Bahaya! Ini 5 Efek Lari Jarak Jauh bagi Penis dan Testis

efek-lari-jarak-jauh-pada-penis-doktersehat

DokterSehat.Com – Lari adalah salah satu olahraga yang terbilang mudah dilakukan meski ada beberapa efek samping yang akan diterima oleh pria. Agar tidak terkena efek samping dari lari khususnya lari jarak jauh, pria disarankan melakukan pemanasan dan melakukan teknik dengan benar dari awal hingga akhir.

Efek Lari Terlalu Jauh bagi Penis dan Testis Pria

Kalau pria suka sekali lari, khususnya maraton, mereka juga harus memerhatikan hidrasi tubuh, kaki, dan gerakannya dengan benar. Jenis pakaian yang digunakan juga harus sesuai agar tidak menyebabkan gangguan pada penis dan  testis. Kalau melakukan kesalahan, lima efek lari terlalu jauh bagi penis dan testis ini mungkin akan dirasakan:

  1. Menyebabkan testis sakit

Saat berlari, pria akan mengangkat kaki tinggi atau rendah dengan durasi yang cukup lama. Kalau teknik lari yang dilakukan oleh pria tidak benar, ada kemungkinan testis terasa sakit karena tertekan oleh celana yang digunakan. Tekanan ini akan semakin parah kalau pria melakukan lari hingga berjam-jam.

Rasa sakit di testis mungkin tidak akan langsung memengaruhi seks. Ada kemungkinan gangguan ini muncul di kemudian hari kalau sudah menumpuk. Kalau saat berlari area testis terasa sakit, segera hentikan dan berhenti. Selanjutnya beri kompres pada testis dengan air es agar tidak terlalu panas.

  1. Ngilu di seluruh permukaan penis

Efek lari terlalu jauh bagi penis dan testis yaitu bisa memberikan tekanan. Seperti halnya saat sedang bersepeda, area penis bisa mengalami sakit dan mati rasa. Anda seperti tidak merasakan ada penis dan testis karena aliran darah di sana terganggu. Kondisi ini biasanya akan normal kembali seiring berjalannya waktu.

Kalau area penis sering ngilu atau malah mati rasa, kemungkinan terjadi gangguan akan tinggi. Organ seks pria bisa saja mengalami kerusakan sehingga fungsi seksual dan reproduksi tidak terjadi.

  1. Merusak sperma

Melakukan lari dengan durasi yang cukup biasanya meningkatkan aliran darah ke penis dan testis. Ereksi bisa berjalan dengan lebih lancar dan produksi sperma bisa meningkat. Sayangnya, kalau lari dilakukan dengan berlebihan, kadar testosteron justru anjlok. Kondisi ini membuat sperma yang dihasilkan juga tidak berkualitas.

Jadi, lakukan lari dengan intensitas biasa atau durasinya tidak terlalu lama. Kecuali Anda seorang atlet lari, ada baiknya batasi aktivitas ini. Kalau ingin lebih bugar bisa dibarengi dengan angkat beban. Kombinasi lari dan angkat beban baik untuk kesehatan seks pria.

  1. Cedera di testis dan penis

Saat berlari dengan kuat, area penis akan terjepit dengan celana jenis kompresor. Kemungkinan terjadi cedera pada testis cukup tinggi. Cedera yang mungkin saja terjadi adalah testis yang terkilir, testis mengalami varises, hingga pembengkakan lainnya.

Cara mengatasi kondisi ini adalah dengan melakukan pengompresan. Selanjutnya saat tidur, pria disarankan untuk tidak menggunakan celana dalam. Saat tidak ada tekanan di penis, organ seks ini akan menyembuhkan dirinya dengan naik.

  1. Susah ereksi

Pria yang mengalami cedera di penis dan testis akan semakin susah melakukan seks. Mereka akan mengalami gangguan ereksi hingga kesuburan. Gangguan ini mungkin tidak selalu berasal dari efek lari jarak jauh bagi penis dan testis, tapi aktivitas lari yang sangat intens bisa membuat pria susah melakukan ereksi.

Kalau pun pria bisa mendapatkan ereksi dengan baik, mereka akan sering merasakan sakit dan juga ngilu. Kondisi ini bisa membuat mereka tidak menikmati seks dengan maksimal.

Nah, kelima poin di atas adalah efek lari jarak jauh bagi penis dan testis. Meski ada efeknya, bukan berarti kita tidak boleh lari. Lari tetap bisa dilakukan dengan porsi dan intensitas yang pas.