Eksim Basah: Penyebab, Gejala, Pengobatan

eksim-basah-doktersehat

DokterSehat.Com – Apa itu eksim basah? Eksim dikenal dengan istilah medis eczema, namun saat ini istilah dermatitis lebih sering digunakan dalam dunia medis. Dermatitis atau eksim sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi peradangan pada kulit yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Istilah eksim basah dan eksim kering pada dasarnya merupakan istilah yang digunakan oleh masyarakat awam. Kedua istilah ini digunakan untuk menggambarkan dua eksim yang berbeda dilihat dari gejalanya. Jika merujuk pada namanya, eksim kering merupakan peradangan kulit yang kondisinya kering. Eksim kering sering kali merujuk pada dermatitis atopik.

Sedangkan eksim basah bisa diartikan sebagai peradangan pada kulit yang disebabkan oleh berbagai faktor yang ditandai dengan ruam merah pada kulit yang terlihat basah atau berair. Kenali lebih jauh tentang eksim basah meliputi penyebab, gejala, dan juga pengobatannya melalui artikel ini.

Penyebab Eksim Basah

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa eksim basah bisa disebabkan oleh berbagai macam sebab. Salah satu penyebab paling sering dihubungkan dengan eksim basah adalah dermatitis numularis atau eksim numularis atau eksim diskoid. Dermatitis numularis merupakan peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah berbentuk koin yang terasa nyeri dan perih.

Penyebab eksim basah lainnya bisa berupa infeksi yang disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau virus, hingga alergi. Dermatitis kontak dan gigitan serangga juga bisa menjadi pemicu eksim basah. Penyebab eksim basah juga bisa disebabkan oleh kondisi umum yang menyebabkan eksim kering seperti dermatitis atopik atau dermatitis seboroik.

Bedanya adalah eksim basah umunya bersifat akut sedangkan eksim kering lebih sering bersifat kronis. Eksim basah yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lama juga bisa berubah menjadi eksim kering yang bersifat kronis. Begitu juga dengan eksim kering yang mungkin berubah menajdi eksim basah jika terkena infeksi sekunder akibat bakteri maupun penyebab lainnya.

Gejala Eksim Basah

Gejala eksim basah secara umum adalah munculnya ruam merah pada kulit yang menimbulkan rasa gatal dan kondisinya berair. Eksim basah juga mungkin ditandai dengan pembengkakan, perubahan warn kulit, hingga munculnya bau tidak sedap dari bagian kulit yang meredang. Beberapa eksim basah juga mungkin mengandung nanah.

Jika eksim basah disebabkan oleh dermatitis numularis, maka gejalanya akan dimulai dengan munculnya bercak merah kecil yang jumlahnya banyak dan berkelompok. Bercak ini mengandung cairan dan kemudian semakin lama semakin membesar hingga sebesar koin. Pada dermatitis numularis, bercak bisa berubah warna menjadi kekuningan dan menandakan adanya infeksi bakteri Staphylococcus aureus.

Lesi atau luka pada eksim basah selalu mengandung cairan sehingga kondisinya selalu basah. Cairan ini bisanya menambah rasa gatal hingga ke sekitar luka. Rasa gatal tersebut akan membuat kita tanpa sadar menggaruk luka dan justru membuat luka semakin lama semakin melebar.

Pengobatan Eksim Basah

Pengobatan eksim basah pada dasarnya harus disesuaikan dengan penyebab eksim basah itu sendiri. Maka dari itu, pengobatan eksim basah baru bisa ditentukan jika sudah terdapat diagnosa dari jenis dan penyebab eksim itu sendiri. Berikut adalah beberapa pengobatan yang umum diberikan untuk pasien dengan eksim basah:

1. Obat-obatan

Pengobatan eksim basah yang pertama adalah dengan menggunakan obat-obatan. Berikut adalah beberapa jenis obat-obatan yang biasa diberikan untuk menangani eksim basah:

  • Kortikosteroid. Obat ini merupakan obat antiinflamasi yang berfungsi untuk mengurangi reaksi peradangan. Kortikosteroid bisa berupa obat oral untuk ditelah dan bisa juga berupa obat topikal untuk dioleskan langsung pada eksim basah.
  • Antihistamin. Obat ini digunakan untuk meredam senyawa histamin yang berperan dalam menimbulkan reaksi alergi. Obat ini bisa digunakan untuk mengatasi eksim basah yang pemicunya merupakan alergi.
  • Agen imunomodulasi. Obat yang merupakan agen imunomodulasi bekerja mengatur kerja sel darah putih untuk mengatasi reaksi peradangan.
  • Antibiotik. Obat jenis ini digunakan untuk eksim basah yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Jenis obat yang dipilih harus disesuaikan dengan penyebab eksim basah yang Anda alami. Jangan memilih obat sembarangan tanpa mengetahui dengan jelas penyebab eksim Anda. Memilih obat yang salah tidak hanya akan eksim tidak sembuh tetapi bisa membuat eksim basah menjadi semakin parah.

2. Melindungi kulit

Jika dibiarkan terbuka, eksim basah akan semakin mudah terpapar gangguan dari luar. Berbagai gangguan ini mungkin akan memperparah peradangan sehingga eksim basah pun semakin sulit untuk disembuhkan. Melindungi bagian kulit yang mengalami peradangan memang bukan merupakan pengobatan tetapi lebih kepada pencegahan agar eksim basah tidak semakin parah.

Anda bisa menggunakan perban untuk melindungi infeksi sesaat setelah menggunakan obat topikal. Tapi perlu diketahui bahwa penggunaan perban tidak selalu dibutuhkan karena terdapat beberapa kondisi yang justru membuat eksim basah menjadi semakin sulit kering karena ditutup oleh perban. Sebaikya diskusikan dengan dokter tentang keperluan membalut luka dengan perban kasa.

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara menghindarkan kulit Anda dari benda yang bisa menyebabkan alergi, menghindarkan luka dari senyawa kimia yang keras bagi kulit, dan juga menggunakan pakaian yang berbahan lembut dan tidak akan menimbulkan gesekan pada kulit.

Tips Menghindari Eksim

Eksim, baik eksim kering dan eksim basah adalah jenis penyakit yang mudah kambuh. Untuk menghindari Anda dari penyakit eksim berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

1. Kenali pemicu alergi

Hati-hati jika Anda memiliki riwayat alergi. Umumnya seseorang yang memiliki riwayat alergi bisa dengan mudah terkena alergi meskipun alergennya berbeda. Kenali benda-benda hingga makanan yang membuat Anda alergi agar sebisa mungkin Anda dapat menghindarinya.

2. Jaga kebersihan kulit

Jagalah kebersihkan kulit Anda. Tidak menjaga kebersihan kulit bisa mengundang virus, jamur, maupun batkeri yang bisa memicu infeksi yang akhirnya menyebabkan eksim. Mandilah paling tidak dua kali sehari dan keringkan tubuh hingga benar-benar kering sebelum berpakaian. Pilihlah produk-produk pembersih kulit yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda.

3. Jaga kebersihan pakaian

Selain menjaga kebersihan kulit, perhatikan juga apa yang Anda pakai karena pakaian Anda berinteraksi langsung dengan kulit. Pastikan Anda mengganti pakaian secara rutin dan mengganti pakaian ketika sudah berkeringat atau kotor. Pilihlah bahan pakaian yang ramah dikulit seperti tidak membuat gerah dan tidak kasar di kulit.

4. Menjaga pola hidup sehat

Pola hidup sehat meliputi menjaga pola makan dengan makan teratur dan menjaga asupan nutrisi, menjaga pola tidur dengan tidur cukup dan menjaga kualitas tidur, dan berolahraga secara rutin. Kebiasaan hidup sehat ini sangat baik untuk menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga, karena jika ketahanan tubuh menurun maka tubuh akan mudah terserang penyakit, termasuk juga eksim.

Itu dia sekilas informasi mengenai penyebab, gejala, pengobatan, dan tips menghindari eksim basah. Jika Anda merasa mengalami gejala dari penyakit ini, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter agar penyebab eksim basah dapat jelas diketahui dan pengobatan yang tepat bisa ditentukan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Teman Sehat!