Apa Saja Efek Samping Obat TBC? Ini Tips untuk Mengatasinya!

cara-mengatasi-efek-samping-obat-tbc-doktersehat

DokterSehat.Com – Apakah Anda sedang menjalani terapi obat TBC? Apakah Anda tahu bahwa ada beberapa efek samping obat TBC yang bisa ditimbulkan? Efek samping obat TBC ini harus diatasi dengan cara-cara tertentu. Apabila efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan obat tbc dibiarkan begitu saja maka bisa berdampak lebih buruk lagi.

Baca lebih lanjut untuk mengetahui apa saja efek samping obat TBC dan cara mengatasi efek samping dari penggunaan obat TBC. Simaklah dengan seksama penjelasan di bawah ini agar Anda bisa memahaminya dan mengambil tindakan positif.

Obat TBC

Obat yang paling umum digunakan pada penderita TBC ada 4, yaitu Ethambutol, Isoniazid, Pyrazinamide, dan Rifampicin. Ada juga jenis obat Rifapentin dan Streptomycin tetapi jarang digunakan. Anda perlu tahu bahwa penggunaan obat TBC tergantung pada jenis tuberculosis yang diderita. Ada dua jenis penyakit tuberculosis, yaitu TBC laten dan TBC aktif.

1. TBC laten

Jenis TBC laten bisa menyebabkan infeksi. Selain itu, ada kemungkinan jenis TBC laten bisa menjadi TBC aktif. Pada TBC laten, ada beberapa obat TBC yang akan dianjurkan oleh dokter.

Berikut ini adalah ketiga jenis obat TBC yang biasa digunakan untuk terapi obat TBC laten:

Isoniazid

Obat isoniazid adalah obat TBC yang paling umum digunakan untuk jenis TBC laten. Para pasien dengan TBC laten akan dianjurkan dokter untuk minum pil antibiotik isoniazid setiap hari. Terapi obat isoniazid dilakukan selama 9 bulan berturut-turut.

Rifampicin

Jenis obat TBC lainnya yang digunakan untuk penderita TBC laten adalah rifampin. Para penderita TBC laten akan diharuskan meminum obat rifampin setiap hari selama 4 bulan. Jenis obat rifampin ini baru diberikan apabila Anda memiliki kontraindikasi dengan obat isoniazid.

Baca juga: Gejala, Penyebab dan Pengobatan Tuberkulosis (TBC)

Isoniazid dan rifapentin

Ada juga jenis obat kombinasi, yaitu isoniazid dan rifapenting. Keduanya sama-sama antibiotik. Tidak seperti obat TBC tunggal yang sebelumnya disebutkan, jenis obat TBC ini diminum seminggu sekali dan dilakukan selama 3 bulan berturut-turut.

2. TBC aktif

Para penderita TBC aktif akan mendapatkan terapi obat antibiotik selama 6 bulan hingga 9 bulan berturut-turut. Adapun, jenis obat TBC yang sering digunakan untuk mengobati TBC aktif adalah Ethambutol, Isoniazid, Pyrazinamide, dan Rifampicin.

Efek samping obat TBC

Pemakaian obat TBC ternyata menimbulkan beberapa efek samping. Akan tetapi, Anda tidak perlu merasa khawatir karena sebagian besar dari efek samping ini bersifat ringan walaupun ada juga yang bersifat lebih serius. Oleh karena itu, Anda tetap perlu memantau kondisi medis yang Anda alami selama atau setelah pemakaian obat tbc.

Berikut ini adalah beberapa efek samping obat TBC yang mungkin terjadi berdasarkan jenis obat TBC yang sering digunakan:

1. Isoniazid

Obat isoniazid adalah obat TBC yang dipakai untuk kedua jenis TBC. Obat isoniazid memiliki beberapa efek samping. Efek samping tersebut ada yang ringan dan ada yang cukup merugikan kesehatan tubuh.

Efek samping ringan

Efek samping yang paling umum dan terbilang ringan dari jenis obat isoniazid adalah mual, muntah, dan nyeri epigastrium. Akan tetapi ada beberapa efek samping obat TBC Isoniazid lainnya, yaitu seperti:

  • Jerawat: Jerawat akan muncul sebagai efek samping obat TBC jenis Isoniazid. Namun, Anda tak perlu khawatir karena jerawat akan hilang setelah pemakaian obat TBC Isoniazid dihentikan.
  • Perubahan perilaku: Anda mungkin akan merasakan pusing atau sakit kepala, susah tidur, euforia, agitasi, dan merasakan kecemasan.
  • Arthralgia: Meskipun jarang, tetapi Arthralgia bisa saja terjadi pada beberapa kasus.
  • Demam: Demam bisa terjadi pada pasien yang telah mengonsumsi obat TBC isoniazid.

Efek samping merugikan

Selain efek samping ringan, ada juga efek samping obat TBC jenis isoniazid yang cukup merugikan. Beberapa efek samping obat TBC jenis Isoniazid yang cukup merugikan kesehatan tubuh, di antaranya adalah:

  • Psikosis: Pada pasien yang menerima manifestasi isoniazid akan mengalami psikosis dan memerlukan pengawasan dokter dan psikiatri.
  • Perubahan hematologi: Perubahan hematologi terhadi karena adanya hipersensitivitas dari pasien terhadap kandungan Isoniazid.
  • Neuropati perifer: Efek samping berupa Neuropati perifer terjadi sekitar 20% pasien yang diobati dengan isoniazid. Efek samping ini bisa diobati dengan terapi obat lainnya.
  • Hepatitis klinis: Hepatitis klinis bisa terjadi pada pasien yang menerima isoniazid dan merupaka efek samping yang merugikan.
  • Sindrom lupuslike: Sindrom lupuslike juga bisa menjadi efek samping obat TBC yang merugikan kesehatan.

2. Rifampicin

Obat rifampicin pun juga tak lepas dari beberapa efek samping. Efek samping obat TBC jenis rifampicin mulai dari efek samping ringan hingga efek samping merugikan. Simaklah apa efek samping yang ditimbukan akibat pemakaian obat rifampicin.

Efek samping ringan

  • Keluhan gastrointestinal, seperti: mual, anoreksia, dan nyeri perut
  • Mengeluarkan cairan tubuh, seperti: air mata, keringat, dan air seni
  • Reaksi kulit, seperti: Pruritus, dengan atau tanpa erythema
  • Sindrom Flulike: Sindrom flulike jarang terjadi dan terjadi pada pasien yang menggunakan rejimen intermiten yang termasuk rifampisin.
  • Efek samping lain, seperti: kelelahan, pusing, sakit kepala, dyspnea, dan ataksia

Efek samping merugikan

  • Exanthema
  • Hepatotoksisitas
  • Reaksi imunologis seperti Penio trombosit, vaskulitis, leukopenia, eosinofilia, anemia hemolitik, dan nefritis interstisial akut.

3. Pyrazinamide

Pyrazinamide adalah turunan asam nikotinat. Jenis obat TBC pyrazinamide memiliki struktur molekul yang mirip dengan obat isoniazid. Yuk, disimak apa saja efek samping yang bisa ditimbulkan akibat pemakaian obat TBC pyrazinamide.

Efek samping ringan

  • Gejala gastrointestinal: Mual, muntah, dan anoreksia
  • Hiperurisemia dan artralgia
  • Exanthema dan pruritus
  • Dermatitis

Efek samping merugikan

  • Eksantema dan pruritus berat
  • Rhabdomyolysis dengan myoglobinuria dan gagal ginjal
  • Artritis akut pada individu gout:
  • Hepatotoksisitas

4. Ethambutol

Sebenarnya pemberian obat TBC Etahmbutol tidak memberikan efek samping berarti. Akan tetapi, apabila pemberian obat Ethambutol melebih dosis 15 mg/ kg berat badan maka akan muncul beberapa efek samping.

  • Gout
  • Neuritis Retrobulbar
  • Hipersensitivitas, seperti: gatal-gatal, ruam kulit, demam
  • Gejala gastrointestinal, seperti: mual, muntah, nyeri perut, dan hepatotoksisitas
  • Gejala hematologi, seperti: eosinofilia, neutropenia, dan trombositopenia
  • Gejala kardiovaskular, seperti: miokarditis dan perikarditis
  • Gejala neurologis, seperti: sakit kepala, pusing, dan kebingungan mental
  • Infiltrat paru (bersifat jarang)

Tips mengatasi efek samping obat TBC

Meskipun keempat jenis obat TBC yang umum digunakan memiliki efek samping mulai dari yang ringan hingga merugikan, Anda tidak perlu merasa cemas dan panik. Ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk mengatasi efek samping obat TBC yang telah dipaparkan sebelumnya.

Baca juga: Darah Kepik Bisa Jadi Obat Malaria Dan TBC

Berikut ini adalah tips untuk mengatasi efek samping obat TBC:

  • Mencatat setiap efek samping baik yang ringan maupun yang merugikan
  • Berkonsultasi dengan dokter dan melaporkan efek samping apa saja yang dialami
  • Menyampaikan informasi kepada dokter tentang obat atau suplemen apa saja yang digunakan bersamaan dengan pemakaian obat TBC
  • Mengikuti saran dan anjuran dari dokter untuk meredakan gejala-gejala dari efek samping obat TBC yang sedang Anda alami
  • Melakukan konsultasi secara teratur dengan dokter hingga efek samping obat TBC hilang

 

Sumber:

1. Antituberculosis drugs: drug interactions, adverse effects, and use in special situations. Part 1: first-line drugs: http://www.scielo.br/scielo.php?pid=S1806-37132010000500016&script=sci_arttext&tlng=en