Terbit: 9 Juni 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Pulmonary embolism atau emboli paru adalah penyakit di paru-paru yang dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan tepat. Baca terus untuk mendapatkan informasi lengkap tentang definisi pulmonary embolism, gejala, penyebab, pengobatan, dan pencegahan!

Emboli Paru: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa Itu emboli Paru?

Emboli paru adalah penyumbatan pembuluh darah di paru-paru yang disebabkan oleh penggumpalan darah. Penyumbatan di paru-paru biasanya berasal dari pembuluh darah di kaki. Gumpalan berkembang ketika darah tidak dapat mengalir dengan lancar melalui kaki karena tubuh tidak bergerak dalam waktu yang lama.

Penyumbatan arteri di paru-paru dapat menyebabkan masalah serius, seperti kerusakan di paru-paru dan kadar oksigen yang rendah dalam darah. Kekurangan oksigen juga dapat merusak organ lain dalam tubuh. Jika gumpalan besar atau arteri tersumbat oleh banyak gumpalan kecil, emboli paru bisa berakibat fatal.

Ciri dan Gejala Emboli Paru

Gejalanya bisa bervariasi dan kemungkinan akan tergantung pada ukuran gumpalan dan seberapa besar paru-paru yang terkena, penyakit paru-paru atau jantung.

Berikut ini sejumlah gejala yang sebabkan emboli paru:

  • Sesak napas secara tiba-tiba.
  • Nyeri dada yang bisa menyebar ke lengan, rahang, leher, dan bahu. Rasa sakit semakin tajam ketika bernapas dalam-dalam, batuk, dan membungkuk.
  • Batuk berdahak disertai darah.
  • Nyeri di punggung.
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur (aritmia).
  • Banyak berkeringat dari biasanya.
  • Pusing atau pingsan.
  • Demam.
  • Bibir atau kuku membiru (sianosis).
  • Nyeri kaki atau bengkak, biasanya di betis akibat trombosis vena dalam.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Jika dibiarkan dan tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat, gejala emboli paru bisa mengancam jiwa. Segera dapatkan pertolongan medis jika mengalami gejala berikut:

  • Sesak napas
  • Sakit dada atau punggung bagian atas
  • Batuk berdahak dan berdarah

Penyebab Emboli Paru

Gumpalan darah dalam tubuh dapat terbentuk oleh berbagai penyebab. Emboli paru adalah penyakit yang paling sering disebabkan oleh deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam, suatu kondisi di mana gumpalan darah terbentuk di vena jauh di dalam tubuh. Gumpalan darah sering kali menyebabkan emboli paru di kaki atau panggul.

Berikut beberapa kondisi yang menjadi penyebab emboli paru:

  • Cedera. Cedera seperti patah tulang atau robekan pada otot dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, yang menyebabkan pembekuan darah.
  • Tidak aktif. Gravitasi dapat menyebabkan darah mandek di area terendah tubuh, yang menyebabkan pembekuan darah. Kondisi ini dapat terjadi jika duduk terlalu lama, misalnya melakukan perjalanan panjang atau berbaring di tempat tidur untuk pemulihan dari penyakit.
  • Kondisi medis. Beberapa kondisi kesehatan menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami pembekuan darah (penyakit jantung) yang dapat menyebabkan emboli paru. Perawatan kondisi medis seperti operasi atau kemoterapi untuk kanker juga dapat menyebabkan pembekuan darah.

Faktor Risiko Emboli Paru

Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan trombosis vena dalam dan emboli paru, di antaranya:

  • Kanker
  • Riwayat keluarga yang mengalami emboli
  • Patah tulang (fraktur) kaki atau pinggul
  • Riwayat serangan jantung atau stroke
  • Operasi besar
  • Gaya hidup yang tidak banyak bergerak
  • Kegemukan (obesitas)
  • Usia di atas 60 tahun
  • Menggunakan hormon estrogen atau testosteron
  • Kondisi hiperkoagulabel atau kelainan pembekuan darah genetik, termasuk Faktor V Leiden, mutasi gen protrombin, dan peningkatan kadar homosistein

Baca Juga: 15 Penyebab Trombosis Vena Dalam yang Patut Diwaspadai!

Diagnosis Emboli Paru

Terkadang penyakit emboli paru sulit didiagnosis, terutama jika pasien memiliki kondisi paru-paru atau jantung yang mendasarinya, seperti emfisema atau tekanan darah tinggi (hipertensi). Guna mengetahui gejala emboli paru pada pasien, dokter awalnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan tentang kesehatan secara keseluruhan dan kondisi yang mungkin sudah ada sebelumnya.

Dokter biasanya akan melakukan satu atau lebih dari sejumlah tes berikut untuk memastikan penyebab gejala:

  • Rontgen dada. Tes ini menggunakan alat khusus yang memungkinkan dokter dapat melihat jantung dan paru-paru secara rinci, serta masalah pada tulang di sekitar paru-paru.
  • Computed tomography (CT) scan. Pemindaian ini membantu dokter melihat gambar penampang paru-paru.
  • Elektrokardiografi (EKG). Tes sederhana ini digunakan untuk merekam atau mengukur aktivitas listrik jantung.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). Pemindaian ini menggunakan gelombang radio dan medan magnet untuk menghasilkan gambar secara terperinci.
  • Pulmonary angiography. Tes ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil agar dokter dapat memandu alat khusus melalui pembuluh darah. Kemudian dokter akan menyuntikkan zat pewarna khusus sehingga pembuluh darah paru-paru dapat terlihat.
  • Duplex venous ultrasound. Tes ini menggunakan gelombang radio untuk memvisualisasikan aliran darah dan untuk memeriksa bekuan darah di kaki.
  • Venografi. Pemeriksaan rontgen yang menggunakan suntikan bahan kontras untuk menunjukkan bagaimana darah mengalir melalui pembuluh darah.
  • Tes D-dimer. Jenis uji sampel darah di laboratorium untuk membantu melakukan diagnosis penyakit dan kondisi yang mengakibatkan hiperkoagulabilitas (kecenderungan darah membeku).

Pengobatan Emboli Paru

Perawatan emboli paru tergantung pada ukuran dan lokasi bekuan darah. Jika kondisinya ringan dan diketahui lebih awal, dokter mungkin menyarankan obat-obatan sebagai perawatan. Sedangkan kondisi yang parah akan memerlukan prosedur operasi.

Berikut ini beberapa cara mengobati emboli paru:

1. Obat-Obatan

Dokter mungkin akan meresepkan obat berikut:

  • Antikoagulan. Obat ini juga sering kali disebut pengencer darah, namun tidak benar-benar mengencerkan darah. Obat antikoagulan dapat mencegah bekuan darah baru terbentuk. Kebanyakan orang mengonsumsi obat ini selama beberapa bulan. Sedangkan orang yang memiliki risiko mengalami pembekuan darah akan membutuhkan obat ini seumur hidupnya.
  • Trombolitik. Jika gejala memberat dan mengancam nyawa, obat trombolitik juga akan digunakan. Obat ini dapat melarutkan bekuan darah dengan cepat, namun meningkatkan risiko perdarahan serius.

2. Operasi

Pilihan pengobatan lain adalah pembedahan atau prosedur invasif minimal untuk mengambil bekuan darah (embolektomi).

  • Menghilangkan gumpalan. Jika memiliki gumpalan darah yang sangat besar dan mengancam nyawa, dokter mungkin menyarankan untuk mengeluarkannya melalui selang (kateter) tipis yang menembus pembuluh darah.
  • Filter vena. Kateter juga digunakan untuk menempatkan filter di vena utama tubuh (inferior vena cava) yang mengarah dari kaki ke sisi kanan jantung. Filter dapat membantu mencegah pembekuan darah ke paru-paru. Prosedur ini sering diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak dapat menggunakan obat antikoagulan atau ketika memiliki gumpalan berulang meskipun menggunakan antikoagulan.
  • Operasi terbuka. Dokter mungkin akan menyarankan operasi terbuka hanya dalam situasi darurat ketika pasien syok atau obat tidak bekerja untuk memecah gumpalan.

3. Perawatan Lanjutan

Setelah perawatan di rumah sakit, pasien akan disarankan untuk mengobati penyebab yang mendasarinya. Biasanya trombosis vena dalam.

  • Pemberian obat. Pasien kemungkinan besar diresepkan obat antikoagulan, seperti heparin dan warfarin, untuk mencegah pembekuan darah kembali.
  • Menggunakan alat khusus. Pasien mungkin juga perlu menggunakan kaus kaki ketat atau alat lainnya untuk mencegah pembekuan terbentuk di kaki.
  • Latihan. Melakukan olahraga ringan pada kaki secara teratur juga merupakan komponen utama terapi setelah perawatan emboli paru.

Komplikasi Emboli Paru

Emboli paru adalah penyakit yang dapat mengancam jiwa jika tidak terdiagnosis dan tidak segera diobati. Selain itu, berikut sejumlah komplikasi yang diakibatkan penyakit emboli paru:

  • Kekambuhan
  • Gagal jantung
  • Efusi pleura
  • Infark paru
  • Aritmia
  • Hipertensi paru
  • Pendarahan tidak normal

Pencegahan Emboli Paru

Anda dapat mengurangi risiko penyakit emboli paru dengan melakukan hal-hal yang membantu mencegah penggumpalan darah di kaki yang mengarah ke paru-paru, di antaranya:

  • Aktivitas fisik. Bergerak sesegera mungkin setelah pulih dari operasi untuk mencegah pembekuan darah.
  • Menghindari duduk untuk waktu yang lama. Ketika bekerja di depan komputer, bangun dan berjalan-jalan setiap jam atau lebih, atau sesering mungkin melenturkan kaki. Begitupun jika sedang melakukan perjalanan jauh, sempatkan bergerak beberapa saat.
  • Perbanyak minum cairan. Minum banyak cairan ketika sedang melakukan perjalanan jauh untuk mencegah dehidrasi dan penggumpalan darah. Hindari minuman beralkohol atau kafein.
  • Menggunakan stoking kompresi. Alat yang mirip kaus kaki ketat ini digunakan jika memiliki risiko tinggi penyakit emboli paru. Stoking kompresi dapat menekan kaki yang membantu pembuluh darah dan otot kaki melancarkan darah dengan lebih efisien.
  • Menggunakan kompresi pneumatik. Alat ini seperti manset paha atau betis yang secara otomatis mengembang dengan udara dan mengempis setiap beberapa menit untuk memijat dan menekan pembuluh darah di kaki dan meningkatkan aliran darah.
  • Mengonsumsi obat pengencer darah. Obat harus sesuai resep dan saran dokter jika memiliki risiko tinggi pembekuan darah sebelum dan setelah operasi. Obat ini juga untuk kondisi medis tertentu, termasuk serangan jantung, stroke, dan komplikasi jantung.
  • Mengangkat kedua kaki. Jika memungkinkan posisikan kaki lebih tinggi (ganjal dengan bantal) dari kepala ketika berbaring. Cara ini efektif mencegah pembekuan darah.

 

  1. Anonim. 2018. Symptoms of Pulmonary Embolism, and When to Call the Doctor. https://www.webmd.com/lung/pulmonary-embolism-symptoms. (Diakses pada 9 Juni 2020)
  2. Krans, Brian. 2019. Pulmonary Embolism. https://www.healthline.com/health/pulmonary-embolus. https://www.healthline.com/health/pulmonary-embolus. (Diakses pada 9 Juni 2020)
  3. Mayo Clinic Staff. 2020. Pulmonary embolism. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-embolism/symptoms-causes/syc-20354647. (Diakses pada 9 Juni 2020)
  4. Roland, James. 2019. Complications of Pulmonary Embolism. https://www.healthline.com/health/pulmonary-embolism-complications. (Diakses pada 9 Juni 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi