Terbit: 2 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Biasanya, makanan-makanan yang dituding bisa menyebabkan kenaikan kolesterol adalah makanan cepat saji, makanan Padang, hingga gorengan. Makanan-makanan lezat tersebut dikenal kaya akan kandungan lemak jenuh sehingga bisa memicu kolesterol tinggi. Sayangnya, tidak banyak orang yang menyadari jika es krim, jajanan manis yang sering dikonsumsi saat suhu udara sedang panas, ternyata juga bisa menyebabkan hal yang sama. Sebenarnya, bagaimana bisa es krim memicu datangnya masalah kesehatan ini?

Sering Makan Es Krim Bisa Sebabkan Kolesterol Tinggi?

Kaitan antara es krim dan kolesterol tinggi

Kebanyakan orang berpikir jika es krim hanya terkait dengan masalah gigi atau flu. Hal ini disebabkan oleh dinginnya suhu dari es krim yang disebabkan bisa menyebabkan gigi ngilu atau memicu pilek bagi anak-anak. Selain itu, rasa es krim yang manis juga bisa menyebabkan datangnya diabetes atau peningkatan berat badan.

Sebenarnya, selain gula, terdapat kandungan lain di dalam es krim seperti lemak, pewarna, perisa, hingga ekstrak buah. Kandungan lemak ini biasanya berasal dari susu. Sayangnya, kandungan ini bisa menyebabkan peningkatan kadar lemak jenuh di dalam tubuh. Jika sampai hal ini terjadi, kadar kolesterol jahat meningkat dengan signifikan dan akhirnya membuat pembuluh darah mengalami penumpukan plak dan aterosklerosis, kondisi yang membuat pembuluh darah kehilangan kelenturannya dan berpotensi mengganggu sirkulasi darah. Jika sampai hal ini terjadi, risiko terkena stroke dan serangan jantung pun akan meningkat dengan signifikan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh United States Department of Agriculture, disebutkan bahwa Amerika Serikat menghasilkan sekitar 1,5 miliar gallon es krim dalam setahun. Sekitar 90 persen masyarakat di negara tersebut mengonsumsi es krim sebagai makanan penutup atau camilan. Masalahnya adalah masyarakat Amerika Serikat cenderung menerapkan pola makan yang tidak sehat. Selain itu, di dalam secangkir es krim biasanya memiliki kadar lemak jenuh dengan jumlah yang setara dengan dua buah donat yang diberi tambahan gula atau burger.

Kandungan gula yang tinggi di dalam es krim ternyata tidak hanya akan menyebabkan kenaikan berat badan atau risiko diabetes. Hal ini juga bisa meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

Pakar kesehatan dari American Heart Association menyarankan kita untuk membatasi asupan lemak jenuh harian maksimal 16 gram dan lemak trans sebanyak 2 gram. Jumlah ini setara dengan sekitar 5 atau 10 persen total kebutuhan harian kalori kita yang mencapai 2.000 kalori. Karena alasan inilah sebaiknya memang kita tidak berlebihan atau terlalu sering makan es krim.

Cara sehat makan es krim agar tidak mudah terkena kolesterol tinggi

Mengingat es krim memiliki rasa yang nikmat dan menyegarkan, berusaha untuk membatasi konsumsinya tentu akan sangat sulit untuk dilakukan. Hanya saja, demi mencegah kenaikan kolesterol, sebaiknya memang kita mencoba untuk mengatur kembali kebiasaan makan es krim.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih memperhatikan apa yang kita konsumsi dalam sehari. Sebagai contoh, jika kita baru saja mengonsumsi es krim rasa cokelat yang tinggi gula, kalori, dan lemak jenuh, sebaiknya kita juga tidak mengonsumsi makanan dengan kandungan yang serupa di hari yang sama seperti daging merah, produk olahan susu, serta berbagai makanan tinggi lemak dan gula lainnya.

Selain itu, akan jauh lebih baik jika kita membuat es krim sendiri alih-alih membelinya di warung atau toko-toko. Dengan membuatnya sendiri, kita bisa menggunakan susu yang rendah lemak, bukannya susu tinggi lemak yang biasanya digunakan di produk es krim konvensional. Selain itu, alih-alih memakai ekstrak rasa buah atau perisa, kita juga bisa membuat es krim yang terbuat dari sari buah alami seperti jeruk, buah naga, atau buah lainnya.

Pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk menggunakan buah yang tinggi air karena bisa membuat es krim lebih berkualitas. Selain itu, mengingat buah sudah memiliki rasa manis alami, kita juga tidak perlu menambahkan gula sehingga kita pun tidak akan mengonsumsi gula dengan berlebihan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi