DokterSehat.Com– Salah satu makanan yang paling sering kita temui di malam hari adalah penyetan, makanan yang terdiri dari nasi hangat, sambal pedas, lalapan, dan lauk yang biasanya digoreng. Salah satu lauk yang kerap dipesan saat kita mengkonsumsi penyetan adalah kol goreng. Berbeda dengan kol yang biasanya dijadikan lalapan mentah dengan rasa yang tidak terlalu kuat, kol goreng memiliki sensasi renyah begitu kita makan. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, kol goreng ternyata sangat tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi.



Photo Source: Inovasee

Laman Kaki Lima Street Food by Qraved baru-baru ini mengeluarkan analisanya tentang kol goreng ini. Meskipun memang memiliki rasa yang enak dan bisa membuat nafsu makan meningkat, kol goreng memiliki kandungan minyak yang sangat tinggi. Hal ini berarti, kol goreng kaya akan kandungan lemak dan kolesterol. Selain itu, kandungan vitamin di dalam sayuran ini juga sudah benar-benar menghilang saat digoreng bersama dengan minyak.

Yang menjadi masalah adalah, seringkali minyak yang dipakai untuk menggoreng di warung penjaja penyetan beberapa kali dipakai untuk menggoreng sehingga makanan yang diolah dengan minyak tersebut memiliki paparan radikal bebas. Bahkan, disebutkan bahwa kol goreng ini juga sudah memiliki kandungan senyawa karsinogen yang bisa menyebabkan datangnya kanker.

Sebenarnya, makanan yang digoreng memang sebaiknya tidak sering-sering kita konsumsi demi kesehatan. Hanya saja, jika memang kita ingin sekali mengkonsumsi penyetan, ada baiknya kita memilih untuk mengkonsumsi lalapan segar sebagai penyeimbang makanan berlemak yang kita konsumsi, bukannya mengkonsumsi kol goreng yang kaya akan minyak.