Terbit: 11 Juni 2021 | Diperbarui: 15 Juni 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Enzim pada lambung memiliki fungsi penting dalam memecah zat dari makanan, yang membantu mencerna dan menyerap nutrisi makanan oleh usus dengan baik. Lebih lanjut simak penjelasannya di bawah ini!

5 Jenis Enzim pada Lambung dan Fungsi untuk Kesehatan Pencernaan

Apa Itu Enzim pada Lambung?

Sel-sel yang melapisi lambung melepaskan berbagai enzim pencernaan, yang berfungsi untuk membantu mencerna makanan. Tidak hanya terdapat dalam lambung, produksi enzim pencernaan juga berasal dari kelenjar ludah di mulut, pankreas, dan usus kecil dengan fungsinya masing-masing.

Enzim pencernaan bekerja memecah molekul besar dan kompleks yang membentuk protein, karbohidrat, dan lemak (zat gizi makro) menjadi lebih kecil. Ini membuat nutrisi dari makanan mudah terserap ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh tubuh.

Fungsi Enzim pada Lambung

Masing-masing dari banyak enzim pencernaan yang berbeda berfungsi memecah nutrisi tertentu menjadi kecil yang akhirnya mudah terserap.

Berikut ini enzim pada lambung dan fungsinya:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

1. Lipase

Ini berfungsi untuk pemecahan lemak menjadi asam lemak dan gliserol (alkohol gula sederhana). Produksi lipase dalam jumlah sedikit oleh mulut dan perut, dan dalam jumlah yang lebih banyak oleh pankreas.

2. Pepsin

Ini adalah enzim pencernaan utama di lambung. Sel-sel utama di lambung membuat pepsinogen, yang berubah menjadi pepsin oleh lingkungan asam lambung. Fungsi enzim pada lambung ini dapat memecah protein menjadi polipeptida dan asam amino.

2. Gastric Lipase

Gastsic lipase adalah enzim pencernaan lain dari sel utama di lambung. Ini mirip dengan lipase lingual, tetapi memecah triasilgliserol rantai pendek dan menengah. Lipase lingual dan lambung paling penting selama masa pertumbuhan bayi, karena memecah lemak yang terdapat dalam ASI.

3. Gastrin

Produksi gastrin oleh sel G lambung itu sendiri, yang meningkatkan aktivitas lambung. Ini dapat merangsang peningkatan produksi getah lambung, kontraksi otot, dan pengosongan lambung melalui sfingter pilorus—katup untuk mengatur masuknya makanan dari perut ke dalam usus halus.

4. Mucin

Mucin berfungsi melindungi permukaan atau dinding lambung akibat kerusakan mekanis, dari asam lambung dan iritasi kimia. Enzim mucin berasal dari selaput permukaan dalam lambung (sel mukosa)

5. Asam Klorida

Asam lambung terdiri dari enzim pencernaan, yaitu asam klorida (HCL) dan zat lain yang penting untuk menyerap nutrisi.

HCL dalam asam lambung berfungai memecah protein dalam makanan dan membunuh bakteri dan virus yang berasal dari makanan yang masuk. HCL juga berfungsi mengubah pepsinogen (enzim pepsin yang belum aktif di lambung) menjadi pepsin.

Baca Juga: 6 Enzim Pencernaan dan Fungsinya (Paling Lengkap)

Penyebab Kekurangan Enzim Pencernaan

Ada banyak penyebab mengapa tubuh tidak membuat cukup enzim pencernaan. Produksi enzim yang buruk dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, yang mengakibatkan berbagai masalah kesehatan.

Salah satu penyebab utama penurunan produksi enzim pencernaan adalah fungsi eksokrin pankreas yang buruk. Berikut ini sejumlah penyebab Exocrine Pancreatic Insufficiency (EPI):

  • Masalah dengan bagian endokrin pankreas, seperti disregulasi insulin dari diet tinggi karbohidrat olahan dan diabetes.
  • Batu empedu yang menyumbat saluran empedu dan mengurangi atau menghentikan aliran cairan pankreas (stasis empedu).
  • Fungsi yang buruk dari Sfingter Oddi, yang mengontrol pelepasan cairan empedu dan pankreas dari saluran empedu ke usus kecil.
  • Minum alkohol.
  • Kekurangan protein.
  • Kekurangan mikronutrien.
  • Diet tinggi karbohidrat olahan menyebabkan hipoglikemia, resistensi insulin, dan diabetes.
  • Asupan kalori tinggi.
  • Terlalu sedikit atau terlalu banyak berolahraga.

Baca Juga: 6 Gangguan Sistem Pencernaan yang Paling Umum Ditemui

Cara Menjaga Produksi Enzim pada Lambung

Sistem pencernaan memecah makanan yang Anda makan menjadi nutrisi untuk tubuh. Jika tidak memerhatikan kesehatan pencernaan, produksi enzim bisa menurun dan tubuh bisa mengalami masalah dalam menyerap nutrisi penting tersebut. Makanan yang Anda makan dan gaya hidup memiliki dampak langsung pada kesehatan pencernaan.

Berikut ini cara menjaga kadar enzim pada lambung:

1. Mengonsumsi Makanan yang Kaya Enzim

Jika tubuh tidak mampu membuat enzim pencernaan yang cukup, molekul makanan tidak dapat tercerna dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti intoleransi laktosa.

Dengan demikian, makanlah makanan yang tinggi enzim pencernaan alami untuk membantu melancarkan pencernaan. Makanan yang mengandung enzim pencernaan alami, termasuk nanas, pepaya, mangga, pisang, alpukat, kiwi, dan madu.

2. Kurangi Stres

Stres fisik yang terjadi akibat terlalu banyak berolahraga atau faktor lain, seperti penyakit, operasi, kurang tidur, atau gangguan ritme harian (misalnya kerja shift malam), dapat mengganggu saluran pencernaan dan kemampuannya menghasilkan enzim.

Cobalah melakukan langkah yang terbaik untuk tetap dalam rutinitas, sempatkan waktu untuk pemulihan dari masalah medis, tidur selama 7-9 jam semalam dan berolahraga secara teratur.

3. Mencukupi Asupan Serat

Makan makanan yang mengandung tinggi serat dapat melancarkan pencernaan dan menyehatkan lambung. Mendapatkan asupan tinggi serat, baik serat larut maupun tidak larut, membantu menjaga makanan tetap bergerak melalui saluran pencernaan, ini dapat membantu mencegah sembelit.

Beberapa makanan yang mengandung tinggi serat, termasuk biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan.

4. Makan secara Teratur

Mengonsumsi makanan dan camilan sehat secara teratur dapat membantu menjaga sistem pencernaan dalam kondisi baik. Oleh karenanya, usahakan jangan lupa untuk sarapan, makan siang, makan malam, dan camilan pada waktu yang sama setiap hari.

6. Minum Air yang Cukup

Cukup minum air baik untuk kesehatan pencernaan. Serat yang berasal dari makanan dapat menyerap air ke dalam usus besar untuk membuat feses yang lebih lembut, yang dapat membantu melancarkan buang air besar.

7. Olahraga secara Teratur

Rajin olahraga secara teratur bisa membantu memastikan makanan tetap bergerak melalui sistem pencernaan, mengurangi risiko sembelit. Tubuh tetap aktif juga dapat membantu mempertahankan berat badan yang sehat, ini baik untuk kesehatan pencernaan.

8. Hindari Rokok, Kafein Berlebihan, dan Alkohol

Kebiasaan buruk, seperti merokok, minum minuman beralkohol, dan minum kopi atau minuman berkafein lainnya terlalu banyak, dapat mengganggu fungsi sistem pencernaan dan menyebabkan masalah seperti sakit maag dan mulas.

 

  1. Ash, Michael. 2017. Digestive Enzymes. https://www.clinicaleducation.org/news/digestive-enzymes/ (Diakses pada 11 Juni 2021)
  2. Anonim. 2009. How does the stomach work?. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279304/ (Diakses pada 11 Juni 2021)
  3. Bolen, Barbara. 2020. Types and Functions of Digestive Enzymes. https://www.verywellhealth.com/what-are-digestive-enzymes-1945036 (Diakses pada 11 Juni 2021)
  4. Byrd, James C dan Robert S. 2000. Alterations in gastric mucin synthesis by Helicobacter pylori. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4723543/ (Diakses pada 11 Juni 2021)
  5. Boldt, Andrea. Tanpa Tahun. Are There Natural Ways to Increase Digestive Enzymes?. https://www.livestrong.com/article/517795-natural-ways-to-increase-digestive-enzymes/ (Diakses pada 11 Juni 2021)
  6. Lehman, Shereen. 2020. How Digestive Enzymes Work on Food. https://www.verywellfit.com/what-digestive-enzymes-do-to-food-2507053 (Diakses pada 11 Juni 2021)
  7. McCoy, Krisha. 2020. 11 Tips for Better Digestive Health. https://www.everydayhealth.com/digestive-health/tips-for-better-digestive-health/ (Diakses pada 11 Juni 2021)
  8. Raman, Ryan. 12 Foods That Contain Natural Digestive Enzymes. https://www.healthline.com/nutrition/natural-digestive-enzymes#TOC_TITLE_HDR_12 (Diakses pada 11 Juni 2021)
  9. Taylor, Tim. Tanpa Tahun. Stomach. https://www.innerbody.com/image_digeov/dige11-new.html (Diakses pada 11 Juni 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi