Terbit: 2 Oktober 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Entropion adalah kondisi kelopak mata yang mengarah ke dalam sehingga bulu mata akan bergesekan dengan bola mata. Ketahui apa itu entropion, gejala, penyebab, pengobatan, dll.

Entropion: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Apa Itu Entropion?

Entropion adalah istilah medis untuk kondisi kelopak mata yang terlipat ke bagian dalam mata. Kondisi ini menyebabkan kulit kelopak mata dan bulu mata akan bergesekan dengan permukaan bola mata, termasuk kornea mata setiap kali Anda berkedip.

Kelainan kelopak mata ini dapat memicu iritasi mata, mata merah, jaringan parut pada mata, mata lecet, hingga risiko gangguan penglihatan bila terjadi dalam jangka panjang. Kondisi ini biasanya terjadi akibat penyebab genetik.

Berdasarkan laporan American Academy of Ophthalmology, 2,1% entropion terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun. Penderitanya akan mengalami ketidaknyamanan penglihatan sehingga membutuhkan perawatan dengan tetes mata atau salep pelembap mata.

Gejala Entropion

Entropion lebih sering terjadi pada lansia dengan gejala yang tumbuh perlahan-lahan. Berikut ini gejalanya:

  • Merasa ada benda asing yang mengganggu mata atau kelilipan.
  • Mata merah.
  • Iritasi mata.
  • Mata perih.
  • Mata sering berair atau berkaca-kaca.
  • Ada jaringan parut di bola mata.
  • Kulit kelopak mata kendur.
  • Kelopak mata berlendir.
  • Kepekaan pada cahaya (fotofobia).

Gesekan bulu mata berulang ke bola mata akan menyebabkan gejala yang mungkin lebih parah.

Baca Juga: 12 Obat Mata Merah secara Medis dan Alami (Ampuh!)

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasi pada dokter bila Anda mengalami gejala gangguan mata jangka panjang dengan gejala, sebagai berikut:

  • Mata perih.
  • Mata merah.
  • Gangguan penglihatan.

Anda harus segera konsultasi ke dokter mata bila mengalami gangguan penglihatan yang tidak dapat dijelaskan. Bila gesekan kulit atau bulu mata ke bola mata dibiarkan, akan berisiko kerusakan permanen.

Penyebab Entropion

Entropion terjadi bukan karena lipatan kelopak mata dari kulit yang berlebih, namun lebih sering terjadi akibat kelemahan otot karena faktor usia. Berikut ini penyebabnya:

  • Kelemahan Otot: Otot mata yang terletak di bawah mata akan melemah seiring bertambahnya usia. Sehingga kelopak mata malah melipat ke bagian dalam mata.
  • Infeksi Mata Trachoma: Menyebabkan jaringan parut pada kelopak mata hingga kelopak mata mengarah ke dalam mata.
  • Peradangan Mata: Mata kering, merah, bengkak, atau kebiasaan mengucek mata dapat menyebabkan otot mata kejang dan menggulung ke bagian dalam mata.
  • Cedera Traumatis: Bekas luka bakar, operasi mata, atau cedera di sekitar mata dapat membuat kelopak mata kendur dengan posisi abnormal.

Penyebab paling sering adalah kelemahan otot, tendon, dan ligamen di bawah mata yang menyebabkan kelopak mata menggulung ke dalam.

Faktor Risiko Entropion

Berikut ini beberapa faktor yang meningkatkan risiko mengalami entropion:

  • Usia, kondisi ini lebih sering terjadi pada lansia.
  • Infeksi bakteri penyebab penyakit trachoma.
  • Memiliki jaringan parut atau bekas luka akibat kecelakaan, prosedur medis tertentu, luka bakar, paparan bahan kimia, radiasi, atau suatu operasi.
  • Kondisi bawaan lahir namun jarang terjadi.

Diagnosis Entropion

Dokter spesialis mata akan melakukan diagnosis dari pemeriksaan secara visual. Anda akan diminta untuk berkedip keras, menutup mata, lalu membuka mata lagi untuk mengamati perbedaan pada kelopak mata.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penglihatan Anda. Bila dikhawatirkan ada jaringan parut di bola mata, maka dokter akan memeriksa seluruh jaringan mata termasuk bagian dalam kelopak mata.

Dokter juga akan bertanya seputar riwayat kesehatan mata Anda. Dokter akan mencari tahu apakah Anda pernah mengalami cedera mata, paparan bahan kilia, atau iritasi mata sebelumnya.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Bulu Mata Rontok dengan Bahan Alami

Cara Mengatasi Entropion

Cara paling sederhana untuk mengatasi posisi kelopak mata abnormal adalah dengan menarik kelopak mata perlahan dan mengembalikan posisinya, namun cara ini sama sekali tidak dianjurkan karena hanya mengatasi gangguan mata sementara saja. Sebaiknya hubungi dokter untuk opsi perawatan yang lebih tepat, termasuk:

  • Tetes Mata: Menggunakan tetes mata yang dibuat dari air mata buatan untuk mengurangi gejala iritasi mata ringan.
  • Perekat Mata Transparan: Menggunakan transparent skin tape khusus dari dokter yang ditempelkan di kelopak mata untuk menarik atau membuka kelopak mata kembali ke posisi semula.
  • Kontak Lensa: Kontak lensa untuk menghindari gesekan bola mata langsung ke kornea. Kontak lensa dengan resep dokter dapat melindungi permukaan mata dan meringankan gejala.
  • Suntik Botox: Menggunakan bahan kimia onabotulinumtoxinA (Botox) untuk mengembalikan posisi kelopak mata yang normal.
  • Prosedur Menjahit Kelopak Mata: Prosedur operasi kecil untuk menarik kelopak mata dalam posisi yang benar menggunakan beberapa jahitan di sepanjang kelopak mata.
  • Operasi Mata: Bila gejala entropion sangat parah hingga berisiko kebutaan, dokter akan menyarankan operasi mata.

Operasi mata dibutuhkan untuk mengencangkan kembali otot mata. Dokter juga menyarankan operasi bila gangguan mata disebabkan oleh jaringan parut, bekas luka, atau masalah otot mata yang lebih serius.

Komplikasi Entropion

Komplikasi yang mungkin terjadi adalah iritasi atau kerusakan kornea akibat gesekan benda asing dalam jangka panjang. Dalam kondisi yang lebih serius, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga risiko kebutaan akibat abrasi kornea.

Pencegahan Entropion

Sebagian kasus entropion disebabkan oleh faktor usia yang sulit dicegah. Anda dapat mengurangi risiko komplikasi gangguan mata dengan menggunakan tetes mata, pelembap mata, atau salep mata untuk menjaga kelembapan mata.

Anda juga harus berhati-hati bila tinggal di tempat yang berisiko tinggi menyebabkan gangguan mata atau cedera mata, seperti bekerja menggunakan bahan kimia berbahaya atau tinggal di tempat dengan kasus infeksi bakteri trachoma tinggi. Bila perlu, gunakan kacamata atau kontak lensa pelindung.

Itulah pembahasan lengkap tentang apa itu entropion. Mohon konsultasi ke dokter mata bila Anda khawatir pada gejala atau gangguan mata serta penglihatan Anda. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Brazier, Yvette. 2019. What is entropion?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/248936. (Diakses pada 2 Oktober 2020).
  2. Healthline Editorial Team. 2017. Eyelid Turned In. https://www.healthline.com/health/entropion#diagnosis. (Diakses pada 2 Oktober 2020).
  3. Mayo Clinic. 2019. Entropion. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/entropion/symptoms-causes/syc-20351125. (Diakses pada 2 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi