DokterSehat.Com – Bersepeda adalah salah satu hobi atau olahraga yang cukup populer di beberapa negara termasuk di Indonesia. Olahraga ini bermanfaat untuk membakar lemak di dalam tubuh, menyehatkan sistem kardiovaskular, serta mengencangkan otot di sekitar kaki. Fungsi bersepeda yang cukup banyak menyebabkan banyak orang melakukannya. Dengan bersepeda, mereka bisa menyehatkan tubuh sembari jalan-jalan.

bersepeda-pada-pria-doktersehat

Efek Bersepeda Terlalu Lama

Oh ya, meski bersepeda memiliki banyak manfaat pada tubuh, aktivitas ini juga memberikan dampak buruk pada pria. Dampak itu adalah penurunan sensitivitas pada penis hingga hal buruk lain seperti kehilangan kemampuan ereksi.

Melakukan aktivitas bersepeda untuk jarak pendek atau durasi yang tidak terlalu lama mungkin tidak begitu berdampak pada pria. Namun, kalau dilakukan dengan jarak yang sangat jauh dan intens seperti para atlet, beberapa gangguan di bawah ini akan terjadi.

  1. Penis Mengalami Mati Rasa

Bersepeda terlalu akan menyebabkan area sekitar selangkangan tertekan terlalu kuat. Gerakan kaki mengayuh pedal menyebabkan tekanan yang kuat sehingga aliran darah di sana akan terganggu. Aliran darah yang terganggu ini menyebabkan Anda mati rasa di area penis selama beberapa saat.

Mati rasa ini mungkin hanya sementara saja. Namun, kalau terus terjadi dan berulang-ulang bisa merusak organ atau pembuluh darah dan menyebabkan area di sekitar penis rusak. Jadi, kenali kemampuan fisik Anda terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas bersepeda.

Biasanya setelah bersepeda selama beberapa saat, seorang pria akan merasakan mati rasa di sekitar penisnya. Misal setelah bersepeda selama 30 menit lalu kondisi mati rasa muncul. Ada baiknya untuk menghindari hal itu seperti langsung beristirahat setelah 15 menit bersepeda.

  1. Mengalami Gangguan pada Testis

Tekanan dari sadel juga bisa memberikan gangguan pada penis. Gangguan ini bisa berupa perasaan sakit saat ditekan hingga penurunan kualitas sperma. Testis yang tertekan dan akhirnya memanas membuat pertumbuhan sperma jadi terganggu.

Tentu gangguan ini tidak akan serta merata muncul begitu saja para pria. Hanya dengan bersepeda sesekali saja tidak akan masalah. Namun, kalau Anda bersepeda berkali-kali, kemungkinan besar bisa memicu cukup banyak masalah pada testis, apalagi kalau tekanannya sangat besar.

Itulah kenapa pemilihan pakaian untuk bersepeda sangat penting serta sadel yang digunakan. Kalau Anda bisa mengurangi tekanan yang ada di testis, kemungkinan besar organ ini tidak akan rusak. Kalau sampai mengalami kerusakan, kemungkinan besar Anda bisa kehabisan suplai testosteron.

  1. Sensitivitas Penis Menurun

Penis yang terus tertekan dengan kuat kerap mengalami gangguan berupa penurunan sensitivitas. Penurunan kemampuan ini bisa menyebabkan pria susah sekali menerima rangsangan. Selain itu pria juga jadi susah mendapatkan orgasme dengan mudah.

Memiliki kemampuan seks yang lama mungkin diidamkan banyak pria. Namun, kalau seks yang dilakukan terlalu lama tidak akan bisa dinikmati. Pria akan mudah kehilangan gairah seksualnya kalau sampai sensitivitasnya pada bagian depan atau glans mengalami penurunan.

Penis yang sensitivitasnya menurun akan sulit mengalami ereksi. Saat melakukan penetrasi pun terasa biasa saja. Dampak dari hal ini tentu saja lamanya mendapatkan orgasme atau tidak akan mendapatkan hal ini sama sekali.

  1. Kemungkinan Mengalami Disfungsi Ereksi

Saat duduk dan mengayuh pedal, sadel akan menekan area perineum yang merupakan area antara skrotum dan anus. Area ini memiliki banyak sekali pembuluh darah dan saraf yang bersambung ke penis. Kalau area ini tertekan terus-menerus, pria tidak hanya akan mengalami mati rasa sementara, tapi juga disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi mungkin tidak akan langsung penuh seperti pria tidak bisa melakukan ereksi sama sekali. Umumnya akan perlahan-lahan tergantung dengan kekuatan tubuh pria dan kerusakan yang terjadi.

Cara Mengatasi Masalah Bersepeda dengan Tepat

Agar pria selalu aman saat bersepeda dan dampak di atas tidak muncul, simak beberapa poin di bawah ini.

  • Gunakan celana bersepeda yang aman dan memiliki tambahan bantalan di bagian penis hingga perineum. Tambahan bantalan ini bermanfaat untuk mengurangi tekanan. Dengan tekanan yang berkurang efek pada penis akan menurun. Anda bisa bersepeda dengan aman meski menempuh jarak yang jauh.
  • Gunakan sadel yang lebih nyaman dan tidak terlalu menekan ke arah perineum. Sadel jenis ini biasanya dimodifikasi sendiri dan jarang ada di toko dan menjadi satu dengan sepeda yang dibeli.
  • Beri jeda saat melakukan latihan secara intens. Lakukan istirahat selama beberapa menit atau jam untuk mengurangi kelelahan yang terjadi pada penis.
  • Coba variasikan olahraga yang dilakukan. Kalau Anda hanya menjalani aktivitas bersepeda untuk hobi variasikan juga dengan berenang, lari, atau olahraga lainnya.
  • Pahami kemampuan fisik yang Anda miliki. Kalau kemampuan pria tidak terlalu besar, jangan memaksakan diri untuk bersepeda terlalu intens, apalagi di lintasan sulit.
  • Rutin periksakan diri ke dokter kalau menemukan sesuatu yang aneh. Misal penis terus terasa mati rasa atau sampai kehilangan ereksi. Semakin cepat diatasi, semakin mudah pula kesembuhannya.

Meski menjalankan hobi atau olahraga bersepeda memberikan risiko, Anda tidak perlu khawatir. Asal tahu bagaimana cara melakukannya dan tidak terlalu intens serta berlebihan gangguan penis bisa dihindari.

 

 

Sumber:

  1. Harvard Medical School. Can cycling cause erectile dysfunction?. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/can-cycling-cause-erectile-dysfunction. (Diakses pada 3 November 2019)
  2. Valeo,Tom. Biking and Erectile Dysfunction: A Real Risk?. https://www.webmd.com/men/features/biking-and-erectile-dysfunction-a-real-risk#1. (Diakses pada 3 November 2019)
  3. Wiley-Blackwell. 2019. Male Cyclists Risk Sexual Problems If They Don’t Choose The Right Bike. https://www.sciencedaily.com/releases/2008/07/080708103250.htm. (Diakses pada 3 November 2019)
  4. Watson, Stephanie. 2017. Can Cycling Cause Erectile Dysfunction?. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction/can-cycling-cause-ed. (Diakses pada 3 November 2019)