Terbit: 11 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Beberapa orang yang sering merasakan nyeri pada kepala biasanya mengonsumsi obat seperti paracetamol atau ibuprofen. Dengan obat itu, rasa nyeri akan hilang dengan cepat dan mudah. Bahkan, dalam hitungan menit atau jam saja, kondisi seseorang bisa kembali normal dan dapat melanjutkan aktivitas hariannya dengan mudah.

Sering Minum Obat Anti Nyeri Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Mengonsumsi obat untuk meredakan nyeri memang tidak masalah kalau dilakukan dengan dosis yang tepat. Namun, kalau obat terus dikonsumsi berkali-kali justru membahayakan kesehatan tubuh dan bisa memicu munculnya penyakit jantung.

Konsumsi obat nyeri yang berlebihan

Salah satu kebiasaan buruk yang sering kita lakukan adalah begitu merasakan nyeri pada kepala atau mungkin gigi, kita selalu berpikir pada obat. Konsumsi obat sesekali mungkin tidak masalah, tapi kalau begitu nyeri sedikit langsung minum obat bisa menyebabkan beberapa kondisi di bawah ini:

  • Sering mengonsumsi obat nyeri akan membuat kita jadi ketagihan dengan obat. Selain itu, tubuh juga jadi resisten dengan obat sehingga minum berkali-kali pun tidak akan memberikan afek apa-apa.
  • Beberapa obat anti nyeri bisa menyebabkan mual, muntah, rasa kantuk, dan disorientasi.
  • Obat juga menyebabkan adanya luka pada lambung dan susu halus.
  • Kerusakan hati bisa terjadi karena racun dari obat akan masuk ke sana.
  • Obat juga bisa menyebabkan deg-degan dan gangguan jantung lainnya.

Cara mengatasi nyeri tanpa obat

Lantas, apakah minum obat nyeri dilarang? Jawabannya adalah tidak, tapi dengan sedikit batasan. Jangan selalu minum obat kalau nyeri yang ada pada tubuh muncul meski dengan intensitas yang rendah.

Lebih baik segera minum air putih yang banyak. Kalau nyerinya ringan gunakan untuk beristirahat sejenak. Kalau rasa sakitnya tidak bisa ditahan, barulah minum obat dengan dosis yang pas.

Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda khususnya yang gemar minum obat anti nyeri.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi