Terbit: 30 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Salah satu jenis operasi atau pembedahan yang cukup ditakuti oleh wanita adalah hiserektomi. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat sebagian atau seluruh uterus atau rahim beserta serviksnya. Pada kondisi tertentu, pengangkatan total juga dilakukan dengan mengambil tuba falopi kiri dan kanan.

Efek Samping Hiserektomi yang Harus Diperhatikan Wanita

Hiserektomi dilakukan pada wanita untuk mengatasi beberapa masalah pada rahim. Salah satu masalah yang menyebabkan kondisi ini adalah mioma. Mioma atau fibroid bisa tumbuh di lapisan luar otot rahim dan membesar hingga membentuk semacam organ yang memiliki pembuluh darah.

Mioma menyebabkan wanita susah atau sama sekali tidak bisa mendapatkan keturunan. Bahkan, pada saat wanita berhubungan badan, mereka sering sekali mengalami perdarahan dengan rasa sakit yang parah. Mioma harus diangkat bersama rahim kalau ingin nyawa wanita tidak terancam.

Nah, pengangkatan rahim baik sebagian atau seluruhnya ini memiliki efek samping yang cukup besar. Berikut efek samping yang harus diperhatikan.

Efek fisik hiserektomi

Ada cukup banyak efek dari hiserektomi pada fisik wanita. Efek ini akan mempengaruhi kehidupan wanita selamanya sehingga sebelum melakukannya konsultasi intens harus dilakukan. Berikut efek fisik dari hiserektomi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

  1. Vagina jadi kering

Satu hal yang harus diketahui wanita setelah melakukan hiserektomi adalah mereka masih bisa bercinta dengan pasangan. Kenikmatan seks bisa didapatkan oleh wanita meski tidak semaksimal sebelumnya. Penurunan kualitas seks terjadi karena vagina menjadi lebih kering.

Cara terbaik untuk mengatasi gangguan pada vagina adalah menggunakan pelumas. Dengan bantuan cairan pelicin tambahan, rasa sakit yang dialami oleh wanita tidak akan terjadi.

  1. Rasa sakit di area vagina

Selain vagina yang kering area di sekitar vagina khususnya area bagian dalam akan mengalami inflamasi cukup parah. Kondisi ini akan membuat wanita sering mengalami sakit saat berhubungan badan. Rasa sakit ini akan berjalan terus-menerus sehingga wanita tidak menikmati seksnya dengan maksimal.

  1. Rasa sakit di beberapa bagian tubuh lain

Rasa sakit juga akan dialami oleh wanita di beberapa bagian tubuhnya yang lain. Bagian tubuh yang sering sekali mengalami sakit biasanya terjadi di area punggung hingga ke bokong bagian belakang.

  1. Sering berkeringat dan gangguan tidur

Setelah mengalami hiserektomi, wanita akan semakin susah tidur di malam hari. Gangguan tidur ini muncul dalam bentuk rasa panas di seluruh tubuhnya sehingga sering berkeringat setiap harinya. Wanita juga jadi insomnia sehingga kualitas tidurnya menurun.

Efek non fisik hiserektomi

Ada beberapa gangguan non fisik yang dialami oleh wanita setelah melakukan hiserektomi, berikut gangguan yang akan terjadi:

  • Mengalami depresi yang cukup berat. Depresi ini muncul karena wanita merasa dirinya jadi tidak berguna lagi. Terlebih mereka yang belum pernah mendapatkan keturunan sebelumnya, seks akan jadi sangat menyiksa. Hubungan dengan pasangan akan menjadi sangat renggang.
  • Turunnya gairah seksual akibat perasaan bersalah dan tidak ingin membuat pasangan tidak menikmati seksnya.
  • Merasa tidak disayang lagi oleh pasangan.

Risiko saat melakukan hiserektomi

Saat melakukan hiserektomi, ada beberapa risiko yang juga akan dialami oleh wanita secara instan.

  • Perdarahan yang cukup hebat. Mioma banyak yang memiliki pembuluh darah sendiri dan cukup besar.
  • Rusaknya beberapa jaringan akibat pembedahan di saluran kemih hingga jaringan lain di sekitarnya.
  • Penggumpalan darah.
  • Infeksi yang cukup parah karena termasuk pembedahan besar.

Efek di atas bisa menyebabkan gangguan yang lebih besar seperti kematian. Jadi, sebelum melakukan hiserektomi harus ada konsultasi intens terkait dengan dampak-dampak yang akan dialami setelah atau saat pembedahan berjalan.

Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda!


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi