Terbit: 11 Februari 2020 | Diperbarui: 13 Mei 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Terdapat beberapa efek samping KB suntik yang perlu diwaspadai para wanita. KB suntik 3 bulan adalah kontrasepsi yang diberikan melalui injeksi setiap 3 bulan. Suntikan ini mengandung hormon progestin yang akan mencegah ovulasi sehingga kehamilan dapat dicegah. Sama seperti jenis kontrasepsi lainnya, KB suntik 3 bulan dapat menimbulkan efek samping tertentu.

7 Efek Samping KB Suntik 3 Bulan, Menyebabkan Naik Berat Badan?

Apa Itu KB Suntik 3 Bulan?

KB suntik secara umum terbagi menjadi 2 yaitu KB suntik 3 bulan dan KB suntik 1 bulan. Kedua suntik KB ini memiliki kandungan hormon yang berbeda dan juga menimbulkan efek samping yang berbeda.

KB suntik 3 bulan adalah kontrasepsi suntik dengan kandungan progestin, yang merupakan bentuk sintetis dari hormon progesteron. Efek KB ini bertahan kurang lebih 13 minggu atau sekitar 3 bulan.

Suntikan KB ini mencegah pelepasan sel telur atau ovulasi setiap bulannya. Selain itu, KB ini juga mengentalkan lendir serviks sehingga membuat sperma kesulitan bergerak melalui serviks. Kontrasepsi ini juga menipiskan lapisan rahim sehingga sel telur yang dibuahi lebih sulit untuk ditanamkan di rahim.

Suntikan KB 3 bulan bisa disuntikkan di bokong atau pada lengan bagian atas.

Efek Samping KB Suntik 3 Bulan

Setiap jenis kontrasepsi dapat menyebabkan efek samping yang berbeda-beda. Berikut adalah efek samping KB suntik 3 bulan yang mungkin Anda rasakan:

1. Menstruasi Tidak Teratur

Perubahan siklus menstruasi adalah salah satu efek samping kontrasepsi hormonal yang paling umum.

Perubahan siklus menstruasi ini juga merupakan salah satu efek samping KB suntik 3 bulan. Efek samping yang dirasakan setiap wanita dapat berbeda-beda. Anda mungkin dapat merasakan menstruasi yang lebih berat, lebih pendek, lebih ringan, atau bahkan tidak menstruasi sama sekali.

Perubahan siklus menstruasi sangat umum terjadi selama 6 hingga 12 bulan setelah Anda mendapatkan suntikan pertama. Pada beberapa kasus efek samping ini bahkan dapat bertahan beberapa bulan setelah Anda menghentikan suntikan.

2. Kenaikan Berat Badan

Efek samping KB suntik 3 bulan selanjutnya adalah kenaikan berat badan.

Efek samping ini sering kali menjadi alasan wanita memilih untuk menghentikan penggunaan kontrasepsi satu ini.  Suntik KB 3 bulan memang dapat mengubah komposisi tubuh dan meningkatkan massa lemak, namun efek samping ini pada dasarnya tidak terjadi pada setiap wanita.

Wanita yang tidak mengalami obesitas atau yang memiliki indeks massa tubuh kurang dari 30 biasanya akan rentan terhadap kenaikan berat badan pada awal penggunaan suntikan KB ini. Sedangkan wanita yang mengalami obesitas cenderung baru mengalami kenaikan setelah 3 tahun penggunaan.

3. Pendarahan di antara Menstruasi

Flek atau pendarahan di antara menstruasi atau yang disebut dengan breakthrough bleeding juga merupakan efek samping yang umum terjadi.

Efek samping ini dapat terjadi selama beberapa bulan setelah Anda mendapatkan suntikan pertama kali. Sekitar 70% wanita mengalami pendarahan tidak terduga selama tahun pertama penggunaan suntik KB ini.

Baca Juga: 5 Pendarahan pada Vagina yang Terjadi di Luar Waktu Menstruasi

4. Perubahan Mood

Kontrasepsi ini bekerja memengaruhi hormon dan perubahan hormon sendiri sering kali dikaitkan dengan perubahan mood.

Penelitian tentang efek samping KB suntik dapat memperburuk mood menghasilkan hasil yang cukup beragam. Sebagian wanita memang merasakan efek samping ini, tapi dibutuhkan penelitian lebih lanjut apakah wanita yang memiliki riwayat gangguan mood memiliki risiko yang lebih tinggi.

Seseorang yang memiliki riwayat gangguan mood diharuskan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan kontrasepsi ini.

5. Gairah Seks Menurun

Efek samping selanjutnya adalah penurunan gairah seksual atau keinginan untuk melakukan aktivitas seksual.

Pada dasarnya efek samping ini merupakan efek samping yang umum terjadi ketika seseorang menggunakan kontrasepsi hormonal. Kabar baiknya adalah bahwa efek samping ini jarang terjadi pada penggunaan suntik KB 3 bulan jika dibandingkan dengan jenis kontrasepsi hormonal lainnya.

6. Jerawat

Jerawat dan masalah kulit lainnya merupakan efek samping yang juga umum dari kontrasepsi ini.

Penelitian pada 536 orang menunjukkan 8% partisipan yang baru menggunakan suntikan ini pertama kali melaporkan jerawat dan masalah kulit lain selama 3 bulan, jumlah ini kemudian meningkat menjadi 14% setelah 9 bulan.

7. Masalah rambut

Studi yang sama tentang jerawat sebagai efek samping suntik KB 3 bulan juga meneliti tentang masalah rambut sebagai efek samping.

Sekitar 11% partisipan melaporkan rambut rontok selama 9 bulan pertama penggunaan. Selain masalah rambut rontok, terdapat juga 3% partisipan yang melaporkan adanya rambut pada wajah sebagai efek samping.

Penelitian lain juga menunjukkan sekitar 6% wanita mengalami pertumbuhan rambut wajah selama menggunakan suntikan selama enam bulan. Angka ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan hanya 1% wanita yang melaporkan efek samping ini pada penggunaan kontrasepsi nonhormonal.

Pertumbuhan rambut ini bisa terjadi di wajah maupun bagian tubuh lainnya.

7. Memengaruhi Kepadatan Mineral Tulang

Efek samping suntik KB 3 bulan selanjutnya adalah menurunnya kepadatan mineral tulang.

Umumnya efek samping ini terjadi pada remaja yang belum mencapai puncak massa tulangnya. Dapat dikatakan bahwa penggunaan suntik KB 3 bulan ini kemungkinan meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang di kemudian hari.

Apabila Anda memiliki faktor risiko osteoporosis lain seperti riwayat keluarga atau gangguan makan, Anda harus mempertimbangkan kembali untuk menggunakan kontrasepsi ini.

8. Sakit Kepala

Efek samping KB suntik 3 bulan lainnya yang mungkin terjadi adalah sakit kepala.

Sama seperti beberapa efek samping lainnya, efek samping ini juga umum terjadi pada penggunaan kontrasepsi hormonal. Namun penggunaan kontrasepsi dengan kandungan progestin saja biasanya lebih jarang menyebabkan sakit kepala dibandingkan dengan suntikan KB kombinasi.

 

  1. Anonim. 2008. Does Depo-Provera Cause Mood Changes?. https://womensmentalhealth.org/posts/does-depo-provera-cause-mood-changes/. (Diakses 11 Februari 2020).
  2. Boutot, Maegan. 2019. Birth control and sex drive. https://helloclue.com/articles/sex/birth-control-and-sex-drive. (Diakses 11 Februari 2020).
  3. Holland, Kimberly. 2017. Depo-Provera Shot Bleeding and Spotting: How to Stop It. https://www.healthline.com/health/birth-control/depo-shot-bleeding-how-to-stop-it. (Diakses 11 Februari 2020).
  4. Ray, Laurie. 2019. Birth control, your skin, and your hair. https://helloclue.com/articles/sex/birth-control-your-skin-and-your-hair. (Diakses 11 Februari 2020).
  5. Stacey, Dawn. 2019. Does Depo Provera Cause Weight Gain?. https://www.verywellhealth.com/will-the-depo-provera-shot-cause-weight-gain-906704. (Diakses 11 Februari 2020).
  6. Walsh, Kellie. 2016. Hormonal Headaches: Symptoms, Treatment, and More. https://www.healthline.com/health/birth-control/birth-control-headaches#1. (Diakses 11 Februari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi