Terbit: 17 Juli 2020 | Diperbarui: 23 Agustus 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Salah satu masalah pada kulit yang perlu Anda ketahui dan waspadai adalah eritema nodosum. Apakah kondisi ini berbahaya? Simak informasi selengkapnya mengenai eritema nodosum mulai dari gejala, penyebab, pengobatan, hingga pencegahannya.

Eritema Nodosum: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Eritema Nodosum?

Eritema nodosum adalah peradangan yang terjadi di lapisan lemak kulit. Penyakit ini ditandai dengan kulit yang kemerahan, nyeri, dan ada benjolan lunak. Kondisi ini seringkali terjadi di tungkai kaki depan, tepatnya di bawah lutut, namun tidak menutup kemungkinan area tubuh lain juga bisa mengalaminya.

Masalah kulit yang satu ini umumnya akan terjadi selama beberapa minggu. Setelah itu, kulit yang terdampak akan mengering dan menjadi datar, serta meninggalkan bekas seperti memar. Eritema nodosum biasanya menyerang kelompok usia 20-40 tahun. Sementara itu, wanita memiliki risiko lebih besar untuk mengalami masalah ini ketimbang pria.

Ciri dan Gejala Eritema Nodosum

Eritema nodosum dapat muncul secara tiba-tiba. Beberapa orang mengalami gejala yang tidak spesifik sebelum kondisi ini muncul .

Banyak ciri-ciri atau gejala eritema nodosum—terutama nyeri sendi—berlanjut setelah adanya luka dan baru benar-benar mereda dalam kurun waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan ke depan.

Gejala awal dari penyakit kulit ini adalah sebagai berikut:

  • Demam
  • Kelelahan tanpa sebab
  • Infeksi hidung
  • Nyeri sendi, nyeri otot, dan kelemahan
  • Sendi bengkak, sering terjadi pada pergelangan kaki dan lutut
  • Batuk
  • Penurunan berat badan

Gejala masalah kulit ini bisa bervariasi antar individu, namun begitu kondisi ini muncul, biasanya terdapat beberapa karakteristik umum.

Karakteristik lesi yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

  • Nyeri hebat
  • Bagian tubuh yang terkena terasa hangat ketika dipegang
  • Merah terang selama seminggu sampai 10 hari kemudian memudar menjadi ungu atau biru
  • Di bagian depan tulang kering, tapi kadang kala pergelangan kaki, lutut, paha, dan lengan bawah
  • Benjolan sedikit terangkat
  • Berbentuk bulat
  • Benjolan kulit berair
  • Ukuran benjolan bervariasi dari kecil seperti anggur hingga jeruk, tapi kebanyakan antara 1-5 sentimeter
  • Jumlah benjolan antara 2 hingga lebih dari 50
  • Benjolan berkilau

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami demam, tubuh lelah, berat badan menurun tanpa sebab, yang lantas disertai oleh kemunculan lesi pada kulit. Penanganan sedini mungkin akan semakin memudahkan proses penyembuhan sekaligus mencegah kondisi bertambah buruk.

Penyebab Eritema Nodosum

Eritema nodosum bersifat idiopatik atau tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya. Pada beberapa kasus, penyakit ini merupakan hasil dari respons imun yang abnormal dan paling sering dipicu oleh infeksi, obat-obatan, atau kondisi yang menyebabkan peradangan kronis

Para ahli belum sepenuhnya yakin bagaimana eritema yang satu ini bisa berkembang. Ada hipotesis yang mengatakan bahwa hal itu mungkin disebabkan oleh penumpukan kompleks imun dalam pembuluh darah kecil dan koneksi di lemak subkutan. Penumpukan ini kemudian menyebabkan peradangan.

Kemungkinan penyebab eritema nodosum di antaranya meliputi:

  • Infeksi, seperti faringitis streptokokus atau radang tenggorokan
  • Infeksi bakteri, seperti Mycoplasma pneumonia atau tuberkulosis
  • Infeksi virus
  • Infeksi jamur
  • Sarkoidosis
  • Kanker
  • Antibiotik
  • Kontrasepsi oral
  • Kehamilan
  • Kondisi yang menyebabkan peradangan kronis, seperti penyakit radang usus (IBS), kolitis ulserativa (UC), dan penyakit Crohn
  • Penggunaan obat-obatan seperti sulfonamid, salisilat, dan obat antiinflamasi nonsteroid lainnya (NSAID)
  • Bromida dan iodida
  • Genetika

Diagnosis Eritema Nodosum

Dalam mendiagnosis pasien dengan keluhan eritema nodosum, dokter akan melakukan sejumlah tahapan pemeriksaan. Tahapan pemeriksaan meliputi:

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan pada pasien. Pertanyaan antara lain sebagai berikut:

  • Bisa ceritakan gejala apa saja yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?
  • Apakah sedang menderita penyakit infeksi?
  • Apakah sedang mengonsumsi obat-obatan? Jika ya, obat apa saja?

2. Pemeriksaan Fisik

Selanjutnya, dokter akan memeriksa fisik pasien, dalam hal ini area kulit di mana terdapat lesi. Melalui pemeriksaan fisik ini, dokter dapat menentukan seberapa parah kondisi pasien.

3. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis. Pada kasus ini, dokter mungkin akan melakukan prosedur biopsi, yakni bagian kecil dari kulit yang terkena diambil untuk dianalisis di bawah mikroskop di laboratorium. Biopsi dilakukan apabila ada indikasi kondisi tersebut disebabkan oleh infeksi.

Pengobatan Eritema Nodosum

Cara menyembuhkan penyakit eritema nodosum termasuk pemberian obat antiinflamasi dan kortison melalui mulut atau injeksi. Colchicine juga terkadang digunakan untuk mengurangi peradangan.

Penting untuk dicatat bahwa penyakit ini tidak mengancam organ internal. Dengan istirahat yang benar, sebagian besar kasus eritema nodosum sembuh sendiri dalam waktu 1 sampai 2 bulan.

Akan tetapi, beberapa orang baru benar-benar sembuh setelah 6 bulan atau bahkan lebih. Ini biasanya berlaku jika pasien sebelumnya mengalami kondisi medis tertentu, termasuk infeksi yang tidak segera diobati.

Berikut adalah garis besar pengobatan eritema nodosum:

  • Bed rest, terutama jika bengkak dan nyeri parah
  • Membungkus area dengan handuk dan es selama 15 hingga 20 menit, ini bisa dilakukan beberapa kali dalam 1 hari
  • Memosisikan area tubuh yang terkena lebih tinggi dengan menggunakan penopang, seperti bantal
  • Obat nyeri dan anti-inflamasi
  • Kompres ringan atau perban
  • Tetrasiklin oral atau obat-obatan antibiotik
  • Kalium iodida, biasanya 400 sampai 900 mikrogram (mcg) per hari selama 1 bulan saat gejala dimulai
  • Krim steroid

Pencegahan Eritema Nodosum

Sebagian besar kasus penyakit ini kemungkinan disebabkan oleh infeksi, baik itu infeksi bakteri, jamur, atau bahkan virus. Oleh sebab itu, langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan senantiasa memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda. Dengan demikian, tubuh tidak mudah terserang infeksi mikroorganisme ‘jahat’ tersebut.

 

  1. Anonim. Erythema Nodosum. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/erythema-nodosum (Diakses pada 17 Juli 2020)
  2. Anonim. Erythema Nodosum. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/erythema-nodosum (Diakses pada 17 Juli 2020)
  3. Huizen, J, 2018. How do you treat Erythema Nodosum? https://www.medicalnewstoday.com/articles/320829 (Diakses pada 17 Juli 2020)
  4. Watson, S. 2017. Erythema Nodosum. https://www.healthline.com/health/erythema-nodosum (Diakses pada 17 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi