baru, bagaimanapun, membawa banyak hal ke laboratorium. Para ilmuwan di University of Rochester Medical Center di New York bertekad untuk menguji hipotesis bahwa rokok elektrik yang tidak mengandung nikotin akan lebih berbahaya daripada rokok konvensional.

Para periset berfokus pada pada imun toksikologis dan efek stres oksidatif oleh bahan kimia perasa rokok elektrik, pada dua jenis garis sel monosit manusia.

Stres oksidatif adalah proses di mana radikal oksigen diproduksi secara berlebihan, menghasilkan serangkaian efek yang merusak, termasuk peningkatan toksisitas, kerusakan DNA, atau bahkan kanker.

Monosit adalah sejenis sel darah putih yang berperan penting dalam respon kekebalan tubuh terhadap peradangan. Oleh karena itu, hasil penelitian baru adalah kunci untuk pemahaman kita tentang hubungan antara rokok elektrik dan sistem kekebalan tubuh kita.

Kayu manis, vanilla, dan mentega merupakan rasa yang terburuk
Untuk menilai potensi esens yang menyebabkan stres oksidatif, tim periset mengukur produksi spesies oksigen reaktif (ROS).

“Kami berhipotesis, bahwa bahan kimia penyedap yang digunakan dalam esens rokok elektrik menyebabkan respons inflamasi, toksisitas seluler, dan produksi ROS,” tulis para periset.

Tes sitotoksisitas yang dilakukan oleh periset mengungkapkan bahwa penggunaan esens rokok elektrik yang mengandung bahan kimia ini meningkatkan peradangan dan kerusakan jaringan. Semua ini dilakukan dengan meningkatkan kadar stres oksidatif.

Selain itu, seperti melansir Medical News Today, mencampur berbagai esens menghasilkan sitotoksisitas yang lebih besar dan tingkat ROS bebas sel dibandingkan dengan satu penyedap rasa. Mencampurkan beberapa esens rokok elektrik lebih berbahaya bagi pengguna.

Para periset menyimpulkan, bahwa perasa yang digunakan dalam esens vape dapat memicu respons inflamasi pada monosit, yang dimediasi oleh produksi ROS, memberikan wawasan tentang toksisitas paru potensial dan kerusakan jaringan pada pengguna rokok elektrik.

Bahan baku kayu manis, vanilla, dan mentega adalah yang paling beracun, namun penelitian menunjukkan bahwa mencampur rasa pada rokok elektrik yang paling banyak menyebabkan toksisitas pada sel darah putih.

Saat ini, rokok elektrik yang bebas nikotin tidak diatur, dan nama rasa yang memikat, seperti permen, kue, kayu manis, dan campuran lainnya, menarik para vaver muda.

Temuan ilmiah periset menunjukkan bahwa kadar perasa pada vape harus diatur dan botol esens memiliki daftar deskriptif dari semua bahan yang digunakan. Periset mendesak badan terkait untuk bertindak melindungi kesehatan masyarakat.