10 Efek Samping Mengonsumsi Madu yang Jarang Kita Sadari

efek-samping-madu-doktersehat
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com – Selama ini kita sering mengenal madu sebagai salah satu super food. Saking banyak manfaatnya, harga madu asli yang berkualitas cukup mahal. Madu dianggap memberikan banyak hal untuk tubuh, sehingga sangat disarankan untuk dikonsumsi setiap hari. Sayangnya, ternyata ada efek samping konsumsi madu yang belum banyak diketahui.

Efek samping konsumsi madu untuk kesehatan tubuh

Madu juga memiliki efek samping yang ternyata. Tanpa bermaksud mengesampingkan manfaatnya, kita juga tidak boleh mengabaikan efek samping yang akan diberikan. Berikut ini efek samping konsumsi madu untuk kesehatan tubuh:

  1. Berpotensi sebabkan keracunan

Madu dihasilkan oleh lebah dengan mengambil dari bunga-bunga yang ada di sekitar sarang. Beberapa bunga yang diambil terkadang memiliki elemen racun yang menyebabkan seseorang jadi lemas atau seperti memiliki efek mabuk. Dengan efek seperti ini membeli madu harus berasal dari peternakan atau pabrik yang memberikan standar mutu terbaik.

Selain bahan dari madu, madu yang dikonsumsi alami dan diambil dari alam terkadang masih memiliki partikel dari rumah lebah, kaki lebah, sayap, dan kotoran lain yang bisa memicu keracunan.

  1. Menyebabkan botulism pada bayi

Bayi dengan usia di bawah 12 bulan tidak disarankan untuk mengonsumsi madu mentah yang berasal dari alam. Efek samping konsumsi madu yang masih mentah mengandung racun berupa spora bernama Clostridium botulinum. Racun ini berasal dari sengat lebah madu yang tercampur. Anak-anak dengan usia di bawah setahun kalau mengonsumsi madu bisa mengalami demam, mual, sembelit, diare, dan kemungkinan lumpuh otot.

  1. Menyebabkan perut jadi tidak nyaman

Mengonsumsi madu terlalu banyak akan menyebabkan gula di dalam pencernaan menjadi banyak. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada tubuh berupa susahnya proses pencernaan dan penyerapan sari makanan ke dalam tubuh di dalam usus. Seseorang akan mengalami nyeri di perut lalu berlanjut pada kondisi diare.

  1. Kemungkinan menyebabkan alergi

Seseorang yang memiliki alergi dengan serbuk sari dan juga lebah bisa mengalami alergi kalau mengonsumsi madu. Meski alergi yang dialami tidak begitu besar, efek samping konsumsi madu bisa menimbulkan rasa tidak nyaman seperti mendadak susah napas, gatal-gatal, hingga muncul bentol merah yang gatal di tubuh tetap tidak akan nyaman.

  1. Meningkatkan kadar gula darah dengan cepat

Kandungan gula di madu cukup banyak. Itulah kenapa penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi madu dalam jumlah banyak dan sangat dibatasi. Kalau konsumsi madu terlalu banyak dilakukan gula darah akan langsung naik dengan signifikan. Bahkan, kemungkinan kondisi kronis diabetes kambuh cukup besar.

  1. Kerusakan pada saraf

Madu yang masih mentah dan belum mendapatkan proses pasteurisasi, masih mengandung komponen kimia bernama grayanotoxins. Komponen kimia ini bisa bersifat racun pada sistem saraf dan memicu munculnya aktivitas abnormal di saraf. Kalau Anda tidak mau mengalami efek samping konsumsi madu ini, maka konsumsilah madu yang sudah diolah.

  1. Kenaikan berat badan dan obesitas

Madu bisa disamakan dengan gula meski dianggap lebih bergizi dan mengandung antioksidan. Madu masih memiliki kalori dalam jumlah banyak. Kalau Anda mengonsumsi madu dalam jumlah yang banyak setiap hari, kemungkinan tubuh mengalami surplus kalori akan besar. Oleh karena itu selalu perhatikan jumlah asupan madu per porsi.

  1. Pengeroposan gigi

Madu memang dianggap lebih baik daripada gula yang berasal dari tebu. Kita tidak boleh mengabaikan fakta kalau madu mengandung 82 persen gula. Efek samping konsumsi madu dalam jumlah banyak dan menempel di gigi bisa menyebabkan pengeroposan perlahan-lahan layaknya terlalu banyak makan gula.

  1. Kemungkinan menyebabkan perdarahan internal

Madu tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh mereka yang mengalami gangguan perdarahan pada tubuh. Kondisi ini akan lebih parah kalau madu dikonsumsi dengan beberapa herba seperti Gingko Biloba dan bawang putih. Lebih baik memilih bahan selain madu yang memberikan efek sama. Konsultasikan dengan dokter yang sedang menangani masalah perdarahan yang dimiliki.

  1. Bereaksi dengan obat tertentu

Kalau Anda sedang mengonsumsi obat yang digunakan untuk mengatasi inflamasi dan juga obat jenis antibiotik, tidak disarankan mengonsumsi madu. Dua zat itu kalau bergabung menjadi satu bisa menyebabkan munculnya senyawa atau enzim tertentu di hari yang kemungkinan besar buruk untuk tubuh.

Manfaat madu jika dikonsumsi dengan benar

Berikut beberapa manfaat dari madu kalau dikonsumsi dengan benar dan sesuai dengan takaran yang dianjurkan.

  • Mengandung pemanis yang baik jika dibandingkan dengan gula biasa. Itulah kenapa madu masih diperbolehkan untuk penderita diabetes meski sangat terbatas.
  • Madu mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh. Bahan aktif seperti flavonoid dan phenolic terdapat pada madu dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Menstabilkan tekanan darah yang terlalu tinggi.
  • Menurunkan risiko kolesterol tinggi pada tubuh. Dengan kolesterol yang terus stabil, kemungkinan terjadi gangguan pada pembuluh darah akan rendah.
  • Mempercepat pengeringan luka pada penderita diabetes.
  • Mengonsumsi madu dengan air hangat bisa menurunkan frekuensi batuk pada anak-anak yang membuat mereka susah tidur setiap malam.
  • Memberikan suplai kalori yang cepat. Seperti halnya gula, madu bisa dijadikan sebagai pengganjal perut saat habis puasa dan sebelum mengonsumsi makanan berat.

Berdasarkan ulasan di atas kita bisa membuat sebuah kesimpulan bahwa madu sebenarnya bermanfaat untuk tubuh. Hanya saja perlu memerhatikan beberapa hal agar tidak merasakan efek samping konsumsi madu.