Terbit: 23 Juli 2020 | Diperbarui: 9 September 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Endoftalmitis adalah peradangan di bagian dalam bola mata yang jika dibiarkan dan tidak mendapatkan pengobatan dapat menyebabkan kebutaan permanen. Ketahui informasi lengkap tentang gejala, penyebab, cara mengobati, pencegahan, dan lainnya di bawah ini!

Endoftalmitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Endoftalmitis?

Endoftalmitis adalah peradangan pada bagian dalam bola mata yang disebabkan oleh infeksi. Peradangan dapat memengaruhi cairan vitreous di tengah mata. Cairan vitreous adalah zat bening seperti gel.

Peradangan dapat menjalar ke jaringan di sekitarnya yang berfungsi untuk penglihatan. Peradangan akibat infeksi ini dapat terjadi oleh luka pada bola mata atau karena beberapa jenis operasi.

Penyakit ini tergolong sangat jarang, tetapi jika mengalami merupakan kondisi darurat medis yang harus segera mendapatkan pengobatan.

Ciri dan Gejala Endoftalmitis

Tanda dan gejala yang muncul sangat cepat setelah mengalami infeksi pada mata. Gejala biasanya akan terjadi dalam waktu satu sampai dua hari, atau terkadang hingga enam hari setelah menjalani operasi atau mengalami trauma pada mata.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Tanda dan gejala endoftalmitis meliputi:

  • Sakit mata semakin memburuk setelah operasi atau trauma pada mata
  • Penurunan fungsi atau hilangnya penglihatan
  • Mata merah
  • Kelopak mata bengkak
  • Keluar nanah dari mata

Gejala endoftalmitis juga dapat terjadi setelah enam minggu menjalani operasi. Gejalanya cenderung lebih ringan, di antaranya:

  • Sakit mata ringan
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri saat melihat cahaya terang (fotofobia)

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Segera periksakan ke dokter jika mengalami salah satu atau beberapa dari gejala endoftalmitis yang telah dijelaskan di atas, atau setelah menjalani operasi, trauma pada mata, dan kondisi apa pun yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Semakin cepat mendapatkan diagnosis dan diobati, semakin kecil kemungkinannya penyakit ini menyebabkan masalah penglihatan yang lebih serius atau bahkan kehilangan penglihatan permanen.

Jenis dan Penyebab Endoftalmitis

Endoftalmitis adalah penyakit yang terbagi menjadi dua jenis utama dan sekaligus menjadi penyebabnya, yaitu eksogen yang berarti infeksi terjadi akibat dari luar masuk ke dalam mata dan endogen adalah infeksi yang menjalar ke mata dari bagian tubuh lainnya.

Berikut ini penjelasan kedua penyebab endoftalmitis:

1. Eksogen

Endoftalmitis eksogen adalah bentuk yang paling umum. Jenis ini dapat terjadi akibat bakteri, jamur, virus, atau parasit yang memasuki mata menyebabkan infeksi setelah operasi pada mata, suntikan pada mata, atau masuknya benda asing. Infeksi lebih mungkin menjalar di dalam bola mata.

Endoftalmitis eksogen lebih sering terjadi karena operasi mata, salah satunya adalah operasi katarak. Jenis ini terjadi akibat infeksi dalam tubuh yang menjalar ke mata.

Operasi katarak adalah pengobatan mata yang paling umum dilakukan, sehingga kemungkinan besar operasi menyebabkan penyakit ini.

Operasi lain yang lebih sering mengakibatkan infeksi adalah operasi intraokular, operasi yang dilakukan di dalam bola mata itu sendiri.

2. Endogen

Endoftalmitis endogen yaitu peradangan di dalam bola mata yang tidak disebabkan karena adanya perlukaan pada permukaan mata atau pembedahan pada mata.

Endoftalmitis endogen terjadi bila terdapat infeksi pada organ tubuh lain dan menyebabkan bakteremia (bakteri tersebar mengikuti aliran darah) dan kemudian berkembang biak di dalam rongga mata. Kasus ini dapat terjadi pada pasien dengan imunitas tubuh yang lemah (imunocompromized).

Faktor Risiko Endoftalmitis

Terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami endoftalmitis, di antaranya:

  • Luka pada mata yang tidak segera diobati.
  • Adanya benda asing pada mata.
  • Operasi untuk glaukoma atau katarak.
  • Waktu operasi yang lama.
  • Diabetes melitus.
  • HIV.
  • Minum kortikosteroid jangka panjang.

Baca Juga: Katarak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Diagnosis Endoftalmitis

Tenaga medis yang mendiagnosis penyakit ini biasanya dokter spesialis mata. Dokter mungkin akan melakukan beberapa hal untuk mengetahui dan memastikan apakah gejalanya berasal dari endoftalmitis.

Dokter akan memeriksa kondisi mata, menanyakan riwayat kesehatan (terutama operasi atau cedera pada mata), dan menguji fungsi penglihatan mata menggunakan ophthalmoscope. Ini merupakan alat khusus untuk memudahkan dokter melihat kondisi bagian dalam mata.

Selain itu, tes tambahan lainnya mungkin akan dilakukan, di antaranya:

  • Ultrasonografi (USG). Tes ini untuk melihat apakah ada benda asing di bola mata, biasanya disebabkan oleh endoftalmitis eksogen.
  • Vitreous tap. Dokter dapat melakukan tes ini jika mata diduga mengalami infeksi. Prosedur vitreous tap dilakukan menggunakan jarum kecil untuk mengeluarkan cairan dari bola mata. Cairan ini kemudian diuji di bawah mikroskop untuk mengetahui penyebab infeksi dan menentukan perawatan yang tepat.

Cara Mengobati Endoftalmitis

Pengobatan penyakit ini tergantung pada penyebab dan kondisi penglihatan mata yang terpengaruh. Ketika kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri, perawatannya dilakukan dengan salah satu atau beberapa pengobatan berikut:

  • Antibiotik intravitreal. Obat ini disuntikkan langsung ke mata yang terinfeksi. Biasanya, terlebih dahulu dilakukan pengambilan sedikit cairan vitreus untuk memberikan ruang bagi antibiotik.
  • Antibiotik intravena. Antibiotik dapat disuntikkan ke pembuluh darah. Obat ini mungkin diresepkan dokter untuk pasien yang mengalami infeksi parah.
  • Vitrektomi. Operasi ini dilakukan untuk mengeluarkan sebagian cairan vitreous mata yang terinfeksi. Cairan ini diganti dengan saline steril atau cairan lain yang sesuai. Operasi biasanya dilakukan jika kehilangan penglihatan tergolong parah dan berisiko mengalami kebutaan.
  • Enukleasi bulbi. Bila infeksi dalam mata sudah tidak dapat diatasi dengan antibiotik akan berisiko menjalar ke saraf penglihatan dan otak, dapat berisiko menyebabkan infeksi selaput otak (meningitis) dan infeksi otak (encephalitis) hingga kematian. oleh karenanya, diperlukan operasi pengangkatan bola mata untuk mencegah penyebaran infeksi.

Jika penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur, dokter dapat menyuntikkan obat antijamur langsung ke mata yang terinfeksi. Obat ini juga dapat diberikan melalui suntikan pada vena. Pengobatan lainnya mungkin diberi obat antijamur secara oral.

Baca Juga: 15 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Mudah dan Ampuh!

Komplikasi Endoftalmitis

Endoftalmitis adalah kondisi darurat medis yang dapat menyebabkan komplikasi, termasuk gangguan pada penglihatan, phthisis bulbi (kerusakan pada bola mata yang parah), dan kebutaan permanen. Komplikasi dapat terjadi jika penyakit ini tidak segera mendapatkan pengobatan.

Komplikasi penyakit ini dapat dikurangi dengan mengikuti saran pengobatan dari dokter mata. Langkah terpenting adalah memastikan Anda tahu bagaimana dan kapan harus menerapkan obat tetes mata yang diresepkan atau salep mata antibiotik.

Jika dokter menyarankan untuk menggunakan penutup mata (eye patch), sebaiknya Anda juga harus tahu bagaimana cara menggunakannya.

Cara Mencegah Endoftalmitis

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit ini, di antaranya:

  • Menggunakan kacamata pelindung saat melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan benda asing memasuki mata, termasuk menggergaji kayu atau aktivitas lainnya yang berisiko.
  • Menggunakan kacamata yang tepat dan peralatan keselamatan selama olahraga kontak.
  • Mengikuti instruksi perawatan dari dokter setelah menjalani operasi mata atau injeksi pada mata. Misalnya, mencuci tangan sebelum menggunakan obat tetes mata. Jangan membiarkan botol pipet menyentuh mata karena dapat mencemari pipet.

 

  1. Anonim. 2018. Endophthalmitis. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/endophthalmitis-a-to-z. (Diakses pada 23 Juli 2020)
  2. Anoni. 2010. Endophthalmitis. https://www.sciencedirect.com/topics/nursing-and-health-professions/endophthalmitis. (Diakses pada 23 Juli 2020)
  3. McBean, Brenda. 2018. What Is Endophthalmitis?. https://www.healthline.com/health/endophthalmitis. (Diakses pada 23 Juli 2020)
  4. Mukamal, Reena. 2019. Endophthalmitis. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-endophthalmitis. (Diakses pada 23 Juli 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi