4 Efek Samping dari Diet Ketogenik

diet-noom-doktersehat
photo credit : pexels.com

DokterSehat.Com– Diet merupakan salah satu cara yang sering digunakan sebagai metode dalam menurunkan berat badan. Sampai saat ini, tak terhitung jumlah orang yang melakukan diet. Hal itu menjadikan diet sangat populer sehingga bermunculan berbagai macam diet baru, salah satunya adalah diet ketogenik atau yang lebih akrab disebut diet keto.

Banyak yang menganggap jika diet keto memiliki teori terbalik dari beberapa jenis diet lainnya. Sebab, diet keto menganjurkan kepada setiap orang untuk memperbanyak konsumsi lemak dan mengurangi karbohidrat. Salah satu alasannya adalah dengan lemak akan mudah dibakar, tak seperti karbohidrat.

Nah, walau sudah terbukti bisa menurunkan berat badan, diet yang satu ini juga memiliki efek samping yang harus Anda ketahui. Apa saja efek samping tersebut? Berikut diantaranya.

1. Bau Napas

Ketika tubuh terlalu banyak lemak, maka akan muncul sebuah zat yang bernama keton. Nah, keton itu sendiri tugasnya akan memecah lemak dan merubahnya menjadi energi. Namun, keton memiliki aroma yang khas.  Jadi, semakin tinggi produksinya, maka gas itu akan keluar melalui tenggorokan sehingga aroma napas menjadi kurang sedap.

2. Flu

Efek samping selanjutnya adalah mendadak flu. Biasanya, orang yang melakukan diet keto akan mengalami flu pada minggu pertama. Hal ini dikarenakan sebuah adaptasi dan transisi tubuh, yang mana biasanya mengonsumsi karbohidrat, akhirnya berubah menjadi lemak. Akibatnya daya tahan tubuh mulai kacau dan sering flu.

3. Gangguan Pencernaan

Jika tiba-tiba pencernaan Anda menjadi kacau, maka jangan khawatir. Sebab, itu adalah reaksi normal. Umumnya, gangguan pencernaan itu berupa sulit buang air besar hingga sembelit. Namun, lambat laun ketika tubuh sudah terbiasa, maka pencernaan akan normal kembali.

4. Tubuh lemas

Hal ini adalah efek samping yang biasa muncul ketika seseorang sedang melakukan diet. Namun, efek ini akan lebih terasa bagi pelaku diet keto. Sebab, seperti diketahui bahwa sumber energi manusia adalah protein dan karbohidrat. Sehingga saat jumlahnya dibatasi, tubuh akan merasa lemas dan tak bergairah.