Terbit: 20 April 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Di samping manfaatnya, terdapat juga beberapa efek samping daun kelor yang perlu di waspadai. Daun kelor adalah salah satu jenis daun yang umum dikonsumsi sehari-hari di beberapa daerah di Indonesia. Berkat berbagai kandungan nutrisi di dalamnya, daun kelor dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

7 Efek Samping Daun Kelor yang Harus Diwaspadai!

Efek Samping Daun Kelor

Kandungan daun kelor memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Namun apabila dikonsumsi secara jangka panjang atau dalam jumlah berlebihan, tanaman kelor juga berpotensi menyebabkan efek samping bagi kesehatan.

Berikut adalah 7 efek samping daun kelor dan bagian tanaman kelor lainnya yang perlu diwaspadai!

1. Menurunkan Tekanan Darah

Salah satu manfaat daun kelor yang dipercaya masyarakat adalah mampu menurunkan tekanan darah berkat kandungan antioksidan yang ada di dalamnya.

Manfaat ini juga dapat menjadi bahaya daun kelor yang perlu diwaspadai. Kandungan alkaloid dalam tanaman kelor disebut-sebut dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini dapat diartikan bahwa konsumsi ekstrak kelor tidak disarankan bagi Anda yang memiliki kondisi tekanan darah rendah.

2. Memperlambat Detak Jantung

Kondisi detak jantung lambat disebut juga dengan bradikardia, di mana jantung berdenyut kurang dari 60 denyut per menit.

Selain dapat menurunkan tekanan darah, kandungan alkaloid dalam daun kelor juga dapat memperlambat detak jantung apabila dikonsumsi dalam jumlah tertentu.

Belum diketahui berapa banyak alkaloid dalam daun kelor yang dapat menyebabkan kondisi ini. Namun sebagai antisipasi, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi daun kelor dalam jumlah banyak atau ekstrak daun kelor apabila memiliki gangguan irama jantung.

3. Hipoglikemia

Tanaman kelor memiliki sifat antiglikemik, artinya tanaman ini dapat membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Apabila tidak dikontrol, efek antiglikemik dapat berlebihan dan dapat menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah. Hipoglikemia ditandai dengan gejala seperti irama jantung tidak teratur, kelelahan, pucat, gelisah, berkeringat, kelaparan, mudah marah, dan kesemutan di sekitar mulut.

Apabila menggunakan tanaman kelor sebagai pengobatan untuk diabetes, maka diharuskan untuk mengontrol gula darah secara teratur. Pemeriksaan gula darah secara teratur ini bertujuan untuk menurunkan risiko menurunnya kadar gula darah secara berlebihan.

4. Diare

Bahaya daun kelor yang harus diwaspadai selanjutnya adalah menyebabkan diare.

Daun kelor memiliki efek laksatif atau pencahar, sehingga berpotensi menyebabkan atau memperburuk diare. Jika Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya hindari konsumsi daun kelor sementara waktu.

Daun kelor lebih direkomendasikan untuk dikonsumsi ketika Anda mengalami kesulitan buang air besar atau biasa disebut dengan sembelit.

5. Kerusakan Hati dan Ginjal

Kerusakan hati dan ginjal merupakan salah satu efek samping daun kelor yang berbahaya.

Penggunaan obat-obatan tertentu untuk jangka panjang memang umumnya dapat memicu kerusakan pada organ tertentu dalam tubuh, terutama hati dan ginjal. Penelitian pada hewan telah membuktikan bahwa konsumsi jangka panjang dari daun kelor juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Pemeriksaan fungsi ginjal dan hati harus dilakukan secara rutin untuk setiap orang yang menggunakan tanaman kelor maupun herbal lainnya sebagai pengobatan.

6. Berbahaya bagi Kandungan

Efek samping satu ini bukan merupakan efek samping daun kelor, melainkan bagian tanaman kelor lainnya.

Bunga, kulit pohon, dan akar tanaman kelor dipercaya memiliki komponen yang dapat menyebabkan keguguran. Kandungan beberapa fitonutrien dalam daun kelor dapat menyebabkan kontraksi pada rahim.

Maka dari itu, konsumsi ekstrak kelor tidak disarankan selama kehamilan. Jika Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan, selalu diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan obat herbal dan obat-obatan lainnya.

7. Alergi

Banyak orang yang menggunakan daun kelor sebagai masker alami untuk wajah, karena daun ini dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kecantikan.

Selain mengaplikasikan daun, banyak juga yang menggunakan minyak daun kelor sebagai perawatan kulit. Apabila muncul efek samping daun kelor untuk wajah seperti ruam atau gatal, sebaiknya tidak melanjutkan penggunaan tanaman kelor sebagai skin care Anda.

Reaksi ini dapat menandakan bahwa Anda memiliki alergi terhadap tanaman ini. Selain tidak untuk digunakan di kulit, tentunya alergi terhadap tanaman ini juga membuat Anda tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi daun kelor.

Bagaimana Konsumsi Daun Kelor yang Aman?

Konsumsi daun kelor pada dasarnya relatif aman. Hal ini lah yang membuat banyak masyarakat Indonesia menjadikan daun kelor sebagai konsumsi sehari-hari. Daun ini biasa diolah dengan cara ditumis atau dijadikan sayur bening.

Bagian tanaman kelor yang jelas harus dihindari adalah akarnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akar daun kelor beracun. Sedangkan bagian-bagian lain hanya berbahaya apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Meskipun dapat dikatakan aman, namun konsumsi daun kelor sebaiknya tidak berlebihan, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Apabila setelah makan daun kelor atau penggunaan daun kelor muncul efek negatif, segera hentikan konsumsinya. Apabila kondisi tidak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter.

Penggunaan ekstrak daun kelor juga harus diperhatikan. Gunakan obat herbal ini sesuai dosis dan aturan yang disarankan. Jangan pernah menggunakannya untuk jangka panjang, karena seperti yang disebutkan sebelumnya, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

Kebanyakan manfaat dari tanaman kelor juga kemungkinan belum teruji secara klinis dan membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya. Berhati-hatilah dalam menggunakan tanaman kelor maupun herbal lainnya sebagai obat.

Itu dia informasi tentang bahaya daun kelor yang perlu untuk diwaspadai. Memiliki banyak manfaat bukan berarti tidak memiliki efek samping. Tetaplah bijak dalam mengonsumsi makanan maupun obat herbal meskipun manfaatnya banyak dipercaya masyarakat. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Botanical Online. 2019. Moringa Toxicity and Side-Effect. https://www.botanical-online.com/en/medicinal-plants/moringa-side-effects. (Diakses 20 November 2019).
  2. Mayo Clinic. 2018. Hypoglycemia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/symptoms-causes/syc-20373685. (Diakses 20 November 2019).
  3. Oyagbemi, AA. 2013. Toxicological evaluations of methanolic extract of Moringa oleifera leaves in liver and kidney of male Wistar rats. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23509212. (Diakses 20 November 2019).
  4. WebMD. Moringa. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1242/moringa. (Diakses 20 November 2019).
  5. Whitmer, Michelle. Moringa Tree: Side Effects & Uses for Cancer Treatment. https://www.asbestos.com/treatment/alternative/moringa-tree/. (Diakses 20 November 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi