Terbit: 26 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Agar seluruh organ tubuh dapat berfungsi dengan maksimal, kalori, protein dan beberapa nutrisi adalah komponen penting yang harus dipenuhi dalam setiap asupan makanan Anda. Jika beberapa nutrisi tersebut tidak bisa Anda penuhi, maka risiko gizi buruk bisa terjadi. Apa akibat gizi buruk yang bisa terjadi pada anak-anak?

8 Akibat Gizi Buruk yang bisa Terjadi pada Anak

Dampak dan Akibat Gizi Buruk pada Anak

Sebelum menjelaskan akibat gizi buruk pada anak, perlu Anda ketahui bahwa penyakit gizi buruk dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka pendek hingga jangka panjang.

Busung lapar merupakan contoh yang paling banyak ditemui dalam kasus gizi buruk. Kondisi ini membuat seorang anak atau balita mengalami kekurangan asupan makanan yang sehat dan bernutrisi.

Selain busung lapar, akibat dari gizi buruk pada anak juga bisa terlihat dari beberapa tanda seperti pucat, gelisah, hilangnya massa otot di beberapa bagian tubuh, rambut mudah rontok, hingga perubahan kulit menjadi bersisik.

Berikut adalah dampak dari gizi buruk yang bisa terjadi pada anak, di antaranya:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

1. Stunting

Stunting adalah salah satu efek jangka panjang akibat gizi buruk. Penyakit akibat gizi buruk ini menghambat kemampuan anak untuk tumbuh secara normal. Tinggi dan berat badannya akan berada jauh di bawah normal dibanding dengan anak-anak pada usia yang sama.

Pertumbuhan yang terhambat ini bisa menjadi permanen, dan seorang anak mungkin tidak akan pernah mencapai tinggi normal atau berat badan jika ia kekurangan gizi kronis. Selain itu, dampak gizi buruk pada balita juga dapat menghambat perkembangan otak dan kapasitas intelektual pada tahap awal kehidupan.

2. Marasmus

Bahaya gizi buruk berikutnya adalah munculnya marasmus. Marasmus terjadi akibat tubuh kekurangan hampir semua nutrisi, terutama protein dan kalori. Akibat gizi buruk ini ditandai dengan penurunan berat badan, kulit menjadi lebih gelap dan rambut rontok

3. Kwashiorkor

Kwashiorkor adalah akibat gizi buruk lainnya yang bisa terjadi pada anak-anak. Gejala kwashiorkor antara lain rambut yang berubah warna dan rapuh, ruam, retensi air, perut buncit yang disebabkan oleh kembung, dan hati membesar. Jika tidak diobati, kondisi dampak gizi buruk ini menyebabkan koma dan kematian.

4. Munculnya anemia, skorbut dan beri-beri

Akibat gizi buruk atau malnutrisi tidak hanya melibatkan makronutrien yang tidak mencukupi seperti protein, karbohidrat dan lemak, tetapi juga mikronutrien yang tidak mencukupi seperti vitamin dan mineral. Dampak gizi buruk akibat kurangnya vitamin dan mineral dapat memiliki berbagai efek tergantung pada mikronutrien spesifik yang kurang dalam asupan makanan Anda.

Misalnya, Anda kekurangan zat besi maka hal itu akan menyebabkan anemia dan menurunnya jumlah sel darah merah. Sedangkan, jika Anda kekurangan vitamin C (asam askorbat) maka penyakit yang bisa muncul adalah skorbut. Vitamin C penting bagi tubuh untuk membuat kolagen.

Selain skorbut, akibat gizi buruk juga bisa menyebabkan beri-beri. Beri-beri terjadi karena tubuh kekurangan vitamin B1. Perlu diketahui, vitamin B1 sendiri terkait dengan aliran elektrolit yang menuju ke dalam dan keluar dari sel saraf dan otot serta membantu memetabolisme karbohidrat.

5. Munculnya infeksi

Munculnya infeksi salah satunya adalah akibat gizi buruk. Hal ini bisa menyerang anak-anak karena sistem kekebalan tubuhnya menurun akibat kebutuhan nutrisi tubuh yang tidak terpenuhi dengan baik. Terdapat banyak mineral dan vitamin yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang seperti zat besi, zinc, dan vitamin C.

Sementara jika tubuh kekurangan zat gizi makro seperti protein dan karbohidrat—yang merupakan sumber pembangunan sel dan energi, maka hal itu bisa membuat fungsi beberapa organ tubuh terganggu.

6. IQ yang rendah

Menurut penelitian, anak-anak dengan gizi buruk cenderung mengalami gangguan belajar dan anak akan cepat lemas. Selain masalah kesehatan, seorang anak juga mengalami masalah dengan perilaku. Kedua masalah ini apabila tidak segera ditangani maka dampaknya negatifnya bisa berlangsung sepanjang hidupnya.

7. Gangguan emosional

Dampak gizi buruk yang sering tidak disadari adalah gangguan psikologis pada anak. Akibat gizi buruk ini bisa membawa dampak buruk pada kemampuan adaptasi anak dan perkembangannya secara keseluruhan. Sebuah penelitian mengungkapkan, gizi buruk bisa menyebabkan gangguan hiperaktif dan terhambatnya pertumbuhan.

Mencegah Gizi Buruk

Setelah Anda mengetahui akibat gizi buruk, kini saatnya Anda mengetahui hal-hal apa saja yang bisa dilalukan untuk mencegah gizi buruk. Langkah awal, dokter biasanya akan menyarankan pemberian asupan kalori melalui makanan kecil dan suplemen protein cair jika memiliki masalah terkait pencernaan.

Pemberian protein dilakukan dari dari kadar yang rendah ke kadar yang lebih tinggi secara bertahap. Cara ini dilakukan supaya saluran cerna penderita gizi buruk tidak kaget saat pemberian asupan kalori tinggi protein.

Pada dasarnya, asupan makanan yang dikonsumsi harus mengandung protein, mineral, vitamin, lemak dan karbohidrat. Pemberian makanan harus diberikan secara perlahan dan tetap terkontrol.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah gizi buruk pada anak Anda, di antaranya:

1. Pemberian ASI eksklusif

Air susu ibu adalah makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir. Asupan yang diproduksi langsung oleh kelenjar tubuh ibu ini mengandung seluruh zat gizi yang diperlukan bayi usia 0-6 bulan.

2. Pemberian MPASI

Pemberian ASI dibarengi dengan MPASI bisa dilakukan apabila anak Anda sudah memasuki usia 6 bulan. MPASI yang Anda berikan harus mengandung protein, vitamin, mineral, karbohidrat, seng dan zat besi. Contoh asupan MPASI yang baik adalah kentang, ubi, labu kuning, wortel, apel, atau madu.

3. Mengolah makanan sendiri

Olahan makanan sendiri bertujuan agar makanan yang Anda berikan pada anak adalah makanan yang mendukung tumbuh kembangnya. Sayur dan buah umumnya mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi