Terbit: 30 Mei 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Gula adalah salah satu bahan makanan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Rasanya yang manis dan enak membuat banyak orang menyukainya. Meski banyak digunakan untuk kebutuhan memasak hingga membuat kue, gula ternyata memiliki efek samping kalau dikonsumsi secara berlebihan. Tubuh bisa mengalami obesitas hingga diabetes tipe 2.

Dianggap Sehat, Gula Pengganti Ini Justru Berbahaya

Gula pengganti agar lebih sehat

Gula memang sudah terbukti berbahaya dan bisa menyebabkan cukup banyak masalah kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak. Industri mengetahui itu meski mereka tetap menggunakan gula biasa atau gula pengganti yang dianggap lebih aman. Kalau Anda melihat berbagai makanan kemasan pasti akan melihat label gula sehat yang aman.

Sebenarnya pelabelan sehat atau tidak itu salah kaprah. Apa pun jenis makanan yang akan kita makan, kalau tubuh memberikan respons negatif, artinya makanan itu tidak baik. Namun, ada yang mengonsumsi banyak tidak terjadi apa-apa karena dibarengi dengan melakukan olahraga yang sangat intens.

Mau memakai gula apa pun baik itu gula pasir biasa atau gula pengganti, ada baiknya untuk lebih memperhatikan masalah kandungan gulanya. Kalau tetap tinggi dan kita mengonsumsinya secara berlebihan, efeknya tetap sama dengan gula biasa. Jadi, bijaklah sebelum mengonsumsi gula pengganti jenis apa pun.

Gula pengganti yang berbahaya

Jenis gula pengganti yang banyak dipakai masyarakat dan industri ada banyak. Namun, semuanya berpotensi sebabkan masalah pada tubuh kalau dikonsumsi secara berlebihan. Berikut beberapa jenis pengganti tersebut.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

  1. Saccharin

Saccharin adalah salah satu pemanis buatan yang banyak digunakan untuk membuat aneka jenis minuman khususnya yang berjenis zero calorie. Mengapa saccharin digunakan untuk minuman jenis itu? Karena gula buatan ini tidak dicerna oleh tubuh dengan baik. Setelah masuk ke dalam tubuh, gula ini hanya numpang lewat saja.

Meski tidak memiliki kalori yang akan membuat mereka yang minum jadi obesitas, gula pengganti ini masih saja memiliki efek samping. Dari beberapa studi yang dilakukan, kelebihan saccharin akan menyebabkan pencernaan terganggu karena bakteri baik di usus akan menurun. Selain itu, kemungkinan terjadi kanker colorectal juga akan besar.

  1. Aspartame

Aspartame hampir sama dengan saccharin yang merupakan pemanis buatan yang banyak digunakan untuk industri makanan atau minuman. Dengan kemampuan menyajikan kalori rendah dan tidak diolah oleh tubuh, Aspartame bermanfaat untuk mengatasi kelebihan kalori dari mereka yang sering makan dan minum yang manis.

Dari beberapa penelitian aspartame dianggap sehat karena bisa menekan jumlah kalori, bahkan bisa membuat kita mudah menurunkan berat badan. Namun, kelebihan aspartame bisa menyebabkan beberapa efek samping seperti menurunkan kolesterol baik HDL dan berpotensi alami sakit kepala, pusing, dan depresi.

  1. Acesulfame K

Ace-K adalah salah satu pemanis buatan yang sangat kontroversial. Meski mengandung kalori yang cukup rendah, Ace-K juga berpotensi menyebabkan beberapa masalah pada tubuh khususnya yang berhubungan dengan pertumbuhan kanker dan penurunan kemampuan otak.

Ace-K banyak digunakan untuk beberapa jenis makanan beku yang memiliki rasa manis. Aftertaste dari Ace-K adalah pahit meski tidak terlalu banyak. Beberapa jenis permen juga banyak menggunakan Ace-K sehingga Anda disarankan untuk membaca komposisinya sebelum dimakan.

  1. Sucralose

Sucralose dianggap mampu memberikan cukup banyak efek baik pada tubuh. Dengan mengonsumsi gula buatan yang banyak digunakan untuk minuman diet ini, gula darah bisa terjaga dan tidak akan ada perubahan hormon pada tubuh. Namun, beberapa penelitian lain mengatakan gula ini justru menyebabkan gula darah jadi naik.

Terlepas dari beberapa penelitian yang saling bertolak belakang, sucralose menyebabkan cukup banyak gangguan pada usus. Gula yang masuk ke sana dan tidak bisa diolah menyebabkan gangguan pada usus. Bakteri baik yang ada di sana tidak bisa berkembang dengan baik dan memicu inflamasi serta kenaikan berat badan.

  1. Xylitol

Xylitol memiliki banyak manfaat untuk tubuh khususnya menekan bakteri berbahaya pada tubuh. Itulah kenapa gula ini banyak digunakan untuk bahan permen karet atau cairan untuk mencuci mulut. Selanjutnya xylitol juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan dari tulang.

Sayangnya xylitol memiliki cukup banyak efek samping kalau dikonsumsi secara berlebihan. Peluang terjadi masalah pada pencernaan akan besar dan memicu diare dan kembung.

  1. Agave nectar

Agave nectar atau sirup agave terbuat dari sari nectar atau madu dari tanaman agave. Cairan manis ini rendah GI sehingga cocok untuk diabetes. Kemampuannya dalam menjaga gula darah membuat agave nectar sering dianggap gula pengganti untuk penderita diabetes.

Sayangnya dari beberapa hasil studi yang dilakukan mengonsumsi sirop ini dalam jumlah yang berlebihan bisa menyebabkan beberapa masalah seperti meningkatnya LDL dan trigliserida. Selain itu fungsi dari insulin bisa mengalami gangguan.

  1. Sorbitol

Sorbitol adalah gula pengganti terakhir yang dianggap lebih sehat dan banyak digunakan untuk industri makanan. Kelebihan dari sorbitol adalah rasa manisnya yang tidak begitu intens. Rasa manisnya hanya 60 persen dari gula pasir yang sering kita gunakan. Selanjutnya kalori yang terkandung juga hanya dua per tiga kali dari kalori gula pasir dengan berat yang sama.

Rasa dari sorbitol cukup aman dengan sedikit aftertaste setelah minum dalam jumlah banyak. Dengan kemampuan ini sorbitol cocok untuk olahan makanan atau minuman asal dikonsumsi dengan benar dan tidak berlebihan. Kalau Anda mengonsumsi gula alkohol ini secara berlebihan, kemungkinan besar bisa memicu gangguan pencernaan. Sorbitol memiliki sifat laksatif.

Demikianlah beberapa ulasan tentang gula pengganti yang banyak digunakan oleh masyarakat dan industri, tapi bisa berbahaya untuk kesehatan kalau dikonsumsi secara berlebihan. Jadi, apa pun jenis makanan yang Anda konsumsi, kalau terlalu manis lebih baik dibatasi. Apalagi kalau tidak ada nutrition fact sehingga kita tidak tahu kandungan gulanya.

 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi