Terbit: 11 Mei 2017 | Diperbarui: 15 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Antibiotik dapat memliki efek samping. Beberapa antibiotik memiliki efek samping sebagai berikut:

Antibiotik – Efek Samping dan Resistensi Antibiotik

  • Diarea atau buang air besar encer.
  • Perut terasa mulas.

Anda perlu memeberitahu dokter Anda jika Anda memiliki efek samping berikut:

  • Muntah.
  • Diarea air berat dan keram perut.
  • Reaksi alergi (sesak napas, bibir bengkak, hidung berair, muka, lidah bengkak).
  • Kulit merah.
  • Cairan keluar dari vagina, atau vagina gatal.
  • Bercak putih di lidah.

Alergi Antibiotik

Beberapa orang yang alergi tipe antibiotik tertentu, sebagian besar adalah antibiotik penicillin. Jika Anda menanyakan tentang alergi potensial, tanyakan kepada dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi antibiotik.

Reaksi alergi sering kali sebagai berikut:

  • Sesak napas.
  • Ruam kemerahan.
  • Gatal.
  • Bibir, muka, dan lidah bengkak.
  • Pusing, lemah.

Interaksi Antibiotik

Antibiotik biasanya memiliki interaksi dengan obat lain seperti contoh antibiotik klaritromisin (biaxin) sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan metoklopramid (obat anti-muntah).

Yakinkan bahwa dokter dan apoteker mengetahui tentang semua obat yang dikonsumsi orang ketika meminum antibiotik.

Resistensi Antibiotik

Satu dari hal yang paling diperhatikan tentang kesehatan modern adalah resistensi antibiotik. Contoh sederhananya adalah antibiotik yang digunakan terlalu lama, bakteri akan mengenali antibiotik tersebut sehingga resisten terhadap antibiotik itu. Hal ini disebut sebagai resistensi antibitoik.

Infeksi sekarang iniadalah karena bakteri yang resisten terhadap sejumlah antibiotik. Bakteri yang resisten-antibiotik ini membahayakan dan akan menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa karena tidak merespon terhadap antibiotik.

Terdapat beberapa alsan untuk perkembangan bakteri resisten-antibiotik. Salah satunya dalah penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak seperlunya. Hal ini meliputi meresepkan antibiotik hanya untuk sekedar sakit ISPA karena virus, atau flu.

Meskipun antibiotik tidak dapat mengobati sakit yang diakibatkan karena virus, beberapa orang berharap mendapatkan resep antibiotik ketika mengunjungi dokter. Meskipun ISPA itu tidak nyaman, antibiotik tidak dapat menyembuhkan jika penyebabnya adalah virus. Masing-masing orang dapat mengurangi resistensi bakteri dengan tidak mengonsumsi antibiotik hanya untuk sakit flu atau ISPA tanpa resep dokter.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi