Terbit: 15 September 2020 | Diperbarui: 4 Oktober 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Empiema adalah kondisi ketika ketika nanah berkumpul di rongga pleura. Kondisi ini biasanya berkembang setelah pneumonia, peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Simak gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Empiema: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Empiema?

Empiema adalah istilah medis untuk kantong nanah yang terkumpul di dalam rongga tubuh. Namun istilah ini paling digunakan untuk merujuk pada kantong berisi nanah yang berkembang di rongga pleura, rongga yang berada di lapisan pleura yang membungkus paru-paru dengan lapisan pleura yang menempel pada dinding dalam rongga dada.

Gejala Empiema

Kondisi ini bisa membuat seseorang stres dan menimbulkan ketidaknyamanan. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Mengalami kasus pneumonia yang tidak kunjung membaik
  • Demam
  • Nyeri dada
  • Batuk
  • Nanah dalam lendir
  • Sulit bernapas
  • Suara berderak dari dada
  • Penurunan suara pernapasan
  • Cairan di paru-paru (terlihat dengan rontgen dada)

Selain beberapa gejala seperti di atas, penting untuk diketahui bahwa kondisi ini juga dapat berkembang melalui tiga tahap jika seseorang tidak mendapatkan pengobatan.

  • Tahap 1: Simple (the exudative phase). Ini terjadi ketika cairan ekstra mulai menumpuk di rongga pleura. Cairan ini bisa terinfeksi dan mungkin mengandung nanah.
  • Tahap 2: Complicated (the fibrinopurulent phase). Pada tahap ini, cairan di rongga pleura mulai menebal dan membentuk ‘kantong’.
  • Tahap 3: Frank (the organizing phase). Cairan yang terinfeksi menyebabkan jaringan parut pada lapisan dalam yang melapisi rongga pleura di paru-paru. Kondisi ini menyebabkan kesulitan bernapas karena menghentikan paru-paru agar tidak menggembung dengan benar.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda mengalami beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas, segera dapatkan perawatan medis.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Penyebab Empiema

Kondisi dapat berkembang setelah Anda menderita pneumonia. Berbagai jenis bakteri dapat menyebabkan pneumonia, tetapi dua yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus. Kadang-kadang, kondisi ini juga dapat terjadi setelah Anda menjalani operasi di dada.

Rongga pleura secara alami memiliki cairan, tetapi infeksi dapat menyebabkan cairan menumpuk lebih cepat daripada yang dapat diserap. Cairan tersebut kemudian terinfeksi bakteri yang menyebabkan pneumonia atau infeksi.

Hal ini dapat menyebabkan lapisan paru-paru dan rongga dada saling menempel dan membentuk kantong. Paru-paru mungkin tidak dapat mengembang sepenuhnya, kondisi yang dapat menyebabkan Anda kesulitan bernapas.

Faktor Risiko Empiema

Meski faktor risiko terbesar dari kondisi ini adalah pneumonia, beberapa kondisi berikut ternyata juga dapat meningkatkan kemungkinan kondisi ini, antara lain:

  • Bronkiektasis
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Rheumatoid arthritis
  • Kecanduan alkohol
  • Diabetes
  • Sistem kekebalan yang melemah
  • Operasi atau trauma baru-baru ini
  • Abses paru

Diagnosis Empiema

Diagnosis pertama yang bisa dilakukan adalah melihat riwayat kesehatan lengkap dan melakukan pemeriksaan fisik. Tes lain yang mungkin disarankan dokter untuk membantu diagnosis, antara lain:

  • Rontgen dada dan CT scan berguna menunjukkan ada tidaknya cairan di rongga pleura.
  • Ultrasonografi dada akan menunjukkan jumlah dan lokasinya cairan dengan tepat.
  • Tes darah dapat membantu memeriksa jumlah sel darah putih, mencari protein C-reaktif, dan mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi. Jumlah sel darah putih dapat meningkat saat mengalami infeksi.
  • Thoracentesis, prosedur medis untuk mengambil cairan berlebih pada pleura melalui jarum yang yang dimasukkan ke rongga dada. Setelah itu cairan tersebut dianalisis untuk mencari bakteri, protein, dan sel lainnya.

Pengobatan Empiema

Pada dasarnya, tujuan pengobatan adalah untuk menyembuhkan infeksi dan membuang kumpulan nanah dari paru-paru. Berikut adalah beberapa perawatan yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Antibiotik

Dokter biasanya meresepkan antibiotik sebagai pengobatan pertama untuk kasus yang ringan. Perawatan antibiotik biasanya membutuhkan waktu 2 hingga 6 minggu.

  • Drainase

Menguras cairan sangat penting untuk mencegah empiema simple berkembang menjadi complicated atau frank. Untuk mengeluarkan cairan, dokter dapat melakukan torakostomi tabung, cara ini melibatkan ultrasound atau  memasukkan tabung yang dipandu komputer ke dalam rongga dada, kemudian mengeluarkan cairan dari rongga pleura.

  • Operasi

Pada kasus empiema tingkat lanjut, pembedahan mungkin merupakan pilihan pengobatan terbaik. Sebuah studi menemukan bahwa operasi yang disebut decortication yielded memberikan hasil yang lebih baik dibanding drainase tabung.

Decortication melibatkan pembuangan ‘kantong’ nanah dan jaringan fibrosa dari rongga pleura, yang membantu paru-paru berkembang dengan baik.

Dalam banyak kasus, ahli bedah akan melakukan video-assisted thoracotomy (VATS). Prosedur ini tidak terlalu invasif, tidak terlalu menyakitkan, dan memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat daripada open-thoracotomy. Namun dalam beberapa kasus, ahli bedah akan melakukan open-thoracotomy.

  • Terapi Fibrinolitik

Seorang dokter mungkin merekomendasikan terapi fibrinolitik, yaitu menggunakan obat yang dikenal sebagai agen fibrinolitik. Terapi ini membantu mengeringkan cairan pleura dan dokter dapat menggunakannya bersamaan dengan torakostomi tabung.

Baca Juga: Perbedaan Pneumonia dengan COVID-19 (Disertai Pengobatannya)

Komplikasi Empiema

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, di antaranya:

  • Fibrosis, yaitu kerusakan jaringan paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas dan bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang. Jika kesulitan bernapas berlanjut 6 bulan setelah infeksi, operasi decortication diperlukan untuk memperbaiki gejala.
  • Empyema necessitatis, yaitu perluasan dari infeksi ke dinding dada dan jaringan lunak. Kondisi ini sangat jarang dan membutuhkan penanganan medis segera.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kasus empiema kompleks juga dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah seperti sepsis dan paru-paru menjadi mengempis (kolaps). Gejala sepsis meliputi:

  • Demam tinggi
  • Panas dingin
  • Pernapasan cepat
  • Detak jantung cepat
  • Tekanan darah rendah

Paru-paru kolaps dapat menyebabkan nyeri dada yang tajam dan sesak napas tiba-tiba, serta menjadi semakin parah saat batuk atau bernapas. Segera cari bantuan medis karena kondisi ini bisa berakibat fatal.

Pencegahan Empiema

Satu-satunya cara untuk mencegah timbulnya kondisi ini adalah dengan mengobati infeksi paru, kandung empedu, dan panggul secara efektif. Konsumsi antibiotik sesuai dosis yang diresepkan dokter juga penting untuk memastikan agar infeksi tidak terjadi lagi.

 

  1. Anonim. Empyema. https://factdr.com/health-conditions/empyema/. (Diakses pada 15 September 2020).
  2. Anonim. Empyema. https://medlineplus.gov/ency/article/000123.htm. (Diakses pada 15 September 2020).
  3. Cafasso, Jacquelyn. 2018. Empyema. https://www.healthline.com/health/empyema. (Diakses pada 15 September 2020).
  4. Stinson, Adrienne. 2018. What is empyema?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323578#rare-complications. (Diakses pada 15 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi